Mahasiswa India merancang traktor revolusioner

Sumber gambar, Tim Rajshekhar Dass
Rancangan kendaraan yang revolusioner, yang keluar dari kaidah-kaidah konvensional, kadang tidak keluar dari rumah desain kenamaan.
Ini dibuktikan dengan tiga rancangan terbaik dari lomba Michelin Challenge Design yang dipamerkan di ajang pameran mobil di Detroit, Amerika Serikat.
Pemenang pertama lomba desain ini adalah traktor unik hasil rancangan satu tim mahasiswa India yang dipimpin Rajshekhar Dass.
Traktor ini terdiri dari dua bagian utama.
Bagian depan adalah motor penggerak yang dilengkapi lampu besar. Bukan sembarang lampu, karena bisa dicopot untuk menjadi lampu penerang rumah.
Di desa-desa pelosok India, fitur jelas sangat bermanfaat.
Bagian belakang traktor memiliki banyak fungsi. Bagian ini tentu saja bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen, tapi juga bisa difungsikan sebagai warung atau kios.
Selain itu bagian ini bisa diubah sebagai mobil penumpang.
Dengan kata lain, di sela-sela menekuni pekerjaan sebagai petani, pemilik traktor bisa menjadi sopir taksi untuk menambah penghasilan.
Sepeda motor pengganti keledai

Sumber gambar, Edgar Andres Sarmiento Garcia
Yang membuat para juri kagum adalah, traktor ini terhubungkan dengan internet dengan memanfaatkan proyek Google, Project Loon.
Dalam situasi darurat, internet ini sangat penting ketika traktor ini dialihfungsikan menjadi ambulans.
Rancangan traktor karya Dass ini tak terkait dengan Google, tapi yang membuat dewan juri suka adalah inisiatif Dass dan kawan-kawannya untuk memanfaatkan inisiatif atau skema semacam Project Loon, agar manfaat skema ini bisa dimaksimalkan.
Desain yang menjadi pemenang kedua masih terkait dengan dunia pertanian, kali ini dengan konteks perkebunan kopi di pelosok Argentina.
Di negara ini kopi banyak ditekuni oleh para petani kecil dan sering kali mereka harus menggunakan keledai atau kuda untuk mengangkut kopi ke pusat-pusat pemrosesan.
Medan jalur untuk mengangkut kopi ini sering kali sempit, naik turun, dan tak beraspal.
Melihat kondisi Edgar Andres Sarmiento Garcia merancang Arrierio, sepeda motor beroda empat yang bisa menggantikan tenaga keledai atau kuda.
Perancang yang tinggal di Bogota, Kolombia, ini memang sengaja membuat sepeda motornya 'telanjang' dengan harapan akan lebih mudah dirawat dan kalau ada kerusakan suku cadang, proses pergantiannya akan cepat dan murah.
Agar lebih ramah lingkungan sepeda motor pengangkut kopi ini tidak memakai bahan bakar fosil.
Rakit bambu
Pemenang ketiga lomba desain alat transportasi Michelin dimenangkan oleh Woo Sung Lee dan Chan Yeop Jeong dari Korea Selatan, yang mendesain rakit dari bambu.

Sumber gambar, Woo Sung Lee Chan Yeop Jeong
Rakit, kata Woo dan Chan, diperuntukkan untuk warga di kawasan kumuh seperti Navotas di Filipina tengah.
Mereka jelas bukan golongan yang mampu membeli mobil. Padahal alat transportasi sangat diperlukan, seperti untuk mengungsikan orang ketika terjadi banjir.
Di Navotas, banjir bercampur limbah kotor dengan cepat bisa menggenangi kawasan permukiman akibat besarnya volume air yang berasal dari tempat pembuangan sampah yang terletak tak jauh dari permukiman.
Rakit yang dirancang Woo dan Chan terbuat dari bambu, yang dilengkapi motor.
Dan karena motor ini berputar, mekanisme ini dimanfaatkan dalam proses membersihkan air.
Tiga gagasan ini tentu saja masih dalam tataran konsep dan belum bisa dipastikan apakah akan segera diproduksi secara massal.
Namun penyelenggara lomba mengatakan tiga rancangan ini akan berdampak terhadap industri mobil, tidak terkait dengan desain tapi juga skala produksi.
"Skala besar-besaran industri otomotif dewasa ini tak bisa dipertahankan dalam jangka panjang," kata Ben Ebel, anggota panitia lomba desain Michelin.
Ebel memperkirakan nantinya akan muncul model organisasi atau perusahaan yang lebih memusatkan pada aspek mobilitas, bukan jumlah unit, tapi pendekatan-pendekatan berbeda, seperti ditunjukkan oleh rakit bambu, sepeda motor Arrierio, atau traktor revolusioner dari India.
Versi bahasa Inggris tulisan ini: A transforming tractor and mule-like bike dan artikel-artikel sejenis bisa Anda baca di BBC









