Fakta 'mengerikan' tentang kematian di Puncak Everest

Sumber gambar, Getty
Ketika para pendaki mencoba mencapai Puncak mereka harus menghadapi fakta seram: ketika pegunungan itu mengambil nyawa, jenazah mereka yang mati akan berada di sana dalam waktu yang lama.
Jenazah yang masih berada di pegunungan tersebut kini lebih dari 200. Ketika para pendaki meninggal dunia, hampir mustahil mengambil jenazah mereka.
Seperti <link type="page"><caption> ditulis Rachel Nuwer untuk BBC Future tahun lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151008-the-graveyard-in-the-clouds-everests-200-dead-bodies" platform="highweb"/></link>, “Para pendaki dan Sherpa (pengangkat beban) terbaring di dalam rekahan, terkubur di longsoran salju dan tergeletak di dasar jurang. Tubuh mereka terterpa sinar matahari dan kacau bentuknya.”
Jenazah ini begitu banyak di puncak, dan banyak kejadian, pendaki harus <link type="page"><caption> melangkahi jenazah-jenazah itu untuk mencapai Puncak Everest</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151008-the-tragic-story-of-mt-everests-most-famous-dead-body" platform="highweb"/></link>.
- <link type="page"><caption> Mengapa kita terpukau pada para pembunuh berantai?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160524_vert_fut_pembunuh_berantai.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Film pendek ini gambarkan masa depan yang mengagumkan... sekaligus menakutkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160526_vert_fut_masa_depan.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa orang Jepang biasa 'tidur' di tempat umum?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160524_vert_fut_tidur_jepang.shtml" platform="highweb"/></link>
BBC News melaporkan tiga orang pendaki lagi telah <link type="page"><caption> meninggal di pegunungan itu dalam waktu empat hari</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151008-the-tragic-story-of-mt-everests-most-famous-dead-body" platform="highweb"/></link>: Subhash Paul dari India, Eric Ary Arnold dari Belanda dan Maria Strydom dari Australia.
Rekan Paul juga dilaporkan hilang sebelumnya.

Sumber gambar, Nigel Hawtin
Puncak Everest telah ditaklukkan beberapa kali hingga mudah untuk dilupakan bahwa ia demikian berbahaya. Banyak pendaki tewas di tengah badai atau jatuh, tapi banyak juga yang tewas akibat ketinggian.
Di “zona kematian” dekat puncak, pikiran bisa tertutup bersama dengan tubuh yang melemah, menuju ke kelelahan dan keputusan yang buruk yang mengarah pada kematian.
Untuk mengingatkan bahaya Puncak Everest, grafik di bawah ini memperlihatkan kematian yang disebabkannya, hingga bulan Oktober 2015:

Sumber gambar, Nigel Hawtin
Dari waktu ke waktu, kematian menjadi semakin sering dan mengkhawatirkan sehingga pendakian dihentikan.
Namun banyak uang yang bisa dihasilkan untuk mereka yang berani mengambil risiko dan tampaknya tak akan ada ujung bagi antrean orang yang bersedia mempertaruhkan hidup mereka di atap dunia.
Baca lebih jauh laporan khusus dari Rachel Nuwer tentang kematian yang semakin menjadi masalah di Puncak Everest, serta apa yang membuat para pendaki terus mempertaruhkan hidup mereka, serta cerita sedih dari tubuh paling terkenal di bukit-bukit pegunungan itu:
Bagian satu: <link type="page"><caption> The tragic tale of Mt Everest’s most famous dead body </caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151008-the-tragic-story-of-mt-everests-most-famous-dead-body" platform="highweb"/></link>
Bagian dua: <link type="page"><caption> Everest Death in the clouds: The problem with Everest’s 200+ bodies</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151008-the-graveyard-in-the-clouds-everests-200-dead-bodies" platform="highweb"/></link>
Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris<link type="page"><caption> The gruesome, sobering reality of death on Mount Everest</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20160523-the-gruesome-sobering-reality-of-death-on-mt-everest" platform="highweb"/></link><italic>, </italic>dan berbagai artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link><italic>.</italic>









