Serangan balik timbulkan pertempuran sengit, Putin klaim gempuran Ukraina gagal

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi dengan para koresponden perang Rusia di Moskow pada Selasa (13/6)

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi dengan para koresponden perang Rusia di Moskow pada Selasa (13/6)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim bahwa serangan balik Ukraina telah gagal dan pasukan Ukraina banyak yang tumbang. Sementara, Deputi Menteri Pertahanan Ukraina menyatakan pasukannya terus melaju ke arah Zaporizhzhia dan Bakhmut sehingga menimbulkan pertempuran sengit.

Dalam sebuah konferensi dengan sejumlah koresponden perang, Putin mengatakan bahwa kerugian dari sisi Ukraina telah mencapai tingkat yang “membahayakan“.

Klaim itu belum terverifikasi, sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah kabar bahwa serangan balik Ukraina gagal.

“Ada pergerakan maju,“ kata Zelensky dalam video sambutan malamnya.

Ia mengucapkan terima kasih pada tentara Ukraina atas “setiap langkah dan setiap meter tanah Ukraina yang berhasil dibebaskan dari kejahatan Rusia”.

Sentimen senada digaungkan oleh Valery Zaluzhny, komandan besar pasukan bersenjata Ukraina, yang menulis dalam unggahan Telegram bahwa telah terjadi ”beberapa kesuksesan, kami sedang menjalankan rencana kami, melangkah maju”.

Deputi Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar, menyatakan pasukannya telah bergerak 200 meter hingga 500 meter menuju Bakhmut dan 300 meter hingga 500 meter menuju Zaporizhzhia.

"Pertempuran sengit" telah terjadi, kata Maliar.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pasukan militer Ukraina menyatakan pada Rabu (14/6), kerugian dari sisi tentara Rusia dalam 24 jam terakhir telah mencapai 680 tentara tewas, delapan tank dan sistem pertahanan udara hancur.

Kedua pihak yang bertempur memberikan klaim harian mengenai korban musuh, namun masing-masing klaim sulit diperiksa kebenarannya.

Meski begitu, keadaan di lapangan tidak semeriah klaim pembebasan yang telah dilontarkan oleh pemerintah Ukraina pada awal minggu ini.

Pada Selasa (13/6), tim BBC menerima akses untuk mengunjungi permukiman warga pertama di Donetsk Timur yang sudah mengibarkan bendera Ukraina. Kebanyakan dari desa-desa ini masih sepi dan di daerah lain, pasukan Rusia mulai menembus kembali.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa meski ini baru “tahap awal“, kemajuan sudah terlihat dalam mengusir pasukan Rusia keluar dari wilayah Ukraina.

”Kami mengetahui bahwa semakin banyak daerah Ukraina yang dibebaskan, semakin kuat daya mereka di meja negosiasi nantinya,” kata Stoltenberg kepada Presiden AS Joe Biden dalam rapat di Gedung Putih.

Peta terbaru yang menunjukkan wilayah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan Ukraina
Keterangan gambar, Peta terbaru yang menunjukkan wilayah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan Ukraina

Baca juga:

Tanpa memberikan bukti, Putin mengatakan pasukan Ukraina telah kehilangan 160 tank, sementara Rusia baru kehilangan 54 tank.

Ia juga mengeklaim kerugian yang menimpa pasukan Ukraina adalah 10 kali lipat dibandingkan kerugian Rusia. Putin terus menegaskan bahwa Ukraina sama sekali belum berhasil menembus pertahanan mereka ”dalam sektor manapun.”

Pernyataan Putin dibantah oleh pejabat AS. Tanpa memberikan namanya, pejabat itu mengatakan kepada kantor berita AP bahwa klaim Putin “tidak akurat” dan memperingati bahayanya jika menyikapi pernyataan Presiden Rusia secara serius.

Walaupun sebagian besar dari pernyataan Putin dalam pertemuannya dengan koresponden perang bersifat mengagungkan keberhasilan dirinya, ia sempat mengakui bahwa otoritas Rusia seharusnya bisa lebih mumpuni dalam mengantisipasi serangan di perbatasan Ukraina.

Ia mengatakan sedang mempertimbangkan apakah ia perlu “membangun semacam zona sanitasi di wilayah Ukraina pada jarak tertentu yang akan membuat [pasukan Ukraina] tidak mungkin masuk wilayah kami”.

Ukraina meminta perketat sanksi aliran senjata kepada Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi posisi garis depan militer Ukraina di Donbass, Ukraina pada Desember 2021

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi posisi garis depan militer Ukraina di Donbass, Ukraina pada Desember 2021

Putin juga mengatakan Rusia sedang kekurangan “amunisi dengan presisi tinggi, peralatan komunikasi, pesawat terbang, drone, dan lainnya”, walaupun produksi senjata telah meningkat dalam setahun terakhir.

Ukraina telah lama khawatir akan kemampuan Rusia dalam memproduksi senjata.

Pada Selasa (13/6), Zelensky meminta lagi agar Rusia dikenakan sanksi lebih tegas agar dapat menghambat pengiriman komponen senjata, beberapa diantaranya juga diproduksi oleh negara-negara mitra Ukraina.

Ia mengatakan Rusia sedang menggunakan komponen-komponen itu untuk membangun rudal yang sama tipenya dengan rudal yang menghancurkan apartemen dan sejumlah gudang di Kryivi Rih. Insiden tersebut menewaskan 11 orang dan melukai puluhan lainnya.

Pada hari itu juga, AS mengumumkan akan mengirim paket bantuan militer kepada Ukraina senilai US$325 juta (setara dengan Rp4,84 miliar).

Sedangkan, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengatakan negaranya sedang menerima senjata nuklir dari Rusia yang “tiga kali lebih kuat” dibandingkan bom atom yang digunakan untuk menyerang Hiroshima dan Nagasaki sat Perang Dunia II.

Ia tidak mengonfirmasi apakah senjata tersebut sudah diterima oleh Belarus atau belum, tetapi ia mengeklaim pengirimannya ke Minsk akan sangat penting untuk mencegah serangan berpotensi.

Pada awal bulan ini, pemerintah Rusia mengatakan mereka berencana mengirim senjata nuklir ke tanah Belarus pada Juli, sebagai ancaman terhadap negara-negara Barat yang meningkatkan dukungan mereka kepada Ukraina.

Rusia dituduh menyerang kendaraan yang dikendarai warga sipil

Enam orang tewas dalam serangan kendaraan di perbatasan Rusia dan Ukraina

Sumber gambar, Kantor kejaksaan umum Ukraina

Keterangan gambar, Enam orang tewas dalam serangan kendaraan di perbatasan Rusia dan Ukraina

Baca juga:

Pemerintah Ukraina menuduh pasukan Rusia menyerang sebuah kendaraan di dekat perbatasan antara kedua negara, dan menewaskan enam orang.

Kantor kejaksaan umum Ukraina menulis di Telegram bahwa serangan itu terjadi kemarin, di wilayah timur-laut kota Sumy. Kabarnya, korban mencakup dua warga sipil dan empat pekerja kehutanan.

Mereka mengatakan penyelidikan telah diluncurkan. Namun, BBC belum bisa memverifikasi klaim tersebut secara independen, dan Rusia belum berkomentar.

Rusia menyerang Odesa lagi

Sejumlah gedung terkena dampak serangan di Odesa termasuk gudang, restoran dan beberapa toko

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah gedung terkena dampak serangan di Odesa termasuk gudang, restoran dan beberapa toko

Pasukan Rusia telah menyerang Odesa, kota di sebelah barat-daya Ukraina. Kurang lebih tiga orang telah tewas dan 13 lainnya terluka.

Pemerintah Ukraina mengatakan kota itu diserang dengan 10 rudal dan 10 drone semalam. Tiga warga sipil juga tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah Donetsk.

Gedung-gedung yang terkena serangan di Odesa mencakup gudang, restoran dan beberapa toko.

Permukiman warga juga terkena, namun pusat dari kota bersejarah ini untungnya tidak terdampak banyak. Dua museum seni terkena serangan tahun lalu tetapi gedung opera dan ballet masih menjalankan program penampilan musim panasnya.

Di antara gedung-gedung yang terkena serangan semalam adalah restoran McDonald dan toko-toko di pusat kota - serta kompleks perumahan dan gudang pusat perbelanjaan.

Tercermin dari serangan Rusia semalam sebelumnya di Kryvyih Rih, hal ini menunjukkan bahwa Rusia masih bisa mengebom di mana saja dan kapan saja.

Kota pelabuhan strategis itu memiliki peran penting dalam ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam. Namun, selama perang berlangsung kota itu cukup jarang terkena serangan.

Rusia belum mengomentari dugaan serangan terbaru tersebut. Serangan itu terjadi di kala serangan balik dari Ukraina berlanjut.