Indonesia kutuk usulan menteri Israel yang ingin usir penduduk Gaza dan mendirikan permukiman Yahudi

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengutuk dan menolak keras pernyataan dua menteri kabinet Israel yang mengusulkan pengusiran warga Gaza dan dimulainya pembangunan pemukiman Yahudi di Gaza.
Pernyataan itu mengemuka setelah dua menteri senior dalam kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pandangan mereka bahwa para penduduk Gaza semestinya keluar dari wilayah tersebut dan pembangunan permukiman Yahudi harus dimulai.
Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, sebagaimana dikutip The Times of Israel, menyatakan kondisi perang saat ini menyajikan "kesempatan untuk berkonsentrasi mendorong migrasi para penduduk Gaza"
Adapun, menurut Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, "solusi yang benar" dalam konflik Israel-Palestina adalah "mendorong migrasi para penduduk Gaza secara sukarela ke negara-negara yang setuju menampung pengungsi".
Israel, lanjutnya, "akan mengendalikan wilayah Jalur Gaza secara permanen", termasuk melalui pendirian permukiman-permukiman Yahudi.
Rencana Israel lainnya dikemukakan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
Gallant menyebut bahwa dalam proposal itu, Israel akan membatasi kekuasaan Palestina di Jalur Gaza.
Selain itu, Hamas tak lagi mengendalikan Jalur Gaza dan Israel akan mempertahankan kendali keamanan secara keseluruhan, kata Gallant.

Sumber gambar, Getty Images
Pertempuran antara Israel dan Hamas di Gaza masih terus berlanjut seiring diumumkannya rencana tersebut. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan Palestina yang dikontrol Hamas.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dijadwalkan kembali ke wilayah tersebut pekan ini. Blinken diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Palestina di Tepi Barat dan para pemimpin Israel.
Kunjungannya terjadi di tengah memanasnya ketegangan di wilayah tersebut, menyusul pembunuhan pemimpin tertinggi Hamas, Saleh al-Arouri pada Selasa (02/01) di ibu kota Lebanon, Beirut.
Israel dituding berada di balik pembunuhan Saleh al-Arouri. Israel tidak membenarkan atau membantah keterlibatannya.
Apa saja rencana ‘empat penjuru’ yang diusulkan Menteri Pertahanan Israel?
Dalam rencana “empat penjuru” yang disampaikan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Israel berencana mempertahankan kendali keamanan di Jalur Gaza.
Pasukan multi-nasional akan bertanggung jawab untuk membangun kembali wilayah tersebut setelah kehancuran luas akibat pengeboman Israel.
Negara tetangga Mesir juga akan memainkan peran berdasarkan proposal rencana tersebut.
Akan tetapi, dokumen tersebut juga mengungkap bahwa warga Palestina akan bertanggung jawab mengelola wilayah tersebut.
“Penduduk Gaza adalah warga Palestina, oleh karena itu badan-badan Palestina akan bertanggung jawab, dengan syarat tidak ada tindakan permusuhan atau ancaman terhadap Negara Israel,” kata Gallant.
Apa fase perang berikutnya di Gaza?

Sumber gambar, Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Rencana Gallant menguraikan rencana militer Israel selanjutnya di Gaza.
Menurutnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan mengambil pendekatan yang lebih tepat sasaran di Jalur Gaza bagian utara, yang mencakup penggerebekan, penghancuran terowongan, serta serangan udara dan darat.
Adapun di Gaza bagian selatan, militer Israel akan terus berusaha melacak para pemimpin Hamas dan menyelamatkan sandera Israel, kata Gallant.
Pada Kamis (04/01) IDF mengatakan pihaknya telah menyerang wilayah di utara dan selatan Gaza, termasuk Kota Gaza dan Khan Younis.
Baca juga:
Gallant menyebut bahwa pihaknya telah melakukan serangan terhadap “infrastruktur teroris” dan telah membunuh orang-orang yang digambarkan sebagai milisi, yang disebutnya mencoba meledakkan bahan peledak di samping tentara.
Israel juga mengumumkan bahwa pihaknya telah membunuh seorang agen senior Jihad Islam Palestina, Mamdouh Lolo, dalam serangan udara.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang berada di bawah kendali Hamas mengatakan 125 orang telah terbunuh dalam 24 jam terakhir di seluruh Jalur Gaza.
Seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan 14 orang – termasuk sembilan anak-anak-anak – tewas akibat serangan udara Israel di al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis.
IDF belum memberikan komentar atas klaim yang dibuat Hamas.
Apa reaksi Indonesia dan negara-negara lain setelah rencana ini diumumkan?
Pandangan dua menteri senior dalam kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa para penduduk Gaza semestinya keluar dari wilayah tersebut dan pembangunan permukiman Yahudi harus dimulai, menuai reaksi.
Wacana itu ditolak oleh negara-negara lain di Timur Tengah. Bahkan, beberapa sejumlah sekutu Israel karena dianggap terlalu “ekstrem” dan “tidak bisa dijalankan”.
Adapun Kementerian Luar Negeri Indonesia merilis pernyataan resmi melalui X (sebelumnya Twitter).
"Indonesia mengutuk dan menolak keras pernyataan dua Menteri Kabinet Israel yang mengusulkan pengusiran warga Gaza dan dimulainya pembangunan pemukiman Yahudi di Gaza."
"Pernyataan tersebut sangat provokatif, berlawanan dengan hukum internasional dan tidak menghormati hak bangsa Palestina."
"Masyarakat internasional harus mencegah pernyataan tersebut menjadi kenyataan."
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan
Bagaimana dengan proposal Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant?
Kendati usulan Gallant mungkin dianggap lebih praktis ketimbang yang disarankan oleh dua menteri lainnya, usulan Gallant kemungkinan besar akan ditolak oleh para pemimpin Palestina yang mengatakan bahwa warga Gaza harus diizinkan mengambil kendali penuh atas pengelolaan Jalur Gaza setelah perang berakhir.

Sumber gambar, Getty Images
Netanyahu belum berbicara secara rinci mengenai tata kelola Gaza setelah perang berakhir.
Secara garis besar, dia sempat menyatakan bahwa perang di Gaza mungkin akan berlangsung beberapa bulan, dengan tujuan menghancurkan Hamas sepenuhnya.
Apa yang terbaru dari perang di Gaza?

Sumber gambar, EPA
Kota Khan Younis telah ditetapkan sebagai “tempat aman” oleh pasukan Israel untuk warga Palestina yang mengungsi.
Namun, sejumlah saksi mata mengaku mereka tetap dilanda gempuran.
“Kami sedang tidur di tengah malam ketika serangan menghantam kamp di tenda-tenda berukuran 4x2 meter, tempat orang-orang tidur. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak,” tutur saksi mata Jamal Hamad Salah kepada kantor berita Reuters.
“Kami menemukan satu mayat di sana yang terlempar sejauh 40 meter.”
Secara keseluruhan, jumlah orang yang tewas terbunuh di Gaza sejak dimulainya aksi balasan Israel telah mencapai lebih dari 22.400 orang hingga Kamis (04/01).
Jumlah itu mencakup hampir 1 persen dari total 2,3 juta jiwa di wilayah Gaza, kata Kementerian Kesehatan yang berada di bawah kendali Hamas.
Serangan Israel dimulai setelah kelompok bersenjata Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel selatan pada 7 Oktober silam, yang menewaskan sekitar 1.200 orang – sebagian besar adalah warga sipil – dan menyandera sekitar 240 orang.











