Cara seseorang berjalan dianggap cerminkan kepribadiannya

Pejalan kaki
Keterangan gambar, Apakah orang bisa mengubah gaya jalan untuk menyampaikan kesan tertentu?

Kalau Anda melihat seorang pria masuk ke bar dengan jalan bergaya angkuh ala John Wayne, mungkin Anda beranggapan dia adalah pria percaya diri yang tangguh.

Atau bisa jadi Anda berpikir kurang sopan tentang dia. Apapun, Anda mungkin akan sulit untuk tidak mengambil kesimpulan tentang pribadinya berdasarkan cara jalannya.

Para psikolog sudah melakukan studi tentang hal ini selama sekitar tiga perempat abad dan temuan mereka adalah sebagian besar orang cenderung memiliki penafsiran yang sama atas kepribadian orang berdasarkan caranya berjalan.

  • <link type="page"><caption> Kamera berbentuk aneh yang mengubah fotografi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/06/160529_vert_fut_sport" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa foto veteran misterius ini selalu menjadi viral?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/05/160501_vert_cul_foto_viral.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa melewati pintu bisa membuat orang lupa?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160501_vert_fut_pintu.shtml" platform="highweb"/></link>

Setelah menyaksikan koboi tadi masuk ke dalam bar, kemungkinannya adalah Anda dan saya sepakat dengan kepribadiannya.

Tapi seberapa akurat asumsi itu? Dan karakterisitk apa lagi yang bisa Anda dapatkan dari cara Anda berjalan? Yang mengerikan, orang terbaik untuk ditanyai soal ini mungkin seorang psikopat.

Bantuan teknologi digital

Mari kita lihat dulu penelitian tentang gaya jalan dan kepribadian.

Salah satu penelitian awal diterbikan pada tahun 1935 oleh psikolog Jerman, Werner Wolfff. Dia membuat film tentang lima pria dan tiga perempuan, yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang direkam. Mereka diminta untuk main lempar cincin dengan menggunakan seragam kerja (untuk menyembunyikan kepribadian mereka).

Koboi

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Gaya jalan ala John Wayne mungkin memberi kesan percaya diri.

Belakangan para peserta diajak menonton film tersebut, yang sudah diedit untuk menyembunyikan bagian kepala, dan mereka memberi penafsiran semata-mata berdasarkan gaya berjalan.

Penelitian juga menemukan beberapa rincian yang aneh. Namun yang paling penting adalah para peserta mendapatkan kesan atas satu sama lainnya berdasarkan gaya jalan dan banyak kesepakatan dalam penilaian mereka.

Contohnya adalah beberapa deskripsi yang mereka sampaikan secara mandiri tentang ‘Subjek 45’.

“Pretensius, tanpa ada alasan.”

“Orang yang ingin mendapat perhatian dengan segala cara.”

“Sadar dan sengaja sombong, ingin dipuja.”

“Tidak merasa aman di dalam, mencoba untuk yakin di depan orang.”

“Membosankan, agak sombong dan tidak merasa aman.”

  • <link type="page"><caption> Apakah rutinitas pagi membantu kita lebih produktif?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/05/160524_vert_cap_kebiasaan_pagi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mencari harta karun bawah laut dengan teknologi canggih</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/04/160422_vert_fut_harta_kapalkaram.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kisah orang-orang yang namanya membuat komputer bingung</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/04/160415_vert_fut_nama_komputer.shtml" platform="highweb"/></link>

Menakjubkan bahwa para peserta membentuk kesan yang serupa atas subjek tersebut dan yang lainnya.

Tentu saja, dengan sampel yang kecil dan kemungkinan peserta mendapatkan petunjuk lain dari gaya berjalan, ada masalah dengan riset awal ini (para peserta juga mengetahui satu sama lain walau mereka tidak mengenali dengan baik siapa yang ada dalam video tersebut).

Eksperimen modern lebih canggih, bukan hanya karena teknologi digital yang bisa mentransformasi cara jalan seseorang menjadi bentuk tunggal berlatar belakang hitam dengan titik-titik putih yang memperlihatkan gerakan dari setiap persendian. Cara ini menyingkirkan semua petunjuk selain gerakan-gerakan jalan.

Mengayun atau bergoyang

Dengan menggunakan pendekatan ini, para psikolog Amerika Serikat pada akhir tahun 1980-an menemukan bahwa secara umum ada dua bentuk berjalan, yang bisa dibedakan dengan gerakan gaya lebih muda atau lebih tua.

Pejalan kaki

Sumber gambar, iStock

Keterangan gambar, Gaya jalan tidak selalu berhubungan dengan usia seseorang.

Yang pertama lebih melibatkan irama bergoyang, paha yang lebih bergoyang, lengan lebih bergerak dan langkah yang lebih sering sementara yang satu lagi adalah gaya yang lebih kaku, lebih lambat, dan lebih condong ke depan.

Namun gaya jalan tidak selalu berhubungan dengan usia seseorang karena Anda bisa saja muda dengan gaya jalan tua dan sebaliknya. Lebih jauh lagi, pengamat mengasumsikan bahwa orang yang berjalan dengan gaya lebih muda menjadi lebih gembira dan lebih berpengaruh. Kasusnya tetap sama ketika usia yang sebenarnya diperlihatkan dengan mengungkapkan wajah dan tubuh.

Penelitian-penelitian seperti itu kembali memperlihatkan bahwa orang mengambil kesimpulan tentang orang lain berdasarkan cara berjalan yang terlihat, namun penelitian ini tidak menjawab pertanyaan apakah asumsi-asumsi tersebut memang akurat.

Untuk itu, kita harus melihat studi di Inggris dan Swedia yang diterbitkan beberapa tahun lalu, yang membandingkan peringkat orang tentang kepribadiannya sendiri dengan asumsi yang dibuat orang lain terhadap mereka berdasarkan tayangan video cara berjalan mereka.

Hasilnya memperlihatkan bahwa ada dua gaya berjalan utama, walau studi ini menggambarkannya dengan istilah yang berbeda.

Yang pertama disebut ekstensif, bergaya bebas, yang menurut pengamat sebagai pertanda dari petualangan, keterbukaan, kepercayaan, dan kehangatan.

Sedangkan yang satu lagi adalah pelan, bergaya santai, yang menurut pengamat ditafsirkan sebagai pertanda dari kemantapan emosi.

Akan tetapi, penilaian pengamat adalah salah –kedua gaya berjalan itu sebenarnya tidak berkolerasi dengan karaker yang dimaksud, paling tidak jika dilihat dari peringkat kepribadian yang mereka buat sendiri.

Kesan salah

Pesan dari semua penelitian ini adalah kita memperlakukan gaya jalan seseorang seperti kita memperlakukan wajah, pakaian, atau akses sebagai sumber informasi tentang seseorang. Itu saja sebenarnya. Soalnya bukti-bukti menunjukkan bahwa penilaian kita cukup baik untuk wajah namun cenderung salah jika didasarkan pada gaya berjalan.

Pejalan kaki

Sumber gambar, iStock

Keterangan gambar, Psikolog mengatakan tidak ada cara yang jelas untuk mengajarkan cara berjalan.

Setidaknya begitulah yang terjadi pada banyak penilaian yang kita lakukan. Namun ada cara sinis yang kita buat untuk penilaian yang lebih akurat atas orang lain berdasarkan jalan kita, dan itu berkaitan dengan kerentanan.

Beberapa temuan awal memperlihatkan bahwa laki-laki dan perempuaan dengan langkah lebih pendek, ayunan lengan yang lebih kecil, dan gaya jalan yang lebih pelan cenderung terlihat lebih rentan (harap diingat kemiripannya dengan gaya berjalan orang yang lebih tua yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya).

Sebuah penelitian di Jepang yang agak mengganggu, yang diterbitkan tahun 2006, menambahkannya dengan bertanya kepada para pria seberapa besar kemungkinan mereka akan menyapa atau menyentuh secara tidak senonoh mahasiswa perempuan yang ditampilkan dalam layar TV yang memperlihatkan gerakan mereka.

Dengan semata-mata berdasarkan pada gaya berjalan perempuan bersangkutan, pria cenderung mengatakan mereka akan lebih mungkin untuk melakukan gerakan yang tidak diinginkan kepada perempuan dengan ciri yang lebih rentan, seperti lebih tertutup dan tidak stabil secara emosional.

Psikopat pengamat gaya jalan?

Yang tetap mengkhwatirkan adalah penelitian-penelitian memperlihatkan penghuni penjara dengan tingkat psikopat yang tinggi lebih akurat dalam mendeteksi orang-orang yang pernah diserang, hanya dengan melihat klip-klip video dari cara berjalan mereka.

Tampaknya beberapa tahanan menyadari penuh kemampuan ini: semakin tinggi nilai psikopatnya maka dia secara khusus menyatakan memberi perhatian atas gaya berjalan orang.

Hal ini sejalan dengan sebuah anekdot tentang pembunuh berantai, Ted Bunly, yang dilaporkan bisa mengatakan dia mengetahui "korbannya sejak mereka melangkah di jalanan".

Seluruh rangkaian penelitian di atas meningkatkan pertanyaan tentang apakah Anda bisa menerapkan gaya jalan untuk mengubah kesan yang ingin Anda sampaikan.

Beberapa riset memperlihatkan Anda bisa belajar cara berjalan untuk mengirimkan pesan tidak rentan, yaitu dengan lebih cepat dan langkah lebih panjang serta gerakan lengan yang kuat. Dan perempuan secara naluriah menerapkan unsur-unsur itu ketika berada dalam lingkungan yang kurang aman.

Namun psikolog yang mengkaji profil kepribadian dan kaitannya dengan gaya berjalan -baik itu gaya yang pelan, yang melebar, dan lambat atau gaya santai- mengatakan tidak ada cara yang jelas untuk mengajarkan cara berjalan.

Jadi mungkin sarannya adalah jangan berupaya terlalu keras untuk membuat kesan, karena bisa jadi malah terlihat sebagai upaya yang putus asa dari Subjek 45 atau goyangan koboi tadi.

<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di</italic><italic><link type="page"><caption> What Your Walks Really Says About You</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20160519-what-your-walk-really-says-about-you" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link></italic>.