Bagaimana berolahraga dengan lebih cerdas

Sumber gambar, AFP
Sebelum Anda berangkat ke gym, berikut ini ada tujuh pencerahan menarik dari dunia ilmu pengetahuan untuk membantu Anda memotivasi diri dan mendapatkan lebih banyak manfaat dari latihan olahraga Anda:
Pikirkan ini: anak-anak yang berjalan ke sekolah berkonsentrasi lebih baik dan mendapatkan nilai ujian yang lebi baik; orang yang lebih tua yang menikmati olahraga ringan lebih kurang kemungkinannya untuk menderita masalah kognitif
Memang dipercayai bahwa pasokan darah tambahan ke otak mendorong pertumbuhan sel-sel saraf dan mendukung dilepaskannya neurotransmitter tertentu serta pertumbuhan hormon yang penting bagi kesehatan keseluruhan otak.
Musik apa yang Anda mainkan untuk menemani Anda berlatih? Banyak dari kita berpendapat bahwa mendengarkan musik sambil berolahraga membantu mengurangi usaha serta meningkatkan daya tahan. Mengapa musik memiliki efek ini? <bold><link type="page"><caption> Jawabannya terletak dalam otak kita, bukan pada otot kita, kata Tom Stafford dalam sebuah artikelnya mengenai hal ini.</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20130618-the-psychology-of-workout-music" platform="highweb"/></link></bold>
Efek ini kelihatannya paling menonjol pada olahraga yang diatur kecepatannya oleh diri kita sendiri – lari atau berdayung misalnya, alih-alih olahraga dalam tim. Wilayah di otak yang memberikan sinyal pergerakan otak disebut sebagai korteks motor. Di sinilah kita merencanakan untuk melakukan gerakan dan khususnya penting untuk mengukur waktu tindakan yang dilakukan.
Sinyal dari musik berjalan turun dari jalur pendengaran kita ke tempat area motorik suplemen berada, kata Stafford, dan ritme musik mungkin membantu proses pengaturan waktu tindakan yang kita lakukan.
Penyebab kram atau kejang pada otot merupakan sesuatu yang masih menjadi misteri. Hal ini sukar diperkirakan, dan mencoba menimbulkannya di laboratorium tidaklah mudah, sehingga kebanyakan studi harus mengandalkan pada observasi kehidupan nyata.
Penelitian pada pemain sepak bola Amerika menunjukakn bahwa kram lebih mungkin terjadi di cuaca panas, yang cocok dengan teori bahwa kram disebabkan oleh tingkat garam yang rendah, yang hilang melalui keringat. Masalahnya, para atlet di iklim dingin juga bisa mengalami kram.
Sebuah studi lain yang dilakukan pada para pelari ultramaraton Afrika Selatan menemukan sedikit perbedaan dalam tingkat sodium di antara atlet yang mengalami kram dan yang tidak. Nasihat yang bisa diberikan adalah jika Anda mengalami kram, maka regangkan bagian tubuh yang kram. Tidak perlu meningkatkan tingkat sodium dalam tubuh.

Sumber gambar, AFP
Sering kali kita diberi tahu bahwa meregangkan otot-otot kita merupakan cara terbaik untuk menghindari anggota tubuh menjadi sakit keesokan harinya atau mencegah cedera saat berolahraga. Apakah hal ini benar?
Dua studi yang pernah dilakukan sama-sama memberi jawaban: tidak benar. <bold><link type="page"><caption> Dalam artikel yang ditulis oleh Claudia Hammond ini</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20120724-you-must-stretch-before-exercise" platform="highweb"/></link></bold>, Rob Herbert dari George Institute di Australia – penulis salah satu dari dua pengkajian tersebut – mengatakan jika Anda suka melakukan peregangan sebelum berolahraga, Anda boleh saja terus melakukannya, tetapi hal ini mungkin tidak ada manfaatnya. Semua bukti yang ada menunjukkan hanya ada sedikit perbedaan dalam pemulihan otot atau pencegahan cedera.
Jika Anda senang berlari mungkin Anda memiliki sepatu lari yang dipersonalisasi. Untuk mendapatkan sepatu ini, Anda mungkin harus lari di depan penjaga toko sementara mereka memberi tahu Anda pronation Anda (memutar kaki ke dalam saat kaki bertemu dengan lantai). Tetapi apakah hal ini memang penting?
Bukti mengenai manfaat alas kaki khusus begitu langka sehingga sejumlah orang menganggapnya hanya mitos belaka. Yang juga mengejutkan adalah, bahkan bukti bahwa lari di permukaan yang keras menyebabkan cedera juga sama lemahnya. Tetapi tentunya para produsen sepatu masih akan terus mencoba membuat sepatu dengan menyatakan bahwa sepatunya menyokong kaki lebih baik dan mencegah cedera.

Sumber gambar, Science Photo Library
Jika Anda atlet yang penuh tekad, Anda mungkin ingin menentukan target yang ambisius untuk diri Anda. Tetapi, apakah batasan kemampuan manusia? <bold><link type="page"><caption> Ed Yong menjelajahi hal ini untuk kita</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20120712-will-we-ever-run-100m-in-9-secs" platform="highweb"/></link></bold>, dan tidak mengejutkan bahwa ia merasa sulit menemukan jawabannya.
Untuk kebanyakan para pelari, kecepatan umumnya ditentukan oleh seberapa kekuatan yang bisa mereka terapkan ketika kaki mereka berada di tanah, jadi ada dua pilihan untuk meningkatkan kecepatan; injak tanah dengan lebih keras atau pakai tenaga yang sama untuk periode waktu yang lebih lama. Penelitian menunjukkan bahwa otot betis paling menentukan kekuatan yang dipakai pelari untuk menginjak tanah dibandingkan yang lainnya.
Orang makin cepat dalam berlari, tetapi dengan cara yang tidak dapat diprediksi. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa kita belum mencapai titik tertinggi kecepatan manusia.
Bukti terbaik mengenai efek olahraga pada suasana hati muncul dari salah satu meta-analisis data terbesar yang dilakukan oleh Cochrane. Mereka melihat pada data dari 30 uji coba di berbagai negara, mulai dari Thailand, Denmark sampai Australia dan mencapai kesimpulan bahwa secara keseluruhan olahraga mungkin bermanfaat bagi orang yang menderita depresi, tetapi efeknya sangat kecil. Yang jelas olahraga bukan merupakan obat seperti yang diklaim sejumlah orang.









