Kawasan menakjubkan peninggalan raja nan keji

Sumber gambar, JILL POTTER
Jelajahi Samarkand, kawasan kekaisaran tua yang megah nan eksotis, tempat para raja dan penakluk paling ditakuti, yang dikisahkan pernah menewaskan 5% penduduk dunia pada masanya.

Sumber gambar, JILL POTTER
Ibukota Kekaisaran Global
Timur Lenk pernah merupakan salah seorang penakluk dan raja paling ditakuti di dunia. Sepanjang langkahnya membangun kekaisarannya yang melintasi Asia dan Eropa di akhir abad 14, menurut catatan para sejarawan, Timur Lenk telah membunuh sekitar 5% penduduk bumi.
Namun ia juga mewariskan sejumlah peninggalan berbentuk keindahan pula. Dan kini penguasa kontroversial ini ditetapkan pula sebagai pahlawan agung Uzbekistan, saat peringatan 25 tahun kemerdekaan negeri itu, dengan ditandai pemugaran berbagai bangunan yang didirikan Timur Lenk.
Samarkand, kota gurun yang dulu merupakan ibukota kekaisaran global Timur Lenk, sangatlah eksotis dan megah, penuh dengan istana dan masjid, madrasah dan mausoleum, menara masjid yang menjulang dan kubah raksasa – semuanya dalam ubin biru bercorak dan ratusan tahun sejarah.
Gambar di atas adalah necropolis atau taman pemakaman Shah-i-Zinda, yang dibangun antara abad ke 11 hingga abad ke 19. Di sana terdapat pusara keluarga Timur Lenk, dan menurut syahibul hikayat, juga keponakan Nabi Muhammad.

Sumber gambar, JILL POTTER
Masjid Raksasa
Dibangun dalam ukuran menakjubkan, masjid Samarkand dan bangunan bersejarah lainnya menjulang di seantero kota modern ini. Misalnya, masjid Bibi Khanum ini, yang dibangun Timur Lenk setelah melancarkan serangan ke India pada akhir abad ke-14, aslinya memiliki 450 pilar marmer dan dibangun dengan mengerahkan hampir 100 ekor gajah. (Tim Johnson)

Sumber gambar, JILL POTTER
Jantung kekaisaran
Meskipun kekaisaran yang dibangun Timur Lenk -dikenal juga sebagai Tamerlane- membentang dari lokasi yang sekarang adalah India hingga Turki, dan dari Rusia sampai Arab Saudi, jantung kekuasaannya adalah Registan (bahasa Persia yang berarti "tempat berpasir") di Samarkand. Alun-alun ini dulunya merupakan tempat penyelenggaraan acara-acara kerajaan rumah bagi proklamasi kerajaan - juga eksekusi di depan umum. Sekarang, tempat ini digunakan untuk acara-acara penting, termasuk festival-festival musik.

Sumber gambar, JILL POTTER
Kota kubah
Samarkand adalah kota kubah, dan sejumlah kubah akan lebih indah bila dilihat dari dalam. Tersebar di seluruh angkasa kota, kubah-kubah ini kesaksian yang menjulang tentang warisan arsitektur Timur Lenk, yang membuat kota ini dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pada gambar, tampak bagian dalam masjid Tilla Kari (masjid "bersaput emas"), yang merupakan bagian dari kompleks Registan.

Sumber gambar, TIM JOHNSON
Sains dan sastra
Mirzo Ulugbek, cucu Timur Lenk dan penguasa ketiga dalam kekaisaran Timuriyah, adalah seorang ahli matematika dan sekaligus penyair - dan lebih merupakan seorang intelektual ketimbang pemimpin. Dia digulingkan oleh anak kandungnya sendiri, yang memerintahkan pemancungan kepalanya untuk kemudian menguasai kerajaannya.
Warisan Ulugbek paling terlihat pada reruntuhan Observatorium Ulugbek (foto kanan), yang dibangun pada 1428. Pemerintah kota mencurahkan miliaran soms (mata uang Uzbekistan) dari kas negara untuk memugar situs bersejarah Samarkand, termasuk gerbang masuk observatorium. Kemudian sesudah setiap pemugaran tuntas, sebagian besar pekerjaan pemeliharaan jatuh ke suatu pasukan kecil perempuan setempat, yang menyapu dan mengepel dengan penuh semangat.

Sumber gambar, TIM JOHNSON
Makam sang raja
Seorang penakluk yang mengambil nyawa orang lebih banyak daripada kebanyakan penguasa lain, Timur Lenk sendiri mangkat pada 1405. Dia dimakamkan di Mausoleum Gur-Emir yang megah.
Seperti orangnya, tempat peristirahatan terakhirnya sangat menakjubkan dan merupakan contoh dari keberlebihanan: di mausoleum ini terdapat emas yang berlimpah, serta menyimpan salah satu batu giok terbesar di muka bumi.
<italic>Silakan menyimak versi asli karangan ini, <link type="page"><caption> The stunning home of a ruthless king</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/story/20160104-the-stunning-home-of-a-ruthless-king" platform="highweb"/></link>, serta berbagai arikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Travel</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/" platform="highweb"/></link>.</italic>









