Bagaimana membuat batu bata di permukaan bulan?

Bulan

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Para pakar ingin membuat markas atau stasiun di bulan, tapi dengan memakai material yang telah tersedia di satelit Bumi ini.

Tak sedikit pemikiran atau desain kerja-kerja ilmiah yang teriinspirasi oleh film. Ingat film James Bond Man with The Golden Gun?

Dalam film yang dirilis pada 1974 ini, Bond harus berhadapan dengan tokoh antagonis Francisco Scaramanga yang ingin menguasai dunia dengan bantuan Solex Agitator, peranti yang bisa mengubah sinar matahari menjadi energi tak terbatas.

Kini para ilmuwan di Jerman memanfaatkan prinsip cara kerja Solex Agitator untuk membangun desa di bulan.

Mengapa perlu desa di bulan? Jawabannya adalah untuk menghemat uang andai nanti manusia perlu membuat koloni di sana.

Bayangkan saja, misi Apollo untuk mendaratkan 12 astronot di bulan pada 1960-an dan1970-an perlu dana tak kurang dari US$200 miliar atau sekitar Rp2.700 triliun, jika diukur dengan nilai uang sekarang ini.

Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mengirim orang dan semua material untuk membangun desa atau koloni di bulan?

Oleh karena itu para ilmuwan sejak beberapa waktu terakhir memikirkan cara lain untuk membangun koloni di bulan dengan biaya yang terjangkau.

Tungku super panas

Salah satu metode yang dikaji adalah dengan memanfaatkan sinar matahari untuk memadatkan debu-debu yang ada di permukaan bulan.

Para ahli membayangkan debu-debu yang dipadatkan ini nantinya bisa diubah menjadi semacam batu bata.

Dan itulah yang sedang diteliti dan dikaji para ilmuwan yang bekerja di kampus badan ruang angkasa Jerman, DLR, di Cologne.

Ketika saya berkunjung di kompleks kampus DLR saya melihat bagaimana para ilmuwan di sini memanfaatkan sinar matahari untuk memanaskan perapian atau tungku, yang suhunya bisa mencapai 2.500 Celsius, cukup untuk melelehkan hampir semua logam, termasuk besi, baja, dan titanium.

Bulan

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Jika membangun koloni dengan bahan-bahan yang dikirim dari Bumi, maka ongkosnya akan sangat mahal.

“Salah satu tantangan terbesar membuat markas atau stasiun di bulan adalah ongkosnya yang sangat mahal untuk mengirim semua material ke sana,” ujar Matthias Sperl, fisikawan di DLR.

Selama berpuluh-puluh tahun ilmuwan dan arsitek mencoba merancang desain stasiun di bulan, baik berbentuk kubah maupun dengan membangun struktur di bawah permukaan, dengan memanfaatkan bahan atau material yang ada di satelit Bumi ini.

Tapi tak satu pun dari rancangan ini yang bisa menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah semua rancangan ini memang bisa dibuat di sana nantinya?

Mencairkan debu

“Kami memulai rancangan kami dengan membayangkan, apa yang terjadi jika kita tak lahir di Bumi. Apa yang terjadi seandainya kita besar di bulan dan bagaimana kita akan membangun rumah di sana,” kata Sperl.

Sperl menggunakan tungku matahari untuk mempelajari sifat-sifat debu bulan, untuk mengetahui apakah debu ini bisa dicairkan atau dibakar untuk kemudian dicetak menjadi batu bata.

“Ini model solusi yang ideal karena tersedia banyak debu dan sinar matahari di sana,” katanya.

Ia memperlihatkan kepada saya bubuk halus berwarna abu-abu yang sangat mirip dengan debu di bulan. Ia meminta saya untuk tidak menyentuhnya.

“Ini benda jahat, campuran antara pasir pantai dan abu vulkanik,” kata Sperl. “Ujungnya sangat tajam.”

Masih diperlukan kajian yang mendalam untuk mengubah debu ini menjadi batu bata.

Belum lagi soal uji untuk memastikan bahwa batu bata yang dibuat nanti bisa bertahan lama di lingkungan permukaan bulan yang sangat ganas.

Pencetak 3D

Bulan

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Apa pun bahan yang akan dipakai untuk membuat stasiun, bahan ini harus tahan menghadapi lingkungan yang sangat ganas.

“Kekuataanya harus setara dengan batu karang, sehingga astronot yang tinggal di dalamnya akan aman,” kata Sperl.

Dengan asumsi bahwa batu bata bisa dibuat dari debu bulan, perhatian selanjutnya adalah memikirkan rancangan bentuk batu bata ini sendiri.

Apakah akan dibuat seperti batu bata konvensional atau akan dibuat seperti blok lego yang bisa saling mengunci satu sama lain?

Proses membuat batu bata di bulan mungkin juga memerlukan mesin pencetak tiga dimensi (3D), sesuatu yang tengah dipikirkan badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, untuk membuat stasiun di Mars.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah gravitasi yang tidak sebesar di permukaan Bumi. Ini berarti kekuatan struktur batu bata bisa lebih kecil dari batu bata konvensional.

Di atas kertas, semuanya tampak sudah siap, tapi para pakar mengakui masih diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk untuk mewujudkannya.

Namun para ahli di badan ruang angkasa Jerman mengaku optimistis.

“Saya yakin mimpi akan menjadi kenyataan dan saya sudah tak sabar untuk melihatnya sendiri secara langsung,” kata Sperl.

Versi bahasa Inggris artikel ini: <link type="page"><caption> A village made of Moon dust</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20160126-a-village-made-of-moon-dust" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel lain sejenis bisa dibaca di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link><italic>.</italic>