Alasan manusia tak bisa hibernasi seperti hewan

Salah satu alasan utama hibernasi adalah untuk menghindari dingin.

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Salah satu alasan utama hibernasi adalah untuk menghindari dingin.

Suhu yang dingin suka membuat orang mengantuk, namun spesies-spesies lain kadang bisa membawa rasa kantuknya lebih jauh dengan tidur sepanjang musim dingin.

Tikus dormice, yang umumnya ditemukan di Eropa, akan bersembunyi di bawah tanah, koloni kelelawar akan berlindung di gua atau loteng rumah, beruang siap tidur di sarangnya, lebah akan menggali ke dalam tanah, dan landak pun bergelung.

Bermacam-macam jenis hewan melakukan hibernasi, dari serangga, amfibi, burung, sampai primata. Dan itu menguntungkan mereka.

Namun walau kita ingin selalu bergelung di bawah selimut ketika cuaca dingin, manusia tak bisa tidur untuk jangka waktu panjang. Ini tampaknya tak adil, jika hibernasi menguntungkan, kenapa manusia tak bisa melakukannya?

Untuk mencari tahu kenapa kita tidak bisa melakukannya, pertama kita harus melihat, kenapa hewan bisa.

Salah satu alasan utama hibernasi adalah untuk menghindari dingin.

Hibernasi adalah periode tidur panjang untuk menghemat energi. Tubuh melambat, lalu pernapasan, suhu, dan tingkat metabolisme serta detak jantung menurun.

Masuk akal untuk berhibernasi saat musim dingin ketika kondisi lingkungan cukup sulit dan hampir tak ada makanan tersedia karena tak ada tumbuhan yang hidup. Maka hewan menggemukkan diri mereka sepanjang musim panas, lalu bertahan hidup menggunakan cadangan lemak tubuh sampai waktunya bangun.

Hibernasi lebih sering ditemukan di belahan Bumi utara. Di belahan Bumi selatan yang dekat dengan khatulistiwa, musim dingin cenderung lebih hangat.

Sumber gambar, SPL

Namun ini bukan aturan pasti. Ada beberapa spesies yang hidup di iklim hangat dan melakukan hibernasi, seperti lemur kerdil Sibree (Cheirogaleus sibreei) di Madagaskar dan landak Afrika Selatan (Atelerix frontalis) di Angola, Zimbabwe dan beberapa negara Afrika lainnya.

Hibernasi pun tak hanya terbatas pada musim-musim dingin. Sebuah penelitian pada 2015 menemukan bahwa tikus dormice meneruskan hibernasi mereka meski musim dingin berakhir. Beberapa jenis hewan terus hibernasi di bawah tanah selama 11,4 bulan: hampir setahun lamanya, dan menjadi periode hibernasi terlama di alam liar.

Itu adalah "periode absen yang cukup lama," kata seorang peneliti Claudia Bieber di Universitas Kedokteran Hewan di Wina, Austria. Dalam area penelitian, musim dingin hanya berlangsung selama 4-5 bulan. "Maka jelas, ada alasan-alasan lain."

Alasan utamanya adalah perilaku pohon beech lokal Eropa. Pohon-pohon ini mengalami mast years atau tahun di mana produksi buah dan biji-bijian mereka lebih tinggi dari rata-rata, yang menjadi makanan dormice. Entah bagaimana, dormice bisa memprediksi apakah pohon-pohon akan mengalami panen tambahan tersebut. Jika tidak, mereka akan tetap bertahan di bawah tanah.

Ada berbagai sumber makanan lain, namun dormice membutuhkan benih tambahan pohon beech tersebut untuk bereproduksi.

"Mereka bisa makan buah (seperti) apel, dan cukup membuat mereka bertahan, tapi tidak untuk bereproduksi, atau buat dormice muda menumpuk lemak tubuh," kata Bieber. "Mereka melewati masa-masa reproduksi tahun-tahun tersebut dan meningkatkan peluang hidup mereka dengan bertahan di bawah tanah."

Melindungi diri

Selain itu, Bieber juga melihat ada alasan lain dormice tetap bertahan di bawah tanah: predator.

Dengan bersembunyi, dormice terhindar dari kemungkinan diburu oleh burung predator atau burung hantu. "Penyebab utama kematian pada mamalia kecil adalah menjadi santapan, dan jika mereka mencari makanan, besar kemungkinan mereka malah jadi santapan predator," kata Bieber.

Dormice yang bersembunyi di bawah tanah tak akan mengeluarkan bau sehingga susah ditemukan.

Kupu-kupu besar putih di selatan Spanyol juga melakukan hal yang sama. Pupa kupu-kupu akan tidur panjang selama tiga bulan pada musim panas, periode yang disebut aestivasi. Sebuah penelitian pada 2014 menemukan bahwa cara ini membantu mereka menghindari serangga yang akan menjadi parasit buat telur-telurnya.

"Sampai baru-baru ini, orang berpikir hibernasi dilakukan untuk menyimpan energi, bertahan melawan suhu dingin dan kekurangan makanan, dan sekarang kami berpikir ini lebih ke menghindari predator," kata Thomas Ruf, juga dari Universitas Kedokteran Hewan di Wina, Austria. "Kami tahu tingkat hidup saat hibernasi mendekati 100%."

Alasan apapun yang lebih penting, hibernasi tampaknya mengubah cara hidup hewan.

Beberapa dormice yang diteliti oleh Ruf dan Bieber mencapai usia 12 tahun, cukup tak biasa bagi tikus kecil. Tikus liar biasanya hanya hidup sampai tiga bulan.

"Dengan hibernasi, mereka bisa menghindari jadi buruan," kata Ruf. "Saat mereka melakukan itu, penting untuk mendukung dalam perawatan diri mereka, lewat perbaikan sel."

Pada penelitian 2011, tim menemukan bahwa hewan yang berhibernasi hidup lambat, berinvestasi lebih pada bertahan hidup, dan hidup lebih lama. "Semua hewan yang berhibernasi menurunkan tingkat reproduksi tahunan mereka dan meningkatkan masa hidupnya," kata Bieber. "Hibernasi memperlambat ritme hidup."

Artinya, hibernasi bisa mempengaruhi cara kerja ekosistem, dengan mengubah tingkat reproduksi hewan dan memaksa predator mencari buruan alternatif.

Namun meski kita punya gambaran tentang bagaimana dan kenapa hibernasi berevolusi, kita tak tahu kapan tepatnya itu terjadi.

"Tak ada rekaman fosilnya, dan kita banyak berspekulasi," kata Ruf.

Sumber gambar, SPL

Ada teori yang menyatakan bahwa dinosaurus di dekat Kutub Utara berhibernasi untuk bertahan pada musim dingin yang panjang. Namun hibernasi reguler biasanya meninggalkan jejak pada struktur mikro tulang hewan, dan penelitian yang terbit pada 2011 menunjukkan bahwa tak ada jejak tersebut di fosil dinosaurus.

Tetapi, Bieber mengatakan bahwa hibernasi dan tidur panjang sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Contohnya, tiga kelompok utama mamalia sudah berevolusi dalam teknik tersebut, dan kelompok besar tersebut terpecah jutaan tahun lalu. Artinya, manusia yang berasal dari keturunan hewan bisa berhibernasi.

Namun kita tampaknya kehilangan kemampuan tersebut. Contohnya, jantung manusia tak bisa bekerja jika suhu terlalu dingin.

Jantung kita berkontraksi ketika ada kalsium, dan jika kalsium terlalu banyak, maka bisa terjadi serangan jantung. Di bawah suhu tertentu, jantung manusia tak bsia menghilangkan kalsium berlebih, sehingga bisa terjadi gagal jantung. "Jantung manusia akan berhenti jika suhu di bawah 28 derajat Celsius," kata Ruf.

Sebaliknya, jantung hewan yang berhibernasi tetap bisa berdetak meski suhu tubuh satu derajat Celsius. Menurut Ruf, hewan memiliki pompa khusus di jantungnya untuk menghilangkan kalsium, dan manusia tak memiliki itu.

Lalu kemudian muncul pertanyaan baru: kenapa manusia tak memiliki pompa ini? Gaya hidup kita mungkin adalah faktor kunci.

Manusia berevolusi di Afrika dekat garis khatulistiwa, di bagian tropis di mana ada cukup banyak suplai makanan. Artinya, kita tak membutuhkan hibernasi untuk menghindar dari kondisi yang sulit.

Tetapi, semakin dalam ilmuwan melihat ke wilayah tropis, semakin banyak spesies hibernasi yang mereka temukan, kata Ruf. Dia baru saja menemukan kukang yang bisa berhibernasi sampai 63 jam antara Desember dan Februari.

Hal ini mengejutkan karena kukang adalah primata, keluarga yang sama yang menaungi monyet dan manusia. Sampai sekarang, hanya tiga primata yang berhibernasi, semuanya adalah jenis lemur dari Madagaskar. Kukang tinggal di Asia tengah, maka temuan ini mengindikasikan bahwa hibernasi pada primata lebih umum dari yang sebelumnya dipikirkan.

Artinya, asal-usul manusia dari wilayah tropis menghilangkan kemungkinan bahwa kita kehilangan kemampuan berhibernasi saat evolusi.

Sebenarnya yang lebih penting lagi, manusia adalah predator unggulan dan bisa mengatasi hewan buruan yang lebih besar dari diri kita sendiri. Kita mungkin tak butuh hibernasi untuk menghindar dari ancaman predator.

Saat hibernasi, hewan bertahan hidup menggunakan cadangan lemak dalam tubuh.

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Saat hibernasi, hewan bertahan hidup menggunakan cadangan lemak dalam tubuh.

Manusia juga cukup besar. Rata-rata hewan yang berhibernasi cukup kecil dan rata-rata beratnya 70gram. Tentu ada perkecualian, seperti beruang, tapi mereka tak tidur "sedalam" hewan lain. Mereka hanya sedikit saja menurunkan suhu tubuh, karena butuh begitu banyak energi untuk menghangatkannya lagi.

Ada daftar faktor-faktor yang mendorong hewan untuk berhibernasi, dan manusia tak memenuhi satupun faktor tersebut.

Selain itu, ada juga kerugian dari hibernasi. Contohnya, hewan yang berhibernasi tak punya sistem kekebalan, maka mereka berisiko terkena infeksi.

Hibernasi juga mempengaruhi ingatan. Pada 2001, Eva Millesi dari Universitas Wina melatih sekelompok bajing tanah (Spermophilus citellus) untuk berjalan melewati labirin. Grup yang berhibernasi punya daya ingatan yang lebih rendah dan mereka lupa apa yang mereka pelajari.

Merekayasa hibernasi

Namun kerugian itu tak menghentikan ilmuwan untuk meneliti kemungkinan merekayasa hibernasi pada manusia.

Ahli anestesi Rob Henning dari Universitas Groningen di Belanda tengah bekerja dengan NASA untuk mewujudkannya.

Menurutnya, hibernasi menawarkan dua keuntungan besar buat astronot di masa depan. Hibernasi bisa mengurangi jumlah persediaan yang mahal yang harus dibawa ke luar angkasa, dan hibernasi bisa melindungi kesehatan astronot.

"Salah satu hal paling menyebalkan buat astronot di luar angkasa adalah mereka harus berolahraga 6 jam per hari," kata Henning. Jika tidak, otot dan tulang mereka akan mati.

Loris lamban kerdil adalah jenis primata yang tinggal di wilayah tropis dan bisa berhibernasi.

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Loris lamban kerdil adalah jenis primata yang tinggal di wilayah tropis dan bisa berhibernasi.

Sayangnya, berolahraga di luar angkasa itu tidak menyenangkan, karena suhu di atas 30 derajat Celsius dan udara yang penuh dengan karbondioksida. Jika astronot bisa berhibernasi, maka mereka tak harus berolahraga. "Makhluk yang berhibernasi selama enam bulan tak mengalami kehilangan massa otot atau osteoporosis," kata Henning.

Hibernasi juga bisa menyelamatkan nyawa.

"Ada laporan bahwa hibernator bisa terlindungi dari dampak radiasi, dan ini masalah besar di luar angkasa," kata Henning. Saat ini, orang hanya bisa tinggal di luar angkasa selama setahun: lebih dari itu, dampak radiasi bisa meningkatkan risiko kanker secara signifikan. "Jika manusia bisa berhibernasi dan mereka terlindungi, maka misi luar angkasa bisa lebih lama," kata Henning.

Mungkin nantinya hibernasi juga bisa membantu jika manusia akan mendirikan koloni di luar angkasa. "Dalam kenyataannya, tak mungkin punya anak di luar angkasa, [karena] sel telur dan sperma akan sangat rusak maka orang tak bisa memiliki keturunan yang sehat."

Kedengarannya seperti plot film fiksi ilmiah, tapi Ruf dan Henning yakin hal ini mungkin. "Jika kita melihat jalur kelenjar saraf, kita bisa membuat manusia berhibernasi suatu hari nanti," kata Ruf. "Kita tahu bahwa primata lain, seperti lemur Madagascar, bisa berhibernasi, jadi kita punya susunan genetik, zat, dan cara atau jalur yang dibutuhkan."

"Saya pikir mungkin saja," kata Henning. "Jawaban yang berbeda dengan 'ya, bisa' tapi sebenarnya cukup mungkin. Ke manapun Anda melihat, ada hewan yang berhibernasi.... Saya tak bisa melihat alasan kenapa manusia tak bisa melakukan hal serupa."

Tentu saja, jika manusia berhibernasi, kita akan mengalami kerugian yang sama seperti yang dialami hewan, seperti kehilangan ingat. "Mungkin kita bisa membuat astronot berhibernasi, tapi saat mereka bangun bisa saja mereka tak ingat siapa mereka atau apa yang harus mereka lakukan," kata Ruf.

Meski hampir tak mungkin membuat manusia berhibernasi, tapi cukup hanya dengan meniru prosesnya, masalah kesehatan bisa teratasi.

Hibernasi bisa memperkecil kemungkinan hewan diburu oleh predator.

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Hibernasi bisa memperkecil kemungkinan hewan diburu oleh predator.

Saat hewan berhibernasi, organ tubuhnya seolah mati: paru-parunya terlihat seperti penderita asma dan otaknya menunjukkan tanda-tanda pasien Alzheimer's. Namun saat bangun, hibernator bisa membalikkan kondisi ini dan semuanya menjadi seperti semula. Henning membandingkan efeknya seperti minum 10 kaleng minuman energi, saking cepatnya kondisi kesehatan itu kembali.

Pada penelitian yang terbit di 2008 terungkap bahwa beruang kutub menjadi satu-satunya mamalia yang tak kehilangan massa tulang pada hibernasi. Beruang kutub liar yang sedang hamil bisa bertahan dari dampak hibernasi enam bulan lebih baik daripada beruang coklat. Tak jelas bagaimana caranya, namun memahami mekanisme tersebut bisa membantu pada penelitian dan perawatan osteoporosis pada manusia.

Perusahaan farmasi Belanda Sulfateq kini tengah meneliti zat kimiawi "yang didasarkan pada efek perlindungan dari mekanisme hibernasi alami". Salah satu zat tersebut, SUL-121, sudah diuji sebagai kemungkinan pengobatan utnuk kelainan paru-paru yang disebut penyakit paru obstruktif kronis.

Sejauh ini, pengobatan tersebut masih bersifat teori, atau masih pada tahap awal penelitian. Tapi sepertinya hibernasi bisa baik untuk manusia, jika kita bisa melakukannya.

<italic><bold>Artikel ini bisa Anda baca dalam versi bahasa Inggris dengan judul <link type="page"><caption> Here are all the reasons you can't hibernate in winter</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20151203-here-are-all-the-reasons-you-cant-hibernate-in-winter" platform="highweb"/></link> pada laman <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/uk" platform="highweb"/></link></bold></italic>