Sebuah kampung tanpa pintu dan kunci di India

Shani Shingnapur
Keterangan gambar, Dewa Shani diyakini sebagai pelindung kampung Shani Shingnapur. (Kredit foto: Swati Jain)

Bayangkan rumah-rumah tanpa pintu, toko-toko yang dibiarkan tak dikunci dan orang-orang yang tak pernah merasa tidak aman.

Begitulah kisah tentang kampung Shani Shingnapur di negara bagian Maharashtra, India. Para penduduknya menafikan keamanan karena keyakinan atas Dewa Shani, atau Dewa Saturnus, yang melindungi desa.

Berdasarkan legenda 300 tahun lalu, setelah hujan lebat dan banjir, sebuah lempeng batu hitam yang besar ditemukan di tepi Sungai Panasnala, yang dulu melintasi desa. Ketika warga menyentuh batu seukuran 1,5 meter itu dengan tongkat, darah kemudian mengucur dari batu itu.

  • <link type="page"><caption> Bekerja di Nigeria, terbang setiap pekan ke AS untuk kuliah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_kuliah_mba" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inilah pria yang menempuh perjalanan 563.000 km per tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_perjalanan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Buku harian rahasia Marilyn Monroe</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/06/160612_vert_cul_monroe" platform="highweb"/></link>

Tengah malam, Dewa Shani datang ke dalam mimpi penduduk desa, mengatakan bahwa lempeng batu itu adalah pujaannya. Dewa kemudian memerintahkan agar lempeng batu disimpan dan di lempeng itulah dia akan tinggal.

Shani Shingnapur

Sumber gambar, Swati Jain

Keterangan gambar, Dewa Shani memberkati para pemuka desa dan berjanji untuk melindungi warga kampung.

Namun Shani meminta satu syarat, batu dan kesaktiannya tidak boleh ditutup karena dia harus bisa mengamati desa tanpa halangan. Shani kemudian memberkati para pemuka desa dan berjanji untuk melindungi warga kampung dari bahaya.

Setelah warga menempatkan lempeng batu di sebuah lantai tak beratap di tengah desa, mereka memutuskan untuk melepas pintu dan kunci. Mereka tidak membutuhkannya lagi, karena Dewa Shani akan melindungi mereka.

  • <link type="page"><caption> Kursi roda dengan 'kekuatan super'</caption><url href=" http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160603_vert_aut_ibot " platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ada cara yang lebih baik untuk membawa pulang bir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160602_vert_aut_bir" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fakta 'mengerikan' tentang kematian di Puncak Everest</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert_fut/2016/06/160603_vert_fut_everest" platform="highweb"/></link>
Shani Shingnapur

Sumber gambar, Swati Jain

Keterangan gambar, Setiap hari, sekitar 40.000 orang berkunjung ke tempat keramat sederhana di Shani Shingnapur.

Tradisi itu diteruskan selama beberapa generasi.

Penduduk biasanya menaruh potongan papan kayu di pintu agar anjing jalanan tidak masuk ke dalam rumah namun tidak ada pintu dan mereka meninggalkan perhiasan maupun uang begitu saja, dengan keyakinan bahwa pelindung suci mereka akan menjaganya.

Bahkan kamar mandi umum di alun-alun desa hanya ditutup dengan tirai.

Bangunan baru juga harus menghormati tradisi ini. Kantor polisi –yang baru dibuka September 2015 dan sampai saat ini belum menerima satu laporanpun dari penduduk - tidak punya pintu.

Shani Shingnapur

Sumber gambar, Swati Jain

Keterangan gambar, Cabang United Commercial Bank dilengkapi dengan pintu kaca sebagai perlambang transparansi.

Sementara United Commercial Bank membuka bank pertama tanpa kunci di India dengan cabang di Shani Shingnapur tahun 2011, yang dilengkapi pintu kaca sebagai perlambang transparansi dengan kunci yang dikendalikan dari jarak jauh yang tak terlihat demi menghormati keyakinan penduduk.

Para warga juga tak terlalu peduli dan tidak meminta tetangga untuk menjaga rumah jika bepergian ke luar kampung. Mereka yakin bahwa pencuri akan langsung dihukum menjadi buta dan orang yang tidak jujur akan dikutuk selama tujuh setengah tahun,

Dan mereka mengatakan ketika seorang penduduk memasang pintu kayu di rumahnya, orang itu langsung menderita kecelakaan mobil.

  • <link type="page"><caption> Mengapa kita terpukau pada para pembunuh berantai?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160524_vert_fut_pembunuh_berantai.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Film pendek ini gambarkan masa depan yang mengagumkan... sekaligus menakutkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160526_vert_fut_masa_depan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa orang Jepang biasa 'tidur' di tempat umum?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160524_vert_fut_tidur_jepang.shtml" platform="highweb"/></link>
Shani Shinghapur

Sumber gambar, Swati Jain

Keterangan gambar, Warga juga tidak meminta tetangga untuk menjaga rumah jika bepergian ke luar kampung.

Karena sejarah yang unik ini, Shani Shingnapur kedatangan para pemeluk Hindu yang taat dari seluruh penjuru India.

Setiap hari, sekitar 40.000 orang berkunjung ke tempat keramat sederhana yang berkembang menjadi kuil besar yang menerima banyak sumbangan.

Walau Shani Shingnapur bebas dari pencurian selama berabad-abad, tahun 2010 lalu seorang pengunjung mengaku kecurian barang-barang dan uang senilai 35.000 rupee atau sekitar Rp7 juta dari dalam mobilnya. Setahun kemudian, ada laporan pencurian perhiasan emas senilai 70.000 rupee (sekitar Rp13 juta).

Bagaimanapun laporan itu tidak diteruskan karena warga yakin pencurian terjadi di luar kampung mereka.

Shani Shingnapur

Sumber gambar, Swati Jain

Keterangan gambar, Beberapa penduduk meminta gram-panchayat dewan pemerintah setempat untuk memasang pintu dan kunci.

Orang-orang yang skeptis mengatakan bahwa tingginya tingkat kejahatan karena lokasi desa yang terpencil dan bukan karena kesaktian dewa.

Terlepas dari mana yang benar, waktu bergerak dan beberapa penduduk mulai mempertanyakan tradisi lama dengan meminta gram-panchayat (atau dewan pemerintah setempat) untuk memasang pintu dan kunci demi keamanan keluarganya.

Tapi banyak penduduk Shani Shingnapur yang berharap tradisi itu diteruskan dan Dewa Shani tetap melindungi mereka dari setiap mata setan sampai berabad-abad mendatang.

<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris</italic><italic><link type="page"><caption> The village with no locks or doors</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/story/20160526-the-village-with-no-locks-or-doors" platform="highweb"/></link> dan berbagai artikel sejenis di </italic><link type="page"><caption> <italic>BBC Travel</italic></caption><url href="http://www.bbc.com/travel" platform="highweb"/></link>.