11 film yang layak Anda saksikan pada bulan September

Nicholas Berber

BBC Culture

Pada bulan September ini, Anda dapat menyaksikan sedikitnya 11 film di berbagai platform. Ada film horor psikologi yang dibintangi Harry Styles dan Florence Pugh, kemudian biopic Marylin Monroe, dan film jagoan perempuan dengan pemeran utama Viola Davis.

1. Blonde

Blonde adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu tahun ini – dan salah satu yang paling kontroversial.

Film yang berdasarkan novel karya Joyce Carol Oates ini mengisahkan kehidupan Marilyn Monroe (Ana de Armas), tetapi menggabungkan fakta dan fiksi.

Film ini juga memuat konten seksual sehingga mendapatkan peringkat NC-17 di Amerika Serikat.

Beberapa komentator menuduh film ini eksploitatif, tetapi sutradaranya, Andrew Dominik (yang juga menyutradarai The Assassination of Jesse James By The Coward Robert Ford), tidak meminta maaf.

"Ini adalah film yang menuntut - apa adanya, bertutur secara blak-blakan," katanya kepada Ben Dalton di ScreenDaily.

"Dan jika penonton tidak menyukainya, itu masalah penonton. Film ini tidak mencalonkan diri untuk menjadi pejabat publik... Blonde adalah film terbaik di dunia saat ini. Blonde adalah sebuah pukulan KO. Ini sebuah mahakarya."

Ditayangkan di Netflix pada 28 September.

2. Don't Worry Darling

Harry Styles dan Florence Pugh berperan sebagai Alice dan Jack, pasangan yang menjalani kehidupan yang tampaknya sempurna di Amerika Serikat pada 1950-an. Mereka muda, rupawan, dan menikah dengan bahagia.

Jack memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Alice bersahabat dengan ibu-ibu rumah tangga lainnya di daerah itu, dan mereka tinggal di kota gurun California yang dirancang untuk menjadi utopia.

Namun tentu saja, ada sesuatu yang sangat salah – dan bos sombong Jack (Chris Pine) bisa jadi berada di baliknya.

Film kedua yang disutradarai oleh Olivia Wilde ini adalah film horor psikologis dengan napas The Stepford Wives, The Truman Show, dan The Matrix. Detil plot sangat langka, namun Pugh menyebut film Don’t Worry Darling berkorelasi dengan film-filmnya yang lain.

"Saya kira semua film saya memiliki unsur perempuan yang didorong hingga terpojok, dipaksa untuk setuju terhadap sebuah opini, dipaksa menjalani cara hidup tertentu," katanya kepada Andrea Cuttler di Harper's Bazaar.

"Dan akhirnya, sesuatu pecah."

Dirilis secara internasional mulai 23 September

3. Bros

Film ini adalah film komedi romantis Hollywood besar pertama yang hampir seluruh pemeran utamanya LGBTQ+.

Bros ditulis bersama oleh salah satu pemeran, Billy Eichner (Billy on the Street) dan sutradara Nicholas Stoller (Forgetting Sarah Marshall, The Five-Year Engagement).

Eichner memerankan seorang pria gangguan jiwa asal New York yang dengan bangga melajang sampai dia bertemu seorang pengacara tulus dan keren (Luke Macfarlane).

Poin kuncinya, kata Eichner kepada Brian Hiatt dari Rolling Stone, adalah bahwa tak satu pun dari pemeran utama mencerminkan stereotipe ala kartun.

"Ada suatu garis besar pada karakter laki-laki gay yang kami dapatkan. Dan salah satu tujuan saya dengan Bros adalah, saya ingin menghilangkan garis besar itu. Saya ingin karakternya terasa seperti utuh, rumit, lucu, sedih, manusia tiga dimensi."

Dirilis pada 30 September di AS dan Kanada, dan 28 Oktober di Inggris

4. The Woman King

Mulai dari Ben-Hur, Spartacus, Braveheart, hingga 300, kita terbiasa melihat film epos sejarah tentang pria kulit putih berotot yang berjuang untuk kebebasan. Namun film tentang perempuan kulit hitam berotot? Tidak begitu banyak.

Sekarang kita bisa menyaksikan The Woman King, disutradarai oleh Gina Prince-Bythewood.

Viola Davis yang diasah di gym berperan sebagai Nanisca, seorang jenderal yang melatih kelompok prajurit perempuan pelindung sebuah kerajaan di Afrika Barat pada abad ke-19.

"Saya tidak pernah memiliki peran seperti ini sebelumnya," kata Davis kepada Krystal Brent Zook di Vanity Fair.

“Peran ini transformatif. Menjadi produser film ini, dan mengetahui bahwa saya memiliki andil mewujudkannya... Saya tahu apa artinya hal itu bagi perempuan kulit hitam yang duduk di bioskop. Tanggung jawabnya sangat tinggi."

Dirilis pada 16 September di AS dan Kanada, serta 4 Oktober di Inggris

5. Catherine Called Birdy

Lena Dunham, pencipta sekaligus bintang serial TV terkenal Girls dengan latar belakang New York pada abad ke-21, membuat lompatan ke Inggris pada abad ke-13 dalam film Catherine Called Birdy.

Diadaptasi dari novel karya Karen Cushman, film komedi ini dibintangi Bella Ramsey (Game of Thrones) sebagai remaja bersemangat yang berharap bisa mandiri seperti saudara-saudara laki-lakinya.

Ketika orang tuanya yang kekurangan uang, Andrew Scott dan Billie Piper, memutuskan bahwa sudah waktunya baginya untuk menikahi seorang bangsawan kaya, dia bertekad untuk mengacaukan rencana mereka.

"Meskipun terasa sangat jauh bahwa seorang anak berusia 13 tahun diminta untuk menikah dengan seorang pria berusia 50 tahun," kata Dunham kepada P Claire Dodson di Teen Vogue "masih banyak kebiasaan barbar yang mengatur cara tubuh orang ditangani. Ada begitu banyak aspek kehidupan modern yang masih relevan dengan tema buku ini."

Dirilis di bioskop AS terpilih pada 23 September, dan kemudian di Prime Video di seluruh dunia mulai 7 Oktober

6. Moonage Daydream 

Moonage Daydream bukanlah film dokumenter rock biasa –David Bowie juga bukanlah bintang rock biasa.

Penulis merangkap sutradara, Brett Morgen, tidak mencoba membuat katalog setiap bagian dari kehidupan dan karier sang bintang. Dia justru berkonsentrasi pada pengembangan pribadi dan filosofis Bowie –khususnya tekadnya untuk terus belajar, bereksperimen, dan mendapatkan hasil maksimal dari setiap hari.

Hasilnya adalah potret 140 menit yang membuat Anda kagum terhadap Bowie tidak hanya sebagai musisi, aktor, dan ikon mode, tetapi juga sebagai manusia.

"Di setiap kesempatan, film Morgen adalah rangkuman bombastis, terlalu merangsang, menyentuh, meneguhkan hidup, dan mengambil risiko terhadap etos dan kedewasaan sang artis sebagai pribadi," kata Robert Daniels dari RogerEbert.com.

"Singkatnya, Moonage Daydream adalah film yang akan membuat Bowie bangga."

Dirilis secara internasional pada 16 September.

7. The Silent Twins

June dan Jennifer Gibbons adalah kembar identik yang tumbuh di kota kecil di Wales pada 1970-an.

Karena tiada anak kulit hitam lain di daerah itu, mereka diintimidasi di sekolah.

Kemudian mereka akhirnya menarik diri dari masyarakat ke titik di mana mereka menciptakan dunia fantasi sendiri, dan menolak untuk berkomunikasi dengan siapa pun kecuali satu sama lain.

Kisah hidup duo kembar ini telah dijadikan drama TV, pertunjukan teater, dan inspirasi untuk lagu Manic Street Preachers, Tsunami.

Sekarang kisah mereka dijadikan film berbahasa Inggris pertama yang disutradarai Agnieszka Smoczyńska dari Polandia.

Letitia Wright (Black Panther) dan Tamara Lawrance (Kindred) memainkan peran utama.

"Film ini melihat (secara halus) peran ras dan gender dalam cara Gibbons bersaudara dihapuskan oleh sistem," kata Peter Bradshaw di The Guardian.

"Dan Smoczyńska mengilustrasikan dunia fantasi mereka dengan rangkaian animasi boneka stop-motion yang berhasil menyampaikan keanehan dan kesepian imajinasi mereka... Ini adalah kisah yang menarik dan akting yang bagus – mengganggu tetapi juga lembut dan sedih."

Dirilis pada 16 September di AS dan Kanada

8. Both Sides of the Blade

Claire Denis merupakan salah satu tokoh yang paling dihormati dalam perfilman Prancis selama beberapa dekade, tetapi Both Sides of the Blade adalah "salah satu film terbaiknya", kata Randy Myers di The Mercury News.

Juliette Binoche dan Vincent Lindon berperan sebagai Sara dan Jean, seorang presenter radio dan mantan pemain rugby profesional yang telah menikah dengan bahagia selama satu dekade – atau begitulah kelihatannya.

Namiun ketika Sara melihat mantan kekasihnya, François (Grégoire Colin), di sebuah jalan di Paris, pernikahan Sara dan Jean mulai retak dan hancur. Lalu ketika François menawari Jean pekerjaan sebagai agen olahraga, pasutri tersebut bak disihir.

Drama erotis Denis adalah film "romantis segitiga licik dan menggelisahkan yang menyalakan dendam dan hasrat lama, yang secara metaforis mencerminkan hubungan politik yang kusut di Timur Tengah," kata Myers.

"Ini adalah pembuatan film yang cerdas dan khas yang menantang persepsi Anda sendiri."

Dirilis pada 31 Agustus di Prancis, dan 9 September di Inggris dan Irlandia.

9. See How They Run

Sementara kita menunggu sekuel Knives Out, kita bisa menyaksikan film genre serupa yang menyuguhkan teka-teki pembunuhan.

See How They Run disutradarai oleh Tom George dan ditulis oleh Mark Chappell (duo veteran komedi TV Inggris yang membuat debut layar lebar mereka).

Film berlatar belakang tahun 1950-an ini dibintangi Sam Rockwell dan Saoirse Ronan yang masing-masing berperan sebagai inspektur polisi yang letih dan anak didik yang terlalu bersemangat. Mereka ditugaskan menyelidiki pembunuhan brutal di teater London.

Adrien Brody berperan sebagai anggota kru yang menemui ajal mengerikan tepat ketika produser drama berencana untuk mengubah pertunjukan hit mereka menjadi sebuah film.

Adapun para tersangka/calon korban selanjutnya mencakup David Oyelowo, Ruth Wilson, Reece Shearsmith, Shirley Henderson dan Harris Dickinson yang memerankan Richard Attenborough muda.

Seperti halnya Knives Out, semakin sedikit yang Anda ketahui sebelumnya tentang See How They Run, semakin menyenangkan film tersebut.

Dirilis pada 9 September di Inggris dan Irlandia, dan 30 September di AS dan Kanada. 

10. Pinocchio

Pertempuran film Pinocchio resmi dimulai!

Matteo Garrone memang telah membuat film adaptasi Pinocchio dari novel klasik Carlo Collodi pada 2019, tetapi itu tidak menghentikan dua sutradara terkenal lainnya untuk membuat versi mereka sendiri.

Pada bulan November, kita akan melihat animasi stop-motion satire nan kelam karya Guillermo del Toro.

Tapi sebelumnya kita bisa menyaksikan film live-action / CGI karya Robert Zemeckis.

Tom Hanks berperan sebagai Geppetto si tukang kayu yang kesepian, Benjamin Evan Ainsworth menyuarakan si bocah kayu. Kemudian Cynthia Erivo adalah Peri Biru yang menghidupkan Pinocchio. Adapun Joseph Gordon-Levitt mengisi suara animasi Jiminy Cricket.

Dilihat dari trailernya, Zemeckis telah mengikuti kartun Pinokio dengan cermat. Namun, apakah dia memasukkan adegan Pinokio merokok cerutu besar masih harus dilihat.

Ditayangkan Disney+ mulai 8 September

11. Do Revenge

Jika plot film Strangers on a Train dipindahkan ke sekolah menengah atas dari Clueless, hasilnya mungkin adalah Do Revenge - sebuah film thriller komedi kelam yang ditulis dan disutradarai oleh Jennifer Kaytin Robinson.

Drea (Camila Mendes) adalah gadis populer yang citranya hancur ketika pacarnya membocorkan rekaman seks mereka; Eleanor (Maya Hawke) adalah anak indie yang dikucilkan ketika teman sekelasnya menuduhnya sebagai lesbian predator.

Maka, kedua gadis itu bersekongkol untuk menjatuhkan musuh bebuyutan masing-masing.

Robinson mengatakan kepada Erica Gonzales dari Elle bahwa filmnya mengeksplorasi cancel culture, akuntabilitas, dan pergeseran identitas remaja – tetapi itu bukan tujuan utamanya.

"Kami ingin Anda bersenang-senang," katanya. "Kami tidak mencoba untuk mewujudkan perdamaian dunia. Ini bukan pernyataan politik yang besar. Ini hanya film yang sangat menyenangkan yang terlihat keren dan dibintangi oleh sekelompok aktor yang sangat hebat yang berada di puncak keahlian mereka, dan juga sangat cantik."

Ditayangkan di Netflix mulai 16 September.

Artikel ini dapat Anda baca dalam versi bahasa Inggris berjudul 11 of the best films to watch this September pada BBC Culture.