Berbagai mitos tentang babi ternyata keliru

Sumber gambar, Lynn M. Stone NPL
Babi punya reputasi sebagai binatang yang kotor, sering banjir keringat dan berkubang di lumpur. Kenyataannya, mereka punya "kekuatan super".
Reputasi: Babi tidur dan berkubang dalam kotoran sendiri. Babi berkeringat seperti… babi. Babi binatang kotor. Babi warnanya merah jambu. Babi jantan bisa orgasme selama satu jam.
Kenyataan: Itu semua stereotip yang disebabkan oleh peternakan yang buruk.
Di alam bebas, babi liar tidak tidur dan berkubang dalam kotoran sendiri, dan mereka makan tanaman.
Mereka berkubang di lumpur karena itu cara mudah untuk tetap dingin. Babi peliharaan sering berwarna merah muda tapi hanya karena peternaknya membuat mereka begitu. Babi jantan bisa ejakulasi beberapa menit setiap kalinya.
"Saya tidak akan makan makhluk yang tak mengerti kotoran mereka sendiri," Kata Jules Winnfield, tokoh pembunuh bayaran dalam film <link type="page"><caption> Pulp Fiction</caption><url href="http://www.imdb.com/title/tt0110912/" platform="highweb"/></link>, yang diperankan oleh Samuel L. Jackson ketika menjelaskan kenapa ia tak makan daging babi.

Sumber gambar, Nick Turner NPL
Namun jika Winnfield berpikir sejenak saja, ia mungkin tak akan terlalu sinis terhadap babi. <link type="page"><caption> Kelinci </caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20150729-the-truth-about-rabbits" platform="highweb"/></link>kerap memungut kotoran sendiri dan memakan lagi rumput yang belum tercerna dengan baik di dalam sistem pencernaan. Tapi ada yang rewel terhadap kelinci.
<link type="page"><caption> Babi hutan</caption><url href="eol.org/pages/328663/overview" platform="highweb"/></link> – nenek moyang dari babi yang dipelihara di peternakan, adalah hewan pemakan segalanya atau omnivora dan tidak terlalu rewel apa yang mereka makan.
Higienis
Namun <link type="page"><caption> 90% makanan mereka terdiri dari tumbuhan</caption><url href="http://www.secem.es/wp-content/uploads/2013/03/Galemys-16-NE-008-Baubet-101-113.pdf" platform="highweb"/></link>, dan mereka tak terlalu berminat makan kotoran sendiri.
Kalau babi peliharaan sesekali makan kotoran mereka sendiri, kemungkinan besar karena kandang yang sempit membuat mereka terpaksa melakukannya.
Kenyataannya, satu kelompok babi liar di kebun binatang di Basel, Swiss, jadi <link type="page"><caption> terkenal lantaran makanan mereka yang higienis</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20150726-the-boars-that-wash-their-food" platform="highweb"/></link>.
Hewan-hewan ini diberi sepotong apel yang tertutup pasir. Alih-alih memakannya, mereka membawanya "<link type="page"><caption> ke pinggir kolam dengan air mengalir di dekat kandang dan mereka mendorong maju mundur buah itu sampai pasirnya rontok, baru memakannya</caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10071-015-0903-z" platform="highweb"/></link>."
Babi hutan itu tak melakukannya jika diberi apel yang bersih. Bahkan ketika mereka tampak sangat lapar, mereka tetap meluangkan waktu untuk mencuci makanan mereka.
Terlepas dari soal pilihan makanan, babi terkenal punya reputasi secara umum sebagai binatang jorok. Babi hutan biasanya berkubang dalam lumpur, tapi mereka <link type="page"><caption> melakukannya supaya badan mereka tetap dingin</caption><url href="dx.doi.org/10.1016/j.applanim.2011.01.002" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Wild Wonders of Europe Zacek NPL
Ini karena <link type="page"><caption> babi tak punya kelenjar keringat</caption><url href="http://www.nature.com/nature/journal/v207/n4995/abs/207415a0.html" platform="highweb"/></link>, yang perlu Anda ingat ketika seorang mengaku “berkeringat seperti babi.” Kenyataan psikologis ini berarti babi punya risiko besar kepanasan, dan air lumpur menguap jauh lebih lambat ketimbang air jernih.
"Babi, seperti binatang lain, akan selalu mencoba terus nyaman," kata <link type="page"><caption> Greger Larson</caption><url href="http://www.arch.ox.ac.uk/GL2.html" platform="highweb"/></link> dari Universitas Oxford. "Jika menjadi kotor adalah cara untuk tetap dingin, maka itulah yang akan mereka lakukan. Mereka mungkin bisa menemukan pemecahan lain tapi hal itu tak bisa dilakukan karena mungkin kita mengurung mereka di kandang yang sempit."
Parasit
Lapisan lumpur di kulit mereka bisa berfungsi lain, bagai tabir surya yang melindungi kulit dari terbakar sinar matahari, atau juga sebagai penangkal serangga seperti nyamuk dan sejenisnya.
Melumuri tubuh dengan lumpur bisa juga merupakan cara untuk mengusir kutu dan parasit lainnya.
Ironisnya, mereka sebetulnya berkubang di lumpur untuk membersihkan diri, bukan untuk mengotori kulit mereka.

Sumber gambar, Roger Powell NPL
Perlu juga diingat bahwa warna merah jambu pada binatang nyaris tanpa bulu ini sebenarnya hasil kreasi manusia saja, sekalipun asosiasi warna itu yang muncul setiap kali kata “babi” disebut.
Babi peliharaan, dan saudara mereka babi liar, hanya satu anggota saja dari seluruh keluarga babi yang disebut <link type="page"><caption> Suidae</caption><url href="http://eol.org/pages/7681/overview" platform="highweb"/></link>. Keluarga mereka terdiri dari lebih dari selusin spesies termasuk <link type="page"><caption> warthog</caption><url href="eol.org/pages/42320/overview" platform="highweb"/></link>, <link type="page"><caption> babi kerdil</caption><url href="http://eol.org/pages/7249644/overview" platform="highweb"/></link>, <link type="page"><caption> babi rusa</caption><url href="http://eol.org/pages/42319/overview" platform="highweb"/></link>, <link type="page"><caption> babi hutan raksasa</caption><url href="http://eol.org/pages/42321/overview" platform="highweb"/></link> dan <link type="page"><caption> babi semak Afrika</caption><url href="http://eol.org/pages/42322/overview" platform="highweb"/></link>.
Bukti genetis menyatakan bahwa babi liar dijinakkan dalam dua jalur berbeda, di Asia dan Eropa. Babi purba ini mulai berbeda sejak sekitar satu juta tahun lalu – jauh sebelum penangkarannya dimulai 9.000 tahun lalu. Sekalipun terpisah jauh, babi liar Asia dan Eropa memiliki teknik penyamaran serupa.
Babi peliharaan tak bisa dikatakan sama. Pada babi ini, gen yang membentuk warna kulit amat beragam, maka beragam pula warna dan polanya.
Kita mulai suka menciptakan perbedaan ini kurang dari 10.000 tahun, kata Larson.

Sumber gambar, Nick Garbutt NPL
Dalam makalah yang diterbitkan tahun 2009, ia dan rekannya menulis bahwa "<link type="page"><caption> manusia telah memilih mutasi langka yang dengan cepat dihilangkan dalam alam liar</caption><url href="http://journals.plos.org/plosgenetics/article?id=10.1371/journal.pgen.1000341" platform="highweb"/></link>."
Ada satu selentingan terakhir yang perlu disinggung yaitu “fakta” yang kerap dikutip bahwa babi jantan bisa orgasme selama 30 menit.
Hal pertama yang perlu dikatakan, kita tak tahu seperti apa sensasi babi jantan, atau betina, ketika mereka kawin. Maka pembicaraan tentang orgasme mereka tentu jadi spekulatif.
Namun berdasarkan metode “sarung tangan” yang digunakan untuk mengambil sperma babi jantan, ejakulasi mereka memang bisa bertahan lama. Dalam sebuah <link type="page"><caption> penelitian tahun 2012</caption><url href="http://www.researchgate.net/publication/260365670_Influence_of_Ejaculation_Time_on_Sperm_Quality_Parameters_in_High_Performance_Boars" platform="highweb"/></link> tentang "babi hutan yang kuat ", durasi rata-rata ejakulasi adalah 6 menit.
Sulit untuk diketahui apakah ejakulasi dengan durasi seperti ini bisa terjadi tanpa bantuan, tapi tetap ada kemungkinan itu terjadi.
<link type="page"><caption> Menurut pengamatan terhadap babi jantan dalam pembuahan sesungguhnya</caption><url href="http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0304376281900808" platform="highweb"/></link>, durasi orgasme biasanya 4-5 menit, tapi bisa juga sampai 20 menit.
Apapun kebenaran tentang orgasme babi, <link type="page"><caption> petunjuk dunia maya tentang bagaimana melakukan pembuahan artifisial terhadap babi</caption><url href="http://www.ansc.purdue.edu/swine/porkpage/repro/pubs/basic2.htm" platform="highweb"/></link> memberi peringatan kepada para peternak untuk tidak menginterupsi babi jantan ketika mereka belum selesai melakukan pembuahan, kecuali jika mereka ingin menghadapi babi yang murka.
“Jika Anda melepas mereka terlalu cepat, siapa saja untuk menghadapi tantangan besar."
<italic>Silakan baca artikel ini dalam bahasa Inggris di sini, <link type="page"><caption> The truth about pigs</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20150924-the-truth-about-pigs" platform="highweb"/></link>, serta artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/uk" platform="highweb"/></link>.</italic>









