Bioskop-bioskop paling mewah di Los Angeles

Los Angeles Theatre

Sumber gambar, Mike Hume/LAHTF

    • Penulis, Liza Foreman
    • Peranan, BBC Culture

Kemewahan masa lalu kota itu kini dijaga, direstorasi, dan menjadi hidup lagi, kata Liza Foreman, ketika membahas sejumlah bioskop di kota sekitar Holywood itu.

Earl Carroll Theatre

Sumber gambar, Wendell Benedetti/ LAHTF

Earl Carroll Theatre

Di Los Angeles bisnis film mungkin sangat menguntungkan, tapi sebagian dari bioskop tertua di kota itu sedang berjuang untuk bertahan.

Beberapa bioskop yang dirancang dengan interior mewah seperti istana ini kini sebagian berubah menjadi gereja, gedung pertemuan, dan juga pertokoan.

Namun yayasan nirlaba seperti Los Angeles Conservancy — sebuah inisiatif untuk mempertontonkan film di beberapa bioskop bersejarah — dan Los Angeles Historic Theatre Foundation (LAHTF), pencinta film masih bisa menonton film di beberapa bioskop indah ini.

Dua organisasi tersebut bekerja untuk menjaga dan merestorasi. Salah satu proyek mereka yang berhasil termasuk penyelamatan Earl Carroll Theatre (1938) di Sunset Boulevard.

Kini mereka tengah merestorasi Hollywood Pacific Theatre (1928) tempat Al Jolson pernah menjadi pembawa acara.

Million Dollar Theatre

Sumber gambar, Hunter Kerhart/ LAHTF

Million Dollar Theatre

Teater besar pertama Sid Grauman dibuka pada 1918 dengan nama Grauman's tapi kemudian beberapa tahun kemudian namanya berubah menjadi Million Dollar untuk menggambarkan harganya.

Albert C Martin Sr merancang bangunan 12 lantai itu untuk meniru gaya Churrigueresque, yang diambil dari nama arsitek gereja Spanyol, José Benito de Churriguera. Bioskop ini juga pernah menjadi gereja.

Kini, Million Dollar Theatre menjadi bagian dari proyek revitalisasi Grand Central Square, termasuk Grand Central Market yang bersejarah serta kompleks apartemen.

"Saat ini Million Dollar tutup, tapi ini dulunya adalah istana film pertama yang buka di Broadway," kata Escott O Norton, direktur eksekutif LAHTF.

"Pemilik yang sekarang punya rencana untuk merenovasi dan mengoperasikan lagi Million Dollar. Ada potensi besar bagi kawasan Broadway ini untuk menjadi titik penting di Downtown. Million Dollar harus menjadi bagian penting revitalisasi itu."

State Theatre

Sumber gambar, University of Southern California/Getty Images

State Theatre

State Theatre adalah salah satu dari enam bioskop yang digunakan oleh LA Conservancy tahun ini untuk memutar film.

Bioskop ini pertama buka pada November 1921 dengan nama Loew's State dan memutar A Trip to Paradise.

Interior gedung ini termasuk tirai api yang menggambarkan kota fantasi dengan menara-menara yang puncaknya adalah bawang.

Gaya bioskop ini adalah Renaissance Spanyol dan dekorasi langit-langitnya bergaya Rococo Spanyol, dan awalnya dirancang untuk menjadi bioskop terbesar di Broadway (dalam kapasitas penonton).

Bioskop ini terletak di dalam bangunan 12 lantai bergaya Beaux-Arts. State Theatre dibeli oleh Metropolitan Theatres pada 1963, dan masih terus mempertontonkan film sampai 1997, selain juga digunakan untuk penampilan live.

Lalu bioskop ini digunakan oleh Universal Church of the Kingdom of God selama dua dekade berikutnya. LAHTF untuk pertama kalinya dalam 20 tahun membuka akses publik ke State Theatre pada April 2018 lalu.

United Artists Theatre

Sumber gambar, Wendell Benedetti/ LAHTF

United Artists Theatre

The Theatre at Ace Hotel atau the United Artists Theatre merangkum era keemasan film lewat berbagai detail yang kaya serta mural warna-warni.

Bioskop ini dibangun pada 1927 dengan pengaruh gaya Gothic Spanyol dan bisa menampung 1.600 kursi serta lobi mewah tiga lantai dengan langit-langit setinggi 11 meter.

Bintang film bisu Mary Pickford yang memilih lokasi dan arsitek bioskop ini dan menghabiskan banyak uang untuk pembangunannya.

United Artists Theatre tetap aktif sebagai lokasi pertunjukan seni sampai 1989. Setelah renovasi, bioskop itu dibuka kembali pada Februari 2014.

Los Angeles Theatre

Sumber gambar, Mike Hume/ LAHTF

Los Angeles Theatre

Los Angeles Theatre memerlukan sekitar satu juta dolar untuk pembangunannya pada 1931. Arsitek S Charles Lee merancangnya dengan gaya Baroque Prancis.

Fasad teater ini tingginya sampai lima lantai dan dihiasi dengan tiang-tiang besar serta detail yang mewah, dan interiornya disebut-sebut meniru Lorong Cermin di Istana Versailles.

Charlie Chaplin menyumbang biaya pembangunan bioskop ini sehingga bisa buka bertepatan dengan pemutaran perdana filmnya, City Lights.

Bangunan ini memiliki kelengkapan yang tidak biasa, seperti ruang kedap suara bagi orang tua yang anaknya gelisah, monitor elektronik yang bisa memantau jumlah kursi yang tersedia, dan ruang bawah tanah dengan sistem prisma yang memungkinkan pengunjung menonton film dari berbagai sudut sambil bersosialisasi.

Orpheum Theater

Sumber gambar, Don Solosan/ LAHTF

Orpheum Theater

Orpheum Theater adalah salah satu ikon paling penting Los Angeles.

Baru-baru ini gedung bioskop ini digunakan untuk American Idol dan So You Think You Can Dance. Sebelumnya, gedung tersebut pernah menampilkan bintang-bintang seperti Judy Garland dan Ella Fitzgerald.

Orpheum Theatre pertama kali dibuka pada Februari 1926 dan beradaptasi dengan popularitas gambar bergerak dengan memasang organ Wurlitzer untuk mendampingi pemutaran-pemutaran film bisu pada 1928.

"Orpheum adalah salah satu bioskop pertama di Broadway yang direnovasi dalam beberapa tahun terakhir. Pemilik Steve Needleman menghabiskan jutaan dolar untuk menghidupkan lagi Orpheum dalam kondisi semula yang elegan," kata Escott O Norton.

"Orpheum juga menjadi bioskop Broadway terakhir yang Organ Teater Wurlitzernya masih berfungsi. Tahun lalu, pemiliknya memperbesar ruangan lobi dengan membuka Klub Orpheum di bagian depan toko."

Rialto Theatre

Sumber gambar, Hunter Kenhart/ LAHTF

Rialto Theatre

Rialto pertama dibuka pada Mei 1917 dengan pemutaran film bisu The Garden of Allah yang didampingi oleh Quinn Symphony Orchestra.

Sid Grauman mengambil alih teater tersebut dua tahun kemudian dan mengelolanya sampai 1924.

Bangunan ini awalnya dirancang oleh arsitek Oliver P Dennis dalam gaya Greek Revival, namun kemudian bangunan ini menjalani serangkaian renovasi.

Pada 1930an, Teater Rialto punya papan penanda baru dengan gaya neon Art Deco — salah satu yang terbesar di Broadway.

Namun teater ini kemudian beralih fungsi, dan lobinya berubah menjadi pertokoan. Papan penandanya tetap ada, dan bangunan ini kemudian disebut sebagai monumen budaya dan sejarah Los Angeles pada 1989.

"Rialto Theatre di Downtown rusak setelah terjadi renovasi setelah gempa, dan tak banyak yang tersisa dari interiornya," kata Norton.

"Saat perusahaan retail Urban Outfitters mengambil alih gedung itu, mereka melakukan restorasi yang bagus dengan papan neon, dan membiarkan interiornya terjaga. Dan untuk mengingatkan akan sejarah gedung ini, mereka rutin memasang film bisu dan memproyeksikannya ke tembok belakang, tempat dulunya ada layar."

San Gabriel Mission Playhouse

Sumber gambar, Wendell Benedetti/ LAHTF

San Gabriel Mission Playhouse

San Gabriel Mission Playhouse yang terletak di Los Angeles dibangun pada 1927 untuk mempertontonkan drama Mission Play karya John Steven McGroarty.

Tempat pertunjukan ini dipengaruhi gaya Spanyol dan memasukkan elemen Spanyol, Meksiko serta asli Amerika.

Setelah menghasilkan 3.198 pertunjukan, teater ini kemudian tak bisa memproduksi apa-apa pada era Depresi 1932, dan kemudian berhenti.

Gedung ini kemudian menjadi bioskop dan ruang gantinya menjadi apartemen karena pada era Perang Dunia Kedua terjadi kekurangan perumahan.

Bangunan ini kini menjadi lokasi kelulusan, pertemuan, syuting film, serta pertunjukan.

Palace Theatre

Sumber gambar, Wendell Benedetti/ LAHTF

Palace Theatre

Pada 1911, Palace Theatre dibuka sebagai teater Orpheum ketiga di AS. Tempat ini pernah didatangi banyak bintang film sampai 1926, saat gedung bioskop pindah ke lokasinya yang bertahan sampai sekarang di Ninth Street and Broadway.

G Albert Lansburgh merancang teater ini dengan gaya Florentine, fasad Renaissance awal dan interior Prancis, dengan empat panelnya menampilkan dewi inspirasi di bidang pertunjukan: lagu, tarian, musik dan drama.

Bioskop ini awalnya mampu menampung 2.000 kursi, tapi setelah renovasi pada 1930an, kini hanya bisa menampung 1.000 kursi.

"Banyak detail asli dari era pertunjukan masih terlihat," kata Norton, "termasuk pintu panggung tersembunyi yang digunakan oleh Houdini dan lift hewan untuk membawa hewan ternak ke ruang ganti dari panggung. Dan ini adalah salah satu teater di Los Angeles yang lampu bawahnya masih bisa digunakan."

Grauman's Chinese Theatre

Sumber gambar, Wendell Benedetti/ LAHTF

Grauman's Chinese Theatre

Pembukaan Grauman's Chinese Theatre pada 1927 adalah peristiwa penting dalam sejarah film.

The King of Kings karya Cecil B DeMille diputar untuk pertama kalinya pada malam itu, dan keesokannya bioskop dibuka untuk umum.

Setelah membangun Teater Million Dollar di pusat kota Los Angeles, Sid Grauman kemudian mengembangkan rencana ambisius untuk proyek dua juta dolar bersama dengan arsitek Raymond Kennedy.

Penyair dan sutradara film Cina, Moon Quon, kemudian mengawasi pembuatan patung-patung yang nantinya akan menghias interior, dan pada 1968, Grauman's Chinese Theatre dideklarasikan sebagai bangunan budaya bersejarah.

Kini proyek restorasi untuk menjaga keindahan gedung ini tengah berlangsung, dan pada 2013, Grauman's Chinese Theatre mengumumkan bahwa mereka bekerja dengan TCL (The Creative Life) untuk hak penamaan selama 10 tahun.

"Karya besar Grauman ini kini disebut TCL Chinese Theatre, dan direnovasi di bawah pengawasan ahli preservasi seperti LAHTF," kata Norton.

"Kini bioskop ini menjadi sangat modern dengan teknologi canggih IMAX digital laser. Chinese Theatre adalah tempat pertama kalinya dilakukan karpet merah, dan TCL Chinese masih menjadi tuan rumah berbagai acara kelas dunia lainnya."

Tower Theatre

Sumber gambar, Mike Hume/ LAHTF

Tower Theatre

Tower Theatre adalah bioskop pertama yang dirancang oleh arsitek S Charles Lee, dan mampu menampung 900 orang, serta dirancang dengan gaya Renaissance-revival, dan elemen Prancis, Spanyol, Moor, serta Italia.

Ada menara dengan jam di eksteriornya, meski bagian paling atas dari gedung ini dilepas setelah terjadi gempa.

Tower Theatre pertama dibuka pada 1927 dengan pemutaran film The Gingham Girl. Ini adalah teater pertama di Los Angeles yang pengaturan elektriknya dibuat untuk memutar film bersuara, dan bioskop ini menjadi lokasi pemutaran perdana film yang setengah bersuara dan dianggap revolusioner pada 1927, The Jazz Singer.

Pada 1950, bioskop ini hanya memutar potongan berita, sehingga namanya menjadi Newsreel Theatre.

Bioskop ini juga dikenal dengan nama Music Hall Downtown. Pada 1965 teater menggunakan nama Tower Theatre, dan menjadi lokasi populer pada 1990an untuk produksi film.

"Lobinya dibuat dengan gaya Paris Opera House, dan termasuk jendela besar berwarna," kata Norton.

"Tower pertama dibuka dengan era awal film-film bersuara, tapi juga menampilkan pertunjukan di panggung kecilnya. Para penampil sering mengatakan bahwa mereka bisa menabrak tembok belakang panggung jika sedang membungkuk memberi hormat."

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalama bahasa Inggris di The best original movie theatres of LA di laman BBC Culture