Bagaimana lebih dari 100 warga Gaza terbunuh saat berebut bantuan kemanusiaan?

Gaza

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah orang tampak menggotong jenazah ke belakang truk setelah kejadian

Sedikitnya 112 warga Palestina tewas ketika kerumunan orang bergegas mengelilingi truk bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan pada Kamis (29/02) pagi, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

Ratusan orang turun ke jalan menghampiri konvoi truk bantuan yang melakukan perjalanan dalam kegelapan ke arah utara di sepanjang jalan pantai di luar Kota Gaza.

Selain korban tewas, 760 orang terluka, kata kementerian kesehatan.

Insiden tragis ini menimbulkan perbedaan klaim mengenai apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

BBC Verify menelaah sejumlah informasi penting – terkait kapan informasi tentang insiden tersebut muncul dan dari mana informasi tersebut berasal.

Kami juga memeriksa video-video yang beredar di media sosial, citra satelit, dan rekaman drone pasukan pertahanan Israel (IDF) untuk mengumpulkan apa yang kami ketahui – dan apa yang tidak kami ketahui – tentang insiden tersebut.

Ratusan orang menunggu bantuan

sejumlah orang menunggu konvoi bantuan dalam kegelapan

Sumber gambar, Instagram

Keterangan gambar, Cuplikan gambar yang dibagikan lewat Instagram menunjukkan sejumlah orang menunggu konvoi bantuan dalam kegelapan

Rekaman video ini, yang diunggah di Instagram pada 28 Februari pukul 23:30 waktu setempat, menunjukkan beberapa dari ratusan orang berkerumun di sekitar api unggun sambil menunggu pengiriman bantuan kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan akan terjadinya bencana kelaparan di Gaza utara, lokasi tempat sekitar 300.000 orang hidup dengan sedikit pasokan makanan atau air bersih – daerah tersebut hanya menerima sedikit bantuan dalam beberapa pekan terakhir.

Video tersebut menunjukkan orang-orang berkemah di Jalan al-Rashid, ruas jalan yang berada di pesisir pantai di barat daya Kota Gaza.

Ini adalah area yang baru-baru ini digunakan sebagai titik distribusi bantuan.

Kami sebelumnya telah memverifikasi video di lokasi tersebut yang menunjukkan orang-orang berkumpul di sekitar truk untuk mengambil karung gandum.

Mahmoud Awadeyah, seorang jurnalis yang berada di lokasi kejadian, mengatakan kepada BBC: "Ada banyak orang yang mencari makanan dan sekantong tepung."

Konvoi mendekati kamp

Gaza

Pada Kamis 29 Februari sekitar pukul 04:00 waktu setempat, konvoi truk yang membawa bantuan dari Mesir menuju utara di sepanjang Jalan al-Rashid. Konvoi itu melewati lokasi IDF.

IDF mengatakan ada 30 truk dalam konvoi tersebut, sementara seorang saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa ada 18 truk – bahkan jika jumlah yang lebih kecil, konvoi tersebut akan membentang setidaknya beberapa ratus meter.

Juru bicara IDF, Daniel Hagari, mengatakan bahwa sekitar pukul 04:45 truk dalam konvoi dikepung oleh kerumunan orang ketika kendaraan mendekati bundaran Nabulsi, di tepi barat daya Kota Gaza.

Orang-orang mengerumuni truk bantuan

Gaza

Sumber gambar, IDF

Keterangan gambar, Cuplikan gambar dari rekaman drone IDF menunjukkan orang-orang berkerumun di sekeliling konvoi truk.

Ini adalah tangkapan layar dari rekaman drone infra-merah yang dirilis oleh IDF.

Video yang dirilis IDF bukanlah satu rangkaian tunggal namun telah diedit menjadi empat bagian.

Video itu menunjukkan peristiwa di dua lokasi, yang keduanya telah diverifikasi oleh BBC Verify.

Dua bagian pertama video menunjukkan orang-orang mengelilingi dua truk atau lebih di selatan bundaran Nabulsi.

Insiden terjadi di sekitar konvoi truk bantuan

Gaza

Bagian kedua dari video itu menunjukkan peristiwa yang terjadi sekitar 500 meter di selatan lokasi sebelumnya.

Video ini menunjukkan empat truk yang berhenti. Lagi-lagi, tampak orang-orang berkerumun di sekeliling truk bantuan ini, namun kali ini juga tampak tubuh-tubuh yang tak bergerak tergeletak di tanah.

Dalam cuplikan video rekaman drone IDF di atas, tubuh-tubuh yang tergeletak di tanah ini ditandai dengan kotak berwarna merah.

Cuplikan video itu juga menunjukkan apa yang tampak sebagai kendaraan militer Israel.

BBC Verify telah meminta IDF untuk memberikan rekaman lengkap dari peristiwa ini.

Tembakan

Gaza

Sumber gambar, Al Jazeera

Keterangan gambar, Gambar yang diambil dari video Al Jazeera yang direkam di dekat bagian belakang konvoi menunjukkan orang-orang bersembunyi di balik kendaraan dan peluru pelacak tampak di langit

Kami telah memeriksa video eksklusif yang dirilis oleh Al Jazeera, yang direkam di dekat lokasi kedua di belakang konvoi, sekitar setengah kilometer selatan bundaran.

Rentetan tembakan terdengar dan orang-orang tampak berlarian ke arah truk dan merunduk di belakang kendaraan. Peluru pelacak berwarna merah dapat dilihat di langit.

Mahmoud Awadeyah mengatakan kendaraan Israel mulai menembaki orang-orang ketika bantuan tiba.

“Orang-orang Israel sengaja menembaki orang-orang itu… mereka berusaha mendekati truk yang membawa tepung,” katanya.

“Mereka ditembaki secara langsung dan mencegah orang mendekati korban tewas.”

Pascainsiden

Gaza

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Orang-orang tampak berkerumun di sekeliling jenazah warga Gaza yang meninggal dunia akibat insiden tersebut

Kami telah memverifikasi lebih lanjut video yang direkam di tempat kejadian, yang menunjukkan mayat-mayat dibawa ke arah utara menuju bundaran Nabulsi.

Ada laporan korban dibawa ke beberapa rumah sakit.

Dr Mohamed Salha, pejabat Rumah Sakit Al-Awda – tempat banyak korban tewas dan terluka dirawat – mengatakan kepada BBC: "Rumah Sakit Al-Awda menerima sekitar 176 orang yang terluka...142 di antaranya adalah luka tembak dan sisanya luka akibat terinjak-injak dan patah tulang pada bagian tubuh atas dan bawah.”

Tanggapan Israel

IDF, Daniel Hagari

Sumber gambar, IDF

Keterangan gambar, Dalam sebuah video yang diunggah di X, Daniel Hagari dari IDF mengeklaim: "Ratusan menjadi ribuan dan kondisi menjadi tak terkendali."
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pada Kamis (29/02) pukul 13:06 waktu setempat, sebuah pernyataan IDF yang diunggah di Telegram menyatakan: “Pagi ini, saat truk bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza utara, warga Gaza mengepung truk tersebut, dan menjarah perbekalan yang dikirimkan.

“Dalam insiden tersebut, puluhan warga Gaza terluka akibat didorong dan diinjak-injak.”

Pada pukul 15:35, pernyataan IDF lebih lanjut di X – sebelumnya bernama Twitter – mengulangi deskripsi kejadian tersebut.

Dalam komentar lebih lanjut kepada Channel 4 News, juru bicara IDF Peter Lerner mengatakan “massa menyerbu konvoi sehingga [truk] terhenti“.

“Tank-tank yang berada di sana untuk mengamankan konvoi melihat warga Gaza terinjak-injak dan dengan hati-hati mencoba membubarkan massa dengan beberapa tembakan peringatan.”

Dalam pernyataan video yang diunggah di X pada 22:35 waktu setempat, Daniel Hagari dari IDF menyatakan: "Ratusan menjadi ribuan dan segalanya menjadi tidak terkendali."

Dia mengatakan komandan tank memutuskan mundur untuk menghindari cederanya warga sipil dan "mereka melakukannya dengan aman, bukan menembaki massa".

Namun sebelumnya, dalam sebuah wawancara di CNN, penasihat khusus perdana menteri Israel, Mark Regev, mengatakan Israel tidak terlibat secara langsung dan tidak terlibat langsung di lapangan.

Dia mengatakan IDF telah melepaskan tembakan dalam insiden terpisah yang tidak terkait dengan truk tersebut, namun tidak memberikan bukti lebih lanjut.

Regev menambahkan: "Dalam insiden truk yang diserbu itu terjadi tembakan, itu adalah kelompok bersenjata Palestina. Kami tidak tahu apakah itu Hamas atau yang lain."

Para pemimpin di seluruh dunia menuntut penyelidikan atas insiden tragis yang menewaskan lebih dari 100 warga Palestina tersebut.

Hal ini menyusul kekhawatiran yang dikemukakan pada hari Selasa oleh seorang pejabat senior PBB yang memperingatkan bahwa lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan yang sangat parah.

Laporan tambahan oleh Alex Murray, Kumar Malhotra, Merlyn Thomas, PeterMwai dan reporter BBC Arab.