You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Polisi ungkap identitas terduga pelaku pembunuhan ibu-anak di Jakarta Barat – Lima fakta mulai motif hingga kedok menjadi dukun
Polisi mengungkap identitas tersangka pelaku pembunuhan ibu-anak yang jasadnya ditemukan di penampungan air di rumahnya di Jakarta Barat. Dia adalah tetangga korban. Pelaku membunuh dua orang yang dikenalnya itu demi menggondol uang Rp50 juta milik korban.
Atas perbuataannya, tersangka terancam hukuman mati atau mendekam di penjara seumur hidup.
Polisi menangkap Febri di Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Minggu (09/03) lalu.
Polisi kemudian merilis identitasnya, sekalian mengungkap motif pembunuhannya pada Kamis (13/03).
Jasad korban Tjong Sioe Lan alias Enci (59) dan anaknya, Eka Serlawati (35) ditemukan membusuk di penampungan air di rumahnya di wilayah Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (06/03).
Penemuan dua jasad korban ini kemudian diberitakan secara meluas oleh media sejak pekan lalu.
Belakangan terungkap pelaku membunuh dua korbannya itu pada Minggu, 1 Maret 2025.
Berikut fakta-fakta yang diketahui sejauh ini:
Apa motif terduga pelaku membunuh korban?
Selain ingin menguasai harta korban, tersangka Febri Arifin alias Jamet (31 tahun) mengaku dirinya membunuh Tjong Sioe Lan alias Enci (59) dan anaknya, Eka Serlawati (35), karena sakit hati lantaran sering dihina.
"Tersangka melakukan kejahatan karena diduga sakit hati oleh perkataan dari korban pertama (Enci) berupa caci maki dengan kata-kata kasar dan ingin menguasai harta korban," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya Bennyah di di Jakarta, Kamis (13/03).
Tidak diungkapkan seperti apa bentuk caci maki itu, namun menurut polisi, pelaku memiliki hutang puluhan juta rupiah kepada korban.
Febri rajin berhutang kepada korban sejak 2021 hingga 2025.
Korban selalu menagih agar Febri segera melunasi hutangnya, tetapi tidak pernah ditepati, ungkap polisi.
Pelaku bahkan berusaha mendapatkan uang dari korban dengan berbagai upaya, termasuk menyamar sebagai dukun.
Pelaku memiliki banyak nama dan mengaku dukun
Pelaku memiliki banyak nama, kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi.
Selain nama aslinya Febri Arifin, pelaku memakai nama Jamet, Kakang dan Krismartoyo.
Penggunaan nama samaran ini untuk mengelabui korban, tambahnya.
"Yang tak lain (Kakang dan Krismartoyo ini) adalah tadi yang sudah disebutkan sebagai nama alias. Jadi itu hanya mengaku-aku memiliki teman saja," lanjut Twedi.
Sebelum membunuh korban, Febri sempat menyebut dirinya dukun.
Dia mengaku dapat menggandakan uang dan mencari jodoh, ungkap polisi.
"Mengaku memiliki teman bernama Krismartoyo sebagai dukun pengganda uang, juga mengaku kenal seseorang dukun pencari jodoh bernama Kakang," ujar Twedi.
Kapan dan di mana tersangka ditangkap?
Polisi telah menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang ibu dan anaknya yang ditemukan tewas di penampungan air di rumahnya di Jakarta.
Pelaku ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (09/03).
"Kami sudah menangkap pelaku sebagai terduga pembunuh ibu dan anak, pada Minggu (09/03) jam 23.30 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung di Jakarta, Senin, seperti dilaporkan Antara.
Menurut polisi, terduga pelaku ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah.
Sejauh ini polisi belum membeberkan identitas terduga pelaku.
Saat ditangkap, yang bersangkutan tidak melawan, ungkap polisi.
Temuan sementara polisi mengungkap bahwa sejauh ini hanya terungkap satu orang pelaku.
Berita terkait:
Terduga pelaku terekam di kamera pengintai (CCTV)
Sebelum menangkap terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak berinisial TSL (59) dan ES (35), sosok pelaku terekam di sebuah kamera pengintai (CCTV).
"Berdasarkan CCTV, pelaku, tersangka ada di jalan, dekat rumah korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan, Senin (10/03), seperti dilaporkan Antara.
Selain berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, polisi mengaku berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan keterangan para saksi.
Dari sinilah, polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke Banyumas, Jawa Tengah.
Sampai Senin (10/03),polisi telah memeriksa delapan orang saksi.
Selain warga sekitar, salah-seorang saksi adalah anak korban TSL yang berinisial R.
Sebelumnya R melaporkan dirinya kehilangan ibu dan kakaknya ke polisi.
Bagaimana dua korban dihabisi terduga pelaku?
Temuan kepolisian menyebutkan bahwa pada jasad dua korban ditemukan bekas luka-luka akibat kekerasan benda tumpul.
Ini didapatkan dari hasil visum sementara atas jasad korban.
"Kekerasan benda tumpul di bagian tubuhnya korban," ungkap Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/03), seperti dilaporkan Antara.
Meskipun demikian, Polres Metro Jakarta Barat masih menunggu hasil otopsi resmi dari Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengkonfirmasi bahwa ibu dan anak yang ditemukan tewas pada Kamis (6/3) malam itu dibunuh oleh seseorang.
"Ya benar, dua wanita ditemukan sudah meninggal di dalam toren dalam rumah, korban pembunuhan," kata Arfan di Jakarta pada Sabtu (08/03).