Kehidupan seks yang normal, apakah itu?

Sumber gambar, Science Photo Library
Terima saja, seksualitas manusia memang rumit. Mungkin perbedaan perilaku seksual sama banyaknya dengan rasa pada makanan, dan seperti selera makanan kita, selera seksual juga berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dari satu orang ke orang lain, dan dari hari ke hari.
Karena itu, mencoba mendekripsikan kehidupan seks yang 'normal' mungkin merupakan perbuatan bodoh; variasinya begitu banyak sehingga satu statistik tidak akan dapat merekam apa yang dirasakan kebanyakan orang.
Untuk itulah, BBC Future mempelajari data yang ada untuk mencoba mendapatkan ide mengenai rentangan penuh spektrum seksual, dari seberapa banyak kita ingin melakukan seks sampai apa yang sebenarnya kita lakukan di balik selimut.
Yang jelas, data ini ini juga memiliki kekurangan-kekurangan serius.
Pasalnya, survei mengenai perilaku seksual tidak pernah bisa sepenuhnya diandalkan karena berbicara mengenai seks masih sering merupakan tabu, sehingga peserta survei mungkin tidak mengungkapkan kebenaran sepenuhnya, atau sebaliknya, mereka mungkin merasa perlu memberi jawaban yang dibesar-besarkan.
Jadi, data statistik ini bukanlah kebenaran pasti dan harus dibaca lebih sebagai indikasi umum, mengenai bermacam-macam kehidupan seksual di abad 21.

Sumber gambar, Olivia Howitt
Sudah banyak diketahui bahwa sangatlah sulit memberikan angka mengenai orientasi seksual: perkiraan jumlah homoseksual bervariasi antara <bold><link type="page"><caption> 1% sampai 15%</caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007/s10508-006-9088-5" platform="highweb"/></link></bold> tergantung pada siapa yang Anda tanya, bagaimana Anda menanyakannya, dan apakah Anda memeriksa ketertarikan, perilaku, atau identitas.
Walaupun begitu, sejumlah survei terbaru dari seluruh dunia mengisyaratkan bahwa sejumlah orang sama sekali tidak memiliki hasrat seksual (tapi tidak berarti bahwa mereka tidak pernah menjalin hubungan).
Sedangkan mengenai orientasi seksual lainnya, angka pastinya tidak diketahui (kebanyakan menyebutkan sekitar 1%) tetapi ada makin banyak gerakan yang mendukung aseksualitas untuk mereka yang sama sekali tidak memiliki perasaan seksual.
Sumber: <bold><link type="page"><caption> Psychology and Sexuality</caption><url href="http://sro.sussex.ac.uk/49417/" platform="highweb"/></link></bold>

Sumber gambar, Olivia Howitt
Salah satu pengertian yang salah yang sering dimiliki banyak orang adalah bahwa kebanyakan <bold><link type="page"><caption> hubungan seks kasual melibatkan orang yang baru kita kenal</caption><url href="https://www.psychologytoday.com/blog/strictly-casual/201408/what-type-casual-sex-are-people-really-having" platform="highweb"/></link></bold>; dalam kenyataannya, seks memiliki banyak bentuk hubungan tidak formal, dan hubungan seks dengan orang tidak dikenal secara relatif sangat jarang, sebagaimana ditunjukkan dalam survei Amerika Serikat tahun 2009 ini.
(Meskipun mungkin lebih condong untuk <bold><link type="page"><caption> orang-orang muda</caption><url href="http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1054139X12003515" platform="highweb"/></link></bold> yang berusia remaja dan 20 tahunan, angka ini tidak begitu berbeda untuk mereka yang berusia sampai dengan 60 tahun.)
Dengan kata lain, untuk hampir 50% populasi, hubungan seks itu 'rumit'.
Sumber: <bold><link type="page"><caption> Journal of Sexual Medicine</caption><url href="http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1743-6109.2010.02020.x/pdf" platform="highweb"/></link></bold>

Sumber gambar, Olivia Howitt
Data ini berdasarkan Survei Seks Global di Amerika Serikat, yang melibatkan lebih dari 50.000 responden berusia 18 tahun ke atas.
Meskipun kekerapan sanggama menurun seiring dengan usia, tetaplah tidak serendah yang mungkin Anda bayangkan.
Sebuah survei terhadap mereka yang berusia lanjut baru-baru ini (rata-rata berusia 70 tahun) menemukan bahwa paling tidak 50% dari mereka melakukan hubungan seks dua kali sebulan, dengan 11% di antaranya menikmati hubungan seks secara teratur setiap minggu.
Sumber: <link type="page"><caption> Social Indicators Research </caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11205-013-0267-1" platform="highweb"/></link> dan <bold><link type="page"><caption> Archives of Sexual Behaviour</caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007/s10508-015-0651-9?no-access=true" platform="highweb"/></link></bold>

Sumber gambar, Olivia Howitt
Angka-angka ini berdasarkan pada survei anonim terhadap hampir 2.000 responden, berusia antara 18-59 tahun, di Amerika serikat, yang ditanyai mengenai perilaku seperti apa yang mereka lakukan terakhir kali mereka melakukan hubungan seks.
Sumber: <bold><link type="page"><caption> The Journal of Sexual Medicine</caption><url href="http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1743-6109.2010.02020.x/pdf" platform="highweb"/></link></bold>

Sumber gambar, Olivia Howitt
Meskipun perempuan lesbian dilaporkan secara frekuensi lebih jarang melakukan hubungan seks dibandingkan lelaki gay atau pasangan heteroseksual, tetapi hubungan seks mereka berlangsung lebih lama, menurut sebuah survei daring yang dilakukan di Kanada dan AS.
Sumber: <link type="page"><caption> Canadian Journal of Human Sexuality</caption><url href="http://www.lehmiller.com/blog/2014/9/12/lesbians-may-have-sex-less-often-but-when-they-do-it-they-make-it-count" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Olivia Howitt
Pada umumnya diasumsikan bahwa hanya perempuan yang berpura-pura mencapai titik klimaks, tetapi sebuah studi baru-baru ini di AS menemukan relatif cukup banyak pria yang juga berpura-pura mencapai orgasme dalam satu saat dalam berbabagi aktivitas seksual.
Alasannya, seperti mungkin Anda sudah duga, sering kali karena mereka tidak merasa ingin melakukannya, tetapi tidak mau mengecewakan pasangan mereka.
Meskipun mereka berpura-pura, tetapi hanya <link type="page"><caption> 20% lelaki</caption><url href="http://www.apa.org/monitor/2011/04/orgasm.aspx" platform="highweb"/></link> yang menganggap bahwa pasangan mereka juga melakukan hal yang sama.
Sumber: <bold><link type="page"><caption> Journal of Sex Research</caption><url href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19707929" platform="highweb"/></link></bold>
David Robson adalah penulis karangan khas di BBC Future. Di Twitter ia menggunakan nama @d_a_robson. Olivia Howitt adalah editor foto dan gambar BBC Future. Di Twitter, ia menggunakan nama @oliviahowitt.
<italic>Versi bahasa Inggris tulisan ini:</italic><italic><link type="page"><caption> What is a 'normal' sex life?</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20160217-what-is-a-normal-sex-life" platform="highweb"/></link></italic><italic>dan artikel-artikel lain sejenis bisa Anda di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link></italic>.









