'Berjalan kaki' melintasi jalan setapak di pulau sepanjang 700km di Kanada, ‘menyingkap keindahan yang lebih detail dari berkendara‘

    • Penulis, Carolyn B Heller
    • Peranan, BBC Travel

Upaya pencarian warga Kanada untuk merancang jalur ziarah di sekitar Pulau Prince Edward yang sekarang menjadi Island Walk, sebuah rute jalan kaki dan bersepeda sepanjang 700 km.

Bunga lupin merah muda dan ungu berayun-ayun di sepanjang Jalan Raya 101 Pulau Prince Edward, tempat saya baru saja keluar dari kota Kensington, Kanada.

Saat itu pukul 09:00, dan jalanan dipadati kendaraan yang pengemudinya tampak berniat mencari kopi atau berangkat kerja.

Aroma hewan sapi tercium, terbawa angin, sebelum saya melihat hewan-hewan ini tengah merumput di punggung bukit.

Mereka berdiri di sebelah tanda yang bertuliskan, "Nikmati susu kami. Sapi kami memakan rumput."

Ini adalah hari keempat saya berjalan menyusuri Island Walk, rute baru sepanjang 700 km yang mengelilingi provinsi terkecil di Kanada.

Perjalanan itu dimulai dari ujung barat pedesaan PEI. Saya melewati rumah-rumah pertanian berlapis vinil dengan pemandangan laut.

Lalu, saya menyusuri trotoar di bawah turbin angin yang berputar, dan di atas tebing tanah liat merah yang terjun tajam ke laut.

Saya pun mampir untuk menikmati alunan musik country di Stompin' Tom Centre, untuk menghormati, Tom Connors, penyanyi dan penulis lagu asal Kanada.

Kemudian, saya menerobos hujan saat melintasi jalan setapak di tengah hutan terpencil di mana sekawanan nyamuk yang cerdik mencoba berlindung di bawah payung saya.

Setelah belajar tentang tanaman pangan utama PEI di Museum Kentang Kanada, saya mengisi hari saya memakan kentang panggang ekstra besar yang ditaburi keju yang disajikan bersama keripik kentang yang segar.

Anda tahu, bahwa ini adalah tempat yang memandang 'serius' kentang karena makanan kentang Anda disajikan bersama kentang.

Baca juga:

Sekarang saya berjalan di dekat pusat pulau, dengan angin sepoi-sepoi dan bunga-bunga liar bermekaran.

Dalam perjalanan ini, saya menyadari bahwa banyak hal yang tidak terlihat ketika kita sedang berada di belakang kemudi mobil.

Saya melihat sebuah gudang yang dibangun dari kepingan papan kayu dengan cat hijau memudar. Tempat itu tampak nyaris ditinggalkan kecuali halaman rumputnya yang dipangkas dengan cermat.

Dua kupu-kupu kuning pucat terbang melewati sekeranjang bunga marigold yang dipasang di tiang pagar.

Bryson Guptill, penduduk PEI yang menggagas Island Walk, ingin mendorong penduduk pulau dan pengunjung untuk menjelajahi wilayah dengan irama yang lebih lambat.

Setelah dia dan rekannya, Sue Norton, mendaki bagian Camino de Santiago di Spanyol dan Prancis dan lalu Rota Vicentina di Portugal, Guptill mulai bertanya-tanya mengapa tidak ada rute jalan kaki yang serupa yang melalui lanskap kota dan pedesaan di provinsi asal mereka.

Dia mulai bekerja memetakan jalur di sekitar PEI, yang secara resmi menjadi Island Walk pada tahun 2020.

Rute jalan kaki dan rute sepeda dibagi menjadi 32 segmen yang dapat dilalui oleh para pelancong secara individu, seperti yang saya lakukan.

Lalu ada juga jalur yang lebih panjang dengan menyisiri sekitar pulau, melewatinya pantai-pantai Atlantik, melalui taman nasional, dan ke desa-desa di mana novel-novel Anne of Green Gables - mungkin ekspor PEI yang paling terkenal - dibuat.

Baca juga:

Namun, menyusun ide hingga meluncurkan Island Walk bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh.

Sebab, semakin banyak orang yang menemukan rute ini, mereka akan menghadapi tantangan-tantangan berat selanjutnya.

Seorang pensiunan analis kebijakan pemerintah, Guptill, telah menjadi sukarelawan Island Trails, sebuah organisasi nirlaba yang mandatnya adalah untuk mengembangkan dan memelihara jalur pejalan kaki PEI.

Ia dan Norton secara teratur berjalan di banyak jalur hutan di pulau itu, serta Confederation Trail sepanjang 273 km yang mengikuti bekas jalur rel melintasi pusat pulau.

Berbeda dengan Camino de Santiago, Island Walk tidak berdasarkan pada rute ziarah kuno.

Guptill ingin menghubungkan jaringan jalan setapak PEI yang ada, jalan pedesaan dan jalan raya yang lebih besar menjadi rute baru di sekitar pulau, dibagi menjadi segmen 20 - 25 km yang dapat dilalui dengan berjalan kaki.

Pada bulan Oktober 2019, setelah memetakan rute yang telah diusulkan, ia memutuskan untuk mengujinya, dan merekrut Nora Wotton serta dua teman PEI lainnya untuk bergabung dengannya.

Sebagai seorang pejalan kaki yang berpengalaman, Wotton mulai serius berjalan jarak jauh ketika pensiun dari karir mengajarnya.

Dia naik pesawat pada pukul 17:00 setelah hari terakhir kerjanya untuk memulai perjalanan solo di Camino de Santiago.

Ketika Wotton mendengar tentang gaya berjalan Camino Guptill di sekitar PEI, ia tertarik untuk mencoba rute yang dekat dengan rumahnya ini.

Dalam perjalanannya yang berlangsung selama sebulan, Wotton bercerita bahwa banyak penduduk pulau yang membuka rumah mereka, menawarkan akomodasi, makanan dan minuman, bahkan tempat untuk berteduh dari hujan dan makan sandwich yang telah mereka kemas.

Para pejalan kaki menyaksikan nelayan lobster menarik perangkap mereka, melewati ladang blueberry berwarna cerah, dan melihat pohon-pohon di pulau berubah warna dari hari ke hari.

Setelah pengujian jalan awal ini, Guptill mulai bekerjasama dengan organisasi Island Trails dan pemerintah provinsi untuk mengembangkan Island Walk menjadi produk yang lebih layak jual.

Linda Lowther, konsultan pariwisata PEI yang menjadi manajer pertama Island Walk, memimpin tim yang tugasnya, "adalah mewujudkan Island Walk", jelasnya.

Mereka membangun situs web, merancang logo dan brosur, dan menyusun tanda-tanda yang menandai rute.

Lowther mulai menghubungi motel, losmen, dan B&B untuk merekrut mereka sebagai mitra yang akan menampung, memberi makan, dan berpotensi mengantar Island Walkers.

"Saya secara pribadi menelepon setiap akomodasi yang berjarak satu kilometer dari Walk," katanya.

Namun pada awal 2020, akibat pandemi Covid-19, PEI menutup perbatasannya dan menunda proyek tersebut.

Pada tahun berikutnya, pejalan kaki senior mulai merencanakan perjalanan mereka, menggunakan informasi dari situs web baru dan dari halaman Facebook Island Walk.

Lowther berkata bahwa ia bergabung dengan para pejalan kaki ketika mereka melewati kota Cavendish, tempat ia tinggal.

Ia ingin mempelajari apa yang berhasil dan tidak.

"99% dari mereka menyukai segalanya," katanya. "Mereka hanya berharap kita punya lebih banyak kamar mandi."

Bagian Island Walk yang mengikuti Confederation Trail memang memiliki fasilitas kamar mandi, seperti halnya daerah yang lebih maju, di mana pejalan kaki dapat masuk ke kafe atau museum saat mendapat "panggilan alam".

Tetapi bagian lain yang lebih terpencil memiliki layanan yang jauh lebih sedikit.

Baca juga:

Penyelenggara Island Walk memperkirakan, antara 250 hingga 400 pejalan kaki dan pengendara sepeda akan menyelesaikan rute tersebut pada tahun 2022, tiga operator telah mulai menawarkan layanan perencanaan perjalanan.

Experience PEI mengoordinasikan perjalanan dengan berjalan kaki dan bersepeda, Outer Limit Sports menawarkan paket durasi pendek untuk pejalan kaki atau pengendara sepeda, sementara MacQueen's Bike Shop & Island Tours membantu pengendara sepeda dengan penyewaan dan rencana perjalanan.

PEI juga memiliki layanan bus pedesaan, yang diluncurkan pada bulan April, yang dapat mengangkut wisatawan ke berbagai wilayah yang ada pulau.

Sementara layanan di jaringan Transit T3 ini masih jarang, tarif dewasa sekali jalan hanya sejumlah CAD$2 (sekitar £1,30).

Laura MacGregor baru-baru ini menghabiskan 31 hari dengan menyelesaikan seluruh Island Walk setelah berkendara dari rumahnya di Ontario dengan RV kecil.

Ia bekerja dengan Experience PEI untuk mengatur perjalanannya.

Pemilik perusahaan Bill Kendrick menyarankan rencana perjalanan yang menggabungkan berkemah dengan menginap sesekali di penginapan atau B&B.

Ia mengontrak supir antar-jemput atau taksi untuk mengantarnya ke dan dari ujung jalan setiap hari.

Island Walk tidak selalu memiliki akomodasi atau tempat perkemahan di setiap segmen berakhir, kata MacGregor.

"Hal ini tidak seperti Appalachian Trail di mana ketika Anda selesai, Anda dapat mendirikan tenda Anda. Butuh lebih banyak perencanaan karena Anda tidak tidur di jalan. Anda perlu memiliki akomodasi di tempat lain."

Salah satu penduduk Nova Scotia, Gene Oickle, memilih untuk merencanakan perjalanannya sendiri ketika ia berjalan di 16 bagian pertama dari Island Walk pada bulan Juni.

Pembatasan perjalanan baru-baru ini membuatnya tidak bisa berjalan jarak jauh ke luar negeri. Dia berencana mendaki dari Hungaria ke Italia, berjalan melintasi Swedia dan Norwegia, dan menyelesaikan Camino Frances.

Sebelum itu dilakukan, dia memilih medan PEI yang relatif datar untuk membantu memulihkan kebugarannya.

Dalam Island Walk-nya, Oickle tinggal selama beberapa hari di beberapa akomodasi berbeda, yakni Tignish Heritage Inn di ujung barat pulau dan Warm House Retreat di Summerside, dan ia membayar pemilik penginapan untuk mengantarnya ke dan dari jalan setapak.

Meski hal ini berjalan lancar, ia mengakui bahwa biaya transportasi, yang bervariasi menurut jarak atau waktu tempuh, dapat menjadi penghalang, terutama bagi pejalan kaki tunggal.

Tetapi bagi Oickle, manfaat dari perjalanan yang lebih lambat ini lebih besar daripada dampak negatifnya.

"Ketika Anda mengemudi," katanya, "Anda begitu tertarik untuk mencapai tujuan Anda sehingga tidak benar-benar melihat ke luar jendela untuk melihat apa yang ada di luar sana."

Baca juga:

Di satu sisi, dengan berjalan kaki, Anda memang akan melihat lebih sedikit tempat daripada yang bisa Anda lihat dengan mobil.

Tetapi dengan cara ini, Anda akan lebih melihat suatu tempat dengan detail dan menyingkap keindahan.

Anda melihat lima kursi kayu merah berbaris di lapangan, diposisikan ke arah matahari terbenam di atas lautan.

Anda mendengarkan suara gagak dan suara katak saat Anda melewati sebuah kolam, dikelilingi oleh alang-alang.

Anda mengistirahatkan kaki Anda ketika seorang penyanyi menyanyikan lagu klasik Stompin' Tom tentang kentang di pulau itu:

It's Bud the spud from the bright red mud

Rolling down the highway smiling….

Selama lima hari mengikuti jalur setapak PEI Island Walk, saya berguling - tidak, berjalan - menyusuri jalan raya provinsi, jalan belakang, dan jalur hutan. Dan seperti Bud the Spud, saya pasti tersenyum.

---

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, Canada's new 700km island path, bisa Anda simak di laman BBC Travel.