Deadpool: film pahlawan super untuk dewasa

Deadpool

Sumber gambar, 20th Century Fox

Keterangan gambar, Deadpool berkekuatan super, tapi apakah dia pahlawan?

Deadpool adalah film pahlawan super dari Marvel yang memasukkan unsur-unsur sifat mulia yang biasanya memang berlebihan dalam film seperti ini, tetapi dengan sedikit elemen nyentrik yang masih terkendali.

Ini adalah film yang flamboyan, tak lebih dari hiburan sintetis dengan keunikan komedi gelap.

Tokoh utamanya, Wade Wilson (Ryan Reynolds), memakai kostum yang mirip tiruan kostum Spider-Man, tapi Anda bisa lihat pakaiannya itu rada kotor, dan kelakuannya lebih buruk lagi.

Ketika Wade bicara (kurang lebih bisa dilihat sepanjang film), dia kedengaran seperti Jim Carrey 20 tahun lalu – seperti gabungan tokoh Ace Ventura dan The Mask yang comel dan senang mengerjai orang – digabungkan dengan sikap keras kepala dan sok tahu seperti tokoh di acara Comedy Central Celebrity Roast, ditambah lagi sedikit gaya gangsta rap.

Satu orang ini setara dengan satu pasukan mulut besar yang melontarkan olok-olok rada cabul yang tak pantas ditulis di sini, tapi juga cerdas di saat yang sama.

Sebelum menjatuhkan hukuman kepada para penjahat dengan memukuli mereka, ia sempat-sempatnya bilang, “Saya akan perlakukan kamu seperti apa yang dilakukan oleh Limp Bizkit ke dunia musik di akhir 90-an.”

Penonton tak hanya menghargai kecerdasan dialog yang tajam ini, tapi juga penilaiannya yang akurat terhadap dunia budaya pop.

Sebagai bekas pembunuh dalam ketentaraan Amerika, Wade adalah seorang yang terluka, nyentrik bahkan sedikit gila – jenis tokoh yang tak mungkin Anda bayangkan akan diperankan oleh Ryan Reynolds yang simpatik.

Namun Reynolds, yang telah banyak dipakai – dengan buruk – oleh film bergenre pahlawan super, siap untuk peran seperti itu lagi tanpa membuat kesalahan serupa.

Dalam film Green Lantern ia membuat kesalahan dengan tampil sama sekali jauh dari keren, tapi di Deadpool ia melontarkan rentetan ocehan dengan sikap yang seakan tak peduli apakah ia masih hidup atau sudah mati, dan juga dengan kilasan sikap nihilisme yang ia perlihatkan seperti menular.

Ia menampilkan karakter dengan akting seperti tak mempedulikan apakah ia yakin berada dalam kebenaran atau tidak.

Di balik topeng

Deadpool

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Deadpool mengalami siksaan berat sebelum menjadi manusia super.

Dalam kisah fantasi pahlawan super, ada tradisi tokoh-tokoh yang menggabungkan kebaikan dan kejahatan –Hulk, Joker – yang menemukan kekuatan fisik dan spiritual mereka ketika berada dalam kesakitan; santo pelindung mereka mungkin adalah Phantom of the Opera.

Dalam Deadpool, Wade bergabung dalam kelompok orang-orang aneh yang mendapat kekuatan dari sisi gelap mereka, tetapi yang membuat ia lebih dari sekadar tokoh gelap dunia komik yang dipoles mengkilap adalah film ini tak sekadar menampilkan kosmetik bagi siksaan yang harus dijalaninya.

Gambaran penyiksaan itu benar-benar membuat penonton bisa merasakan kesakitannya.

Bahkan sebelum peralihannya, Wade sudah merupakan tokoh sangar yang temperamental.

Ia pacaran dengan Vanessa (Morena Baccarin), yang sepadan dengan sikapnya, dan mereka terlibat dalam romansa - yang mungkin merupakan pertamakalinya dalam sejarah film – di mana perilaku seks sadomasokis ditampilkan dengan simpatik.

Baccarin yang seksi berhasil memunculkan semangat cinta yang biasanya tak tampak dalam film superhero. Ketika hubungan yang ideal ini terputus oleh datangnya diagnosa kanker paru-paru yang diderita Wade, kita seperti bisa merasakan kutukan yang datang kepadanya.

Dengan tak ada lagi yang tersisa, Wade bergabung dengan program pahlawan super 'mutant' bawah tanah yang bisa menjanjikan kesembuhan penyakitnya dan memberinya kekuatan. Syaratnya? Ia harus melewati siksaan yang terkutuk.

Pimpinan eksperimen ini seorang sadis bernama Ajax (Ed Skrein), yang terus menciptakan jenis siksaan fisik baru, maka tubuh Wade, sebagai responnya, akan memilih antara “bermutasi atau mati”.

Adegan yang menyeramkan ini memberi film Deadpool sentuhan horor di balik permukaan yang penuh humor.

Wade selamat, dengan tubuh yang tak bisa terluka tapi juga dengan luka di wajah yang membuatnya tampak seperti anak asuhan tokoh Freddy Krueger dari film Nightmare on the Elm Street.

Kekuatannya memang super, tapi apakah Deadpool seorang pahlawan? Ia direkrut oleh dua orang anggota X-Men namun tak punya minat untuk bergabung dengan mereka.

Dan sukurlah ia memilih begitu! Deadpool adalah cerita asli yang tak terlalu berat dan alasan utamanya adalah karena Wade tak punya agenda untuk menyelamatkan dunia.

Ia hanya ingin memburu Ajax, memaksanya untuk memperbaiki wajahnya, lalu mungkin membunuhnya.

Sutradara film ini, Tim Miller – yang baru pertamakali menyutradarai – menampilkan kredit pembuka yang bergaya mirip majalah humor Mad– salah satunya misalnya, “Disutradarai oleh Peralatan yang Kelewat Mahal” – dan dia menggunakan music rock lembut yang cukup mengejutkan dari Wham! dan Peter Cetera untuk mendampingi adegan slow-motion.

Ia juga terus membuat tokoh Deadpool “menabrak dinding keempat”: tidak hanya dengan teknik bicara langsung kepada penonton tetapi juga dengan mengolok-olok film Marvel lainnya.

Ketika Deadpool menuju peperangan, senjata yang dipilihnya adalah sepasang pedang ninja yang ia pakai untuk memotong-motong penjahatnya, dan ia cukup terus terang tentang apa yang dilakukannya.

Ini bukan sekadar perang melawan kejahatan, tetapi juga pembunuhan.

Kekurangan film yang isinya melulu soal balas dendam ini adalah, terasa kurangnya risiko pertaruhan sang tokoh.

Deadpool berhasil mengajak penonton melihat trauma yang dialami Wade tapi kemudian kita dibawa melaju oleh sikapnya yang nyeleneh itu.

Suasana sinis film itu akhirnya seperti berkata: ia bukan pahlawan seperti yang kita impikan, tapi ia adalah orang yang pantas kita dapatkan.

★★★☆☆

Anda bisa mengikuti artikel ini dalam Bahasa Inggris di <link type="page"><caption> Film Review: Deadpool is a superhero movie for adults only</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20160212-film-review-deadpool-is-a-superhero-movie-for-adults-only" platform="highweb"/></link>, dan artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.