Tagar #AsianGamesGemes2018: Mempromosikan ajang olahraga atau mengobjektifikasi para atlet?

Sumber gambar, ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pelaksanaan ajang olahraga besar Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus 2018 nanti, namun gaungnya dianggap masih belum cukup kuat sehingga muncul tagar #AsianGamesGemes2018 untuk meramaikannya.
Tetapi muncul perdebatan di kalangan warganet yang menyebut tagar tersebut justru mengobjektifikasi para atlet, daripada mempromosikan Asian Games.
Beberapa cuitan yang menggunakan tagar tersebut dan banyak disebarkan termasuk soal Grace Joselini, 'tim medis cantik di Asian Games 2018', pemanah Dellie Threesyadinda, karateka Ceyco Georgia, atlet wushu Lindswell Kwok, sampai pebasket Daniel Timothy Wenas.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 4
Akun media sosial resmi Nazril Irham atau Ariel, musisi dari band Noah, pun ikut menggunakan tagar tersebut untuk menyebarkan video soal pesenam Rifda Irfanaluthfi.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 5
Namun upaya promosi menggunakan tagar #AsianGamesGemes2018 itu pun menjadi perdebatan di kalangan warganet yang melihat bahwa tagar tersebut, alih-alih mempromosikan ajang olahraga yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018, malah dinilai lebih menonjolkan penilaian akan penampilan fisik para atlet.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 6
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 7
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 8
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 9
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 10
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 11
Meski begitu, ada juga yang menganggap bahwa penggunaan tagar tersebut lebih sebagai upaya untuk menggaungkan soal pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 12
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 13
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 14
Lewat cuitannya, penggagas tagar tersebut menyatakan bahwa tagar tersebut dimulai karena "bahasannya masih melulu ttg infrastruktur/joget-joget/musik-musik/dan politik. Banyak yang nggak tertarik ngebahas atletnya" selain juga bahwa tudingan "menganggap semata-mata fisik mengabaikan perjuangan dan usaha para atlit" sebagai sesuatu yang "terlalu jauh".
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 15
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 16
Salah satu penggagas tagar tersebut, Wicaksono atau @ndorokakung, mengatakan bahwa dia dan dua rekannya (@motulz serta @ainunchomsun) sempat melihat velodrome di Jakarta Timur untuk Asian Games dan merasa ajang olahraga itu kurang mendapat promosi.

Sumber gambar, ANTARA/WAHYU PUTRO A
Tagar itu pun mereka munculkan sebagai "murni ikut sumbang saran atau berperan meramaikan Asian Games".
"Kami gemas kok kayaknya gemanya kurang kencang, maka muncul tagar itu, karena kegemasan akan minimnya promosi Asian Games. Ini kan sebetulnya tidak dibikin secara serius, tidak pakai target, tidak pakai harapan muluk-muluk, mungkin promonya kurang kekinian gitulah.
"Kami nggak peduli (tagar) itu orang akan banyak ikut, syukur-syukur kalau ada yang ikut, kalaupun tidak ada ya tidak apa-apa," katanya pada BBC News Indonesia, Minggu (8/7).
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 17
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 18
Menurut Wicaksono, format video profil para atlet yang mereka sebarkan memang dipilih karena video "salah satu jenis konten yang paling berpotensi viral untuk viral".
Dan mereka memilih atlet untuk dipromosikan karena mereka "ingin mempromosikan pelaku utama dari pesta olahraga, itu kan atlet". Namun profil akan para atlet itu dinilainya kurang banyak muncul di media sosial.

Sumber gambar, ANTARA/Rivan Awal Lingga
Maka mereka pun meminta saran dari para warganet akan atlet-atlet yang mereka idolakan yang nantinya bisa dibuat video profilnya untuk disebarkan. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa tagar tersebut justru menonjolkan fisik para atlet daripada soal perhelatan Asian Games?
Menurut Wicaksono, penampilan fisik bukanlah kriteria yang mereka pilih untuk menyebarkan tagar tersebut.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 19
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 20
"Tantangannya sebetulnya begini, daftar atlet itu, sejauh informasi yang kita dapatkan kan belum muncul, yang ditandatangani oleh chef de mission, siapa sih, atlet mana yang masuk? Akhirnya kami random saja mencari-cari di Google, atlet tim nasional Asian Games, dan yang muncul berdasarkan pencarian di Google ya itu," kata Wicaksono.
"Yang kedua, itu usulan dari netizen. Mungkin (atlet) yang muncul dianggap orang (kami) punya preferensi tertentu, orang bebas menafsirkan, tapi kalau kami tidak peduli, yang penting tujuan kami mencari atlet nasional Asian Games," tambahnya.

Sumber gambar, ANTARA/PUSPA PERWITASARI
"Jadi itu nggak ada urusan ukuran fisik atau gimana itu nggak ada," ujarnya lagi.
Presiden Joko Widodo juga sudah beberapa kali menyampaikan soal kurangnya promosi yang dilakukan menjelang Asian Games 2018.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 21
Pada pertengahan dan akhir Juni lalu, Presiden membagikan jaket Asian Games 2018 pada warga di Bogor dan pada jurnalis istana dengan pesan agar para jurnalis turut mempromosikan Asian Games yang sebentar lagi berlangsung.

Sumber gambar, ANTARA/GALIH PRADIPTA
Pada akhir Mei 2018, Presiden juga menyoroti promosi penyelenggaraan Asian Games yang dinilai belum optimal.
"Saya betul-betul ingin mendapat perhatian secara khusus karena saya lihat yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Senin (28/5).
Dan pada April 2018 lalu, di rapat kabinet terbatas, Jokowi juga menyatakan bahwa pelaksanaan Asian Games seharusnya bisa dipromosikan dengan lebih gencar.
"Saya melihat terutama di sisi promosi untuk Asian Games ini baik di media lokal dan media internasional saya lihat berlum ada pergerakan yang signifikan," kata Jokowi saat itu.









