Hewan-hewan dengan sengat paling mematikan

Sengat adalah salah satu senjata alam paling mengerikan.
Yang jelas, sengatan itu menyakitkan. Hewan penyengat menusukkan organ tajam mereka ke tubuh Anda. Selain itu, pada dasarnya sengat juga dapat merupakan senjata kimia yang menyemprotkan racun langsung ke aliran darah.
Namun, hewan apa yang layak disebut sebagai "raja sengat", yang sengatannya sebaiknya Anda hindari?
Jawaban dari pertanyaan itu ternyata lebih rumit dari yang Anda duga. Anda mungkin sedang bertanya tentang hewan apa yang sengatannya paling menyakitkan. Anda juga bisa sedang bertanya tentang hewan apa yang paling beracun. Atau hewan apa yang racunnya paling mematikan.

Sumber gambar, MARTIN DOHM
Sekarang, mari kita bahas soal sakitnya sengatan. Ada cara sederhana untuk menguji ini: biarkan sesuatu menyengat Anda.
Entomolog Justin Schmidt telah berkali-kali membiarkan berbagai serangga menyengatnya demi tujuan ilmu pengetahuan. Schmidt sendiri sudah membuat indeks kesakitannya sendiri, dengan deskripsi bagaimana pedihnya masing-masing sengatan.
Orang-orang yang tidak beruntung di Amerika Tengah dan Amerika Selatan kemungkinan besar akan setuju dengan Schmidt, bahwa sengatan paling menyakitkan berasal dari semut peluru. Bahkan nama semut ini sudah menggambarkan sakitnya disengat.
Di sisi lain semut maricopa, memiliki bisa paling berbahaya di antara serangga penyengat. Sebenarnya, masing-masing semut hanya punya sedikit bisa. Tapi karena mereka tinggal di koloni yang terdiri dari sampai 10.000 ekor semut, mereka bisa menjadi sangat berbahaya.
Ini memberikan penegasan penting terkait sengat: sengatan tidak hanya mengakibatkan kesakitan, tetapi juga mengancam nyawa. Khususnya kelajengking yang terkenal dengan sengatan berbahayanya.
Meskipun begitu, ahli kalajengking Lorenzo Prendini dari Museum Sejarah Alam Amerika menyatakan hanya sekitar 20 dari 2.000 spesies kalajengking, yang bisanya dapat mengancam nyawa manusia.

Sumber gambar, DANIEL HEUCLIN
Hampir seluruh kalajengking berbahaya ini berasal dari famili Buthidae, yang hidup di berbagai penjuru dunia, mulai dari Meksiko hingga Brasil, dari Afrika utara sampai India. Namun, spesies kalajengking paling berbahaya hidup di daerah gurun.
"Ada banyak spesies kalajengking berbahaya di Afrika Utara dan Timur Tengah," kata Prendini. "Kebanyakan kematian diakibatkan spesies Leiurus quinquestriatus dan berbagai macam spesies Androctonus, khususnya A. australis dan A. crassicauda."
L. quinquestriatus juga dikenal sebagai "penguntit kematian", sementara Androctonus berarti "pembantai manusia". Nama-nama itu tidak berlebihan sama sekali.

Sumber gambar, MYN
Sementara A. Australia bisa memiliki panjang tubuh 10 cm. Bisanya mengandung racun kuat yang menyerang jaringan saraf.
"Efek dari bisa kalajengking tergantung pada dua hal. Pertama kadar racun dalam bisa dan yang kedua, jumlah bisa yang disuntikkannya ke tubuh manusia," kata Prendini.
"Spesies lebih besar dengan kadar racun lebih sedikit, tetapi dapat menyuntikkan bisa dalam jumlah banyak, seperti A. australis atau Parabuthus granulatus, potensial lebih mematikan dari pada spesies lebih kecil dengan racun lebih berbahaya, tetapi hanya dapat menyuntikkan bisa dalam jumlah kecil, misalnya Leiurus quinquestriatus."
Mayoritas orang dewasa sehat, akan dapat selamat dari bisa kalajengking. Tetapi itu hanya jika mereka segera mendapat akses kesehatan, termasuk anti-bisa.
"Kebanyakan korban tewas karena kalajengking adalah anak kecil atau manula," ungkap Prendisi. "Kebanyakan sengatan terjadi di perkampungan miskin yang dekat dengan habitat kalajengking."
Karena sebagian kematian akibat sengatan kalajengking terjadi di daerah terpencil, pencatatan datanya pun tidak lengkap. Hal serupa terjadi pada data hewan dengan sengatan paling mematikan di laut.

Sumber gambar, VISUALS UNLIMITED
Ubur-ubur melontarkan proyektil untuk menangkap mangsa dan membela diri. Alat ini berfungsi seperti anak panah ketika ditembakkan. Proyektil itu akan mengeluarkan bisa yang kemudian masuk menusuk daging sasaran.
Dari sekitar 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 10-15 spesies yang dianggap berbahaya bagi nyawa manusia.
Salah satunya adalah ubur-ubur kotak. Spesies ini yang terbesar adalah ubur-ubur kotak Australia atau Chironex fleckeri, yang beratnya bisa mencapai 1 kg. Dengan tentakel sepanjang tiga meter, hewan ini mengeluarkan sengatan yang menyerang otot dan saraf.

Sumber gambar, ALFO
"C. Fleckeri telah menyebabkan banyak kematian di Australia. Spesies lain, Chironex mengakibatkan kematian di daerah lain," kata ahli ubur-ubur Lisa-Ann Gershwin.
Kalau kita berbicara ubur-ubur mana yang sengatannya paling cepat membunuh manusia, jawabannya adalah C. fleckeri.
"C. fleckeri bahkan disebut hewan paling berbisa di dunia," kata Gershwin. "Korbannya akan mati tegang dalam dua menit setelah disengat. Fleckeri membunuh dengan membuat jantung berhenti berdetak," tambahnya.
Sejak 1883, sebanyak 68 orang meninggal akibat sengatan hewan ini di perairam Australia.
Nama lain yang muncul ketika membahas ubur-ubur kotak adalah Irukandji.

Sumber gambar, JURGEN FREUND
Kepala ubur-ubur jenis ini tingginya bisa hanya 1cm. Namun, panjang tentakelnya bisa mencapai 100 kali panjang kepalanya. Bisa keluar dari tentakel dan kepala ubur-ubur ini.
Tidak seperti sengatan ubur-ubur lain, gejala sengatan Irukandji tidak langsung muncul. Sindrom Irukandji muncul 20-30 menit setelah disengat. Gejalanya berupa sakit punggung, pusing, keram otot, dan bahkan kemungkinan serangan jantung karena meningkatnya tekanan darah secara ekstrim.
Dibandingkan dengan C. fleckeri, Irukandji lebih sering menyengat manusia. Namun, karena waktu bagi korban untuk memperoleh perawatan medis, lebih panjang, Irukandji secara umum lebih tidak mematikan.
Belakangan, tidak banyak lagi orang yang meninggal karena disengat ubur-ubur. Ini karena semakin intensnya pendidikan terkait ubur-ubur berbahaya, dan pelayanan kesehatan yang terus membaik.
Tetapi jika Anda ingin mengenal hewan penyengat yang membunuh dalam skala besar, mari kita kembali ke darat.

Sumber gambar, NATURE PRODUCTION
Tawon raksasa Asia adalah serangga penyengat terbesar di dunia. Hewan ini kerap disebut "tawon neraka".
Di Jepang, 30-50 orang tewas setiap tahunnya karena sengatan tawon, yang merusak daging. Di Ankang, Cina, pada 2013, sebanyak 41 orang meninggal dunia karena tawon dalam tiga bulan.
Dengan informasi ini, tampak bahwa jumlah kematian karena sengatan tawon lebih besar dari spesies lain. Namun, bisa disebut anggapan ini tidak adil karena jumlah kematian karena kalajengking atau bahkan ubur-ubur kerap tidak terdata.
Namun, pada dasarnya penyengat paling mematikan ternyata adalah hewan yang selalu 'berdampingan' dengan kita. Schmidt menyebut hewan yang paling berisiko menyelakai manusia adalah : lebah madu.

Sumber gambar, SIMON COLMER
Banyak orang di Eropa dan Amerika Utara mengenalnya sebagai lebah madu Eropa (A. mellifera), sementara orang di Asia lebih mengenal lebah madu raksasa (A. dorsata). Keduanya memiliki bisa berbahaya.
Bagi kebanyakan orang, sengatan seekor lebah hanya membuat kesakitan dan bengkak di satu bagian tubuh saja. Namun, sebenarnya, ketika seekor lebah menyengat Anda, lebah itu mengeluarkan alarm pheromone yang memanggil rekan-rekannya untuk ikut menyengat.
Tapi tetap saja, perlu banyak sengatan lebah hingga seorang bisa terbunuh. Schmidt mengungkapkan "seseorang tidak akan dalam kondisi serius jika disengat kurang dari 500 lebah."
Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang bisa membuat lebah madu menjadi penyengat paling mematikan, khususnya karena sejumlah lebah amatlah agresif.

Sumber gambar, TIM MARTIN
Lebah liar Afrika kerap menyerang predatornya beramai-ramai. Pada abad ke-20 hewan ini dibawa ke Amerika Selatan, dan sejak saat itu terus terbang hingga ke Amerika Utara. Di Amerika utara, lebah ini pun dikenal sebagai lebah pembunuh.
Lebah pembunuh telah menewaskan ratusan orang selama beberapa dekade terakhir. Meskipun begitu, hewan ini hanya akan menyerang jika Anda dinilai mengancam mereka. Jadi, tinggalkan mereka dan Anda akan baik-baik saja.
Satu sengatan lebah bisa saja fatal jika kita ternyata alergi terhadap sengatan itu.
Kondisi Anaphylaxis terjadi ketika sistem imun seseorang bereaksi berlebih terhadap penyebab alergi (misalnya bisa), yang kemudian memicu pembengkakan secara cepat, kerusakan daging dan kesulitan bernafas.

Sumber gambar, visuals unlimited
Reaksi yang sangat ekstrem, yang dikenal sebagai kejutan anaphylactic, bisa menyebabkan seseorang sesak nafas akut. Apalagi jika orang itu menderita asthma. Sengatan semut, tawon dan ubur-ubur bisa menimbulkan reaksi itu. Namun, sengatan lebah yang paling sering terdata menyebabkan ini.
Untungnya, anaphylaxis bukanlah hal yang umum terjadi. Di Inggris, kurang dari tiga orang meninggal dunia karena disengat lebah, sementara di Amerika jumlahnya sekitar 55 korban tewas.
Tapi tetap saja, jika berbicara soal sengatan, hewan apapun bisa saja membunuh kita.
Anda bisa juga membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul <link type="page"><caption> The world's worst stinger has a surprising owner </caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20160726-the-worlds-worst-stinger-has-a-surprising-owner" platform="highweb"/></link>dan artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth" platform="highweb"/></link>.









