Kesedihan, cinta dan nafsu dalam foto

foto

Sumber gambar, Christopher Anderson Magnum

Christopher Anderson (Rio de Janeiro, Brazil, 2009)

“Pada tahun 2008, anak pertama saya lahir. Sampai saat itu, foto-foto saya sebagai "fotografer perang" mengenai pengalaman orang di tempat yang jauh. Sekarang, untuk pertama kalinya saya menemukan diri mengambil foto keluarga sendiri," kata fotografer Christopher Anderson. Foto pribadinya termasuk dalam proyek baru Magnum. Up Close and Personal menampilkan karya 68 juru potret: sebagian tentang kehidupan rumah tangga, yang lainnya tentang orang asing dalam keadaan rapuh. “Saya tidak menyadari bahwa foto-foto ini ada hubungannya dengan pekerjaan saya," kata Anderson.

foto

Sumber gambar, Wayne MillerMagnum

Wayne Miller (Chicago, USA, 1947)

Keintiman dalam foto-foto ini tidak saja ada diantara orang-orang di dalamnya. Setiap foto mewakili kepercayaan. "Ketika saya melihat keadaan yang menarik, sata tidak berusaha menyembunyikan diri di balik kamera. Saya seringkali mendekati dan mengatakan "Tolong, jangan memperhatikan saya. Lanjutkan apa yang sudah anda lakukan," tulis fotografer Wayne Miller dalam bukunya Chicago’s South Side: 1946-1948.

foto

Sumber gambar, Paul FuscoMagnum

Paul Fusco (San Francisco, USA, 1968)

Kebanyakan foto membuat fotografer mengubah cara mereka bekerja. Paul Fusco mengambil gambar penyanyi Janis Joplin pentas di Fillmore, San Francisco pada tahun 1968. “Memfoto Janis Joplin saat konser adalah suatu pengalaman sangat pribadi," katanya. "Saya merasa bersatu dengan viewfinder."

foto

Sumber gambar, Newsha TavakolianMagnum

Newsha Tavakolian (Tehran, Iran, 2010)

Pengambilan foto itu sendiri bisa menyebabkan subyek merasakan sesuatu. "Saya memutuskan mengubah apartemen menjadi studio, dan tetangga serta teman datang untuk diambil gambarnya," kata fotografer Iran Newsha Tavakolian. “Naghmeh adalah salah satu wanita muda populer di Teheran. Dia cantik, pintar dan lucu. Saya memfotonya dalam kesunyian. Tiba-tiba wajahnya tanpa ekspresi, air mata keluar, dia sepertinya ingin menunjukkan sesuatu."

foto

Sumber gambar, Bieke DepoorterMagnum

Bieke Depoorter (USA, 2011)

Bieke Depoorter harus menciptakan hubungan yang intim dengan subyek dalam waktu yang cepat. "Dengan menanyakan orang yang kebetulan saya temui di jalan dan menanyakan apakah saya bisa bermalam di rumahnya, saya seringkali memasuki kehidupan pribadi seseorang. Saya menyadari hal yang penting. Fotografi adalah tentang berbagi; suatu pembicaraan dua arah. Bukan hanya saya mengamati dia, tetapi melalui saya, dia melihat dirinya sendiri."

foto

Sumber gambar, Inge MorathMagnum

Inge Morath (Pamplona, Spain, 1954)

Fotografer kelahiran Austria Inge Morath – yang menikahi penyair Arthur Miller selama 40 tahun, dan memfoto serangkaian foto Marilyn Monroe saat membuat film The Misfits - mudah akrab. "Dia sangat menyayangi orang dan mereka bereaksi dengan cara yang sama," tulis Miller dalam Inge Morath: Road to Reno. Foto ini memperlihatkan Antonio Ordonez berdoa sebelum adu banteng di Pamplona pada tahun 1954.

foto

Sumber gambar, Chris SteelePerkinsMagnum

Chris Steele-Perkins (Northampton, UK, 2000)

Sebagian foto memperlihatkan kehidupan fotografer sendiri dalam cara yang menyakitkan bagi mereka sendiri. Chris Steele-Perkins memilih foto dari tahun 2000 untuk Up Close and Personal. “Pada musim panas itu ibu saya meninggal - ini adalah peristiwa yang menentukan dan pada pemakaman saya mengambil sejumlah gambar," kata fotografer yang tinggal di London dan lahir di Yangoon. "Saudara laki-laki saya mencium selamat tinggal kepada ibu. Ini adalah saat sangat pribadi dan saya berjuang untuk memutuskan apakah akan menerbitkannya dalam buku saya."

foto

Sumber gambar, Guy Le QuerrecMagnum

Guy Le Querrec (Cap d’Antibes, France, 1956)

Hubungan anak laki-laki dan ibunya juga melatarbelakangi gambar buatan fotografer Prancis Guy Le Querrec yang memicu pandangannya bahwa,"Seorang fotografer adalah seorang pemain akrobat yang meniti tambang secara kebetulan, berusaha memfoto bintang berekor. Ini adalah salah satu foto pertama saya. Wanita di tengah dengan tangan di rambutnya dan senyum cerah adalah ibu saya."

foto

Sumber gambar, Steve McCurryMagnum

Steve McCurry (La Esperanza, Colombia, 2004)

Fotografer ‘Afghan Girl’ pada kulit muka majalah National Geographic tahun 1985, meyakini fotografi adalah suatu keintiman. "Di foto ini, hubungan ayah dengan anak laki-lakinya mengungkapkan keintiman menyeluruh diantara keduanya, disamping keintiman dengan fotografer, yang kemudian menyampaikan perasaan keintiman kepada orang yang melihatnya dimanapun, kapanpun mereka melihatnya," kata Steve McCurry.

foto

Sumber gambar, Stuart FranklinMagnum

Stuart Franklin (Anglesey, UK, 1996)

Bagi fotografer Inggris Stuart Franklin – yang mengambil gambar pria tank Tiananmen Square tahun 1989, foto ini semakin berarti dengan berjalannya waktu. "Saat itu hari musim panas. Anak laki-laki terkecil saya, Billy, dua tahun, sedang mendinginkan diri di tempat cuci piring dapur tantenya di Anglesey, Wales. Apel di kebun di luar, tergeletak di meja menunggu dimasak. Phoebe, si labrador, ingin tahu apa yang sedang terjadi. Sekarang Billy sudah masuk universitas."

foto

Sumber gambar, Moises SamanMagnum

Moises Saman (Port-au-Prince, Haiti, 2005)

Foto ini memperlihatkan seorang ibu dan dua anaknya yang cacat, penduduk daerah Cite Soleil, Port-au-Prince. “Ini adalah masa bergolak dalam kehidupan saya, ditandai dengan keputusan demi kepentingan diri sendiri dan ketidakamanan pribadi yang mendalam, " kata Moises Saman. “Saya meliput perang hampir tanpa henti sejak tahun 2001, berpindah-pindah dari Kabul ke Baghdad sepertinya tanpa beban. Saya suka foto ini karena mengingatkan saya tentang saat-saat saya akhirnya bernafas."

foto

Sumber gambar, Dennis StockMagnum

Dennis Stock (California, USA, 1968)

“Dennis sering mengatakan foto adalah 60% tentang subyeknya, 40% tentang fotografernya," kata janda Dennis Stock, Susan Richards. Foto berjudul Adam and Eve adalah bagian dari esai foto tentang California. “Dia ingin melihat California tahun 1960-an sebagai laboratorium jiwa, teknis dan estetika yang sangat mempengaruhi Amerika. Yang menarik adalah subyek foto ini fisiknya mirip Dennis. Foto ini adalah salah satu favoritnya, menangkap gambaran ideal Dennis yang dikaguminya dan juga menjadi inspirasinya."

<italic>Tulisan dalam bahasa Inggris artikel ini bisa anda baca di <link type="page"><caption> 12 images of grief, love and lust </caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20151109-12-images-of-grief-love-and-lust" platform="highweb"/></link>di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.</italic>