Cincin B di Planet Saturnus memicu misteri baru

Saturnus

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Penampakan Saturnus sangat khas berkat cincin yang mengelilingi planet ini.

Dari planet-planet yang ada di sistem tata surya kita, Saturnus sering kali dikatakan sebagai salah satu yang paling indah, berkat cincin yang mengelilinginya.

Cincin-cincin ini terbuat dari es dan partikel-partikel debu, dengan total diameter mencapai 270.000 kilometer. Cincin ini tipis dan karenanya sangat sulit dilihat dari Bumi.

Yang paling cerah, biasa disebut cincin B, juga adalah yang paling buram jika dibandingkan dengan cincin-cincin lain yang mengelilingi Saturnus.

Jika difoto dari wahana antariksa, cincin B sering kali terlihat hitam, seperti terlihat dalam foto di bawah ini.

Saturnus

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Cincin B terlihat lebih buram dibandingkan cincin-cincin lain yang mengelilingi Saturnus.

Sejak beberapa waktu terakhir para ahli meneliti cincin B ini, dengan harapan akan didapat lebih banyak informasi, antara lain tentang massa cincin ini.

Setelah dilakukan berbagai kajian, disimpulkan bahwa massa cincin B tidak seberat yang dibayangkan sebelumnya. Dalam artikel di jurnal Icarus, tim pakar juga mengatakan bahwa makin buram area cincin, massanya justru tidak bertambah berat.

Tak seperti air di Bumi

Temuan lain adalah tingkat keburaman cincin B tidak sama, ada bagian-bagian yang lebih gelap dibandingkan area-area lain.

Tadinya para ahli memperkirakan sifat keburaman pada cincin Saturnus sama dengan sifat air yang buram di Bumi, di mana biasanya air yang kotor dan gelap memiliki bobot yang lebih berat, karena mengandung partikel lumpur, yang dari sisi massa lebih berat dibandingkan molekul air.

Secara keseluruhan, massa cincin B lebih ringan dibandingkan cincin A yang terletak tepat di sebelahnya, meski partikel-partikel di cincin B sepuluh kali lebih padat, massanya hanya dua atau tiga kali lebih berat.

Untuk memahami massa ring B, para pakar mempelajari materi cincin yang disebut ‘gelombang kepadatan spiral’. Ini adalah segmen kecil dari cincin yang terbentuk akibat tarikan gravitasi.

Usia cincin

Saturnus

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Para ahli ingin tahu mengapa cincin B terlihat buram dan mengapa massanya tak seberat cincin-cincin lain.

Setiap gelombang memiliki struktur, yang bentuknya sangat tergantung oleh massa masing-masing. Jadi, dengan mengetahui struktur ini, maka para ahli bisa menimbang massa tersebut.

Dari sini para ahli menemukan bahwa ‘kepadatan massa permukaan’ cincin B antara 40 hingga 140 gram/sentimeter atau sama dengan bobot pisang per satu sentimeter persegi.

“Pada tahap ini kami belum bisa menjawab, mengapa area-area yang punya material yang sama memiliki derajat keburaman yang berbeda,” kata Mathew Hedman, peneliti cincin Saturnus dari University of Idaho, Amerika Serikat.

“Mungkin fenomena ini terkait dengan ukuran atau kepadatan dari tiap-tiap partikel atau bisa juga terkait dengan struktur cincin,” tambah Hedman.

Para ahli mengatakan pemahaman yang lebih mendalam tentang cincin Saturnus bisa membantu kita menentukan usia cincin ini.

“Kalau kita bisa mengukur massa inti cincin B, maka kita akan makin dekat untuk mengetahui usia dan asal mula cincin-cincin yang mengelilingi Saturnus,” ujar Linda Spilker, ilmuwan yang bekerja di laboratorium badan ruang angkasa Amerika, NASA.

“Cincin-cincin ini sungguh luar biasa. Kita tak bisa mengabaikannya begitu saja, kita ingin bisa memecahkan misteri yang melingkupinya,” kata Spilker.

<italic>Versi bahasa Inggris artikel ini: <link type="page"><caption> Saturn's biggest ring sparks new mystery</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20160203-saturns-brightest-ring-surprisingly-light" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel sejenis lain bisa Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/uk" platform="highweb"/></link></italic>.