Pelompat galah Prancis kembali disoraki penonton Olimpiade Rio

renaud

Sumber gambar, IOC Media

Keterangan gambar, Renaud Lavillenie (kanan) dihibur pemenang medali emas Da Silva dan mantan juara lompat galah dunia Olimpiade, Sergey Bubka.

Pelompat galah pemegang medali perak, Renaud Lavillenie, disoraki untuk kedua kalinya oleh penonton dalam 24 jam.

Pimpinan Olimpiade, Thomas Bach, mengatakan perlakuan yang diterima atlit Prancis ini "mengejutkan".

Pria berusia 29 tahun tersebut menangis saat disoraki di panggung pada hari Selasa (16/08).

Pada Senin lalu dia disoraki penonton sebelum melakukan lompatan terakhirnya.

Lavillenie dikalahkan favorit tuan rumah Thiago Braz da Silva dalam final yang dramatis.

  • <link type="page"><caption> Dari arena Olimpiade Rio 2016</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_olimpiade2016_rio" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dapatkah Tontowi Lilyana kibarkan merah putih di Olimpiade Rio pada 17 Agustus?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160816_trensosial_lilyana_tontowi" platform="highweb"/></link>

Bach mengatakan tingkah laku penonton "tidak bisa diterima di Olimpiade".

Lavillenie memegang kepalanya di panggung dan kemudian dihibur pemenang medali emas Da Silva, presiden IAAF, Lord Coe dan mantan juara lompat galah dunia Olimpiade, Sergey Bubka, setelah upacara.

Juara Olimpiade London 2012, Lavillenie, mengatakan kepada televisi Prancis, "Ini memuakkan, sama sekali tidak ada keadilan dan saya ingin menekankan Brasil sama sekali tidak terlibat".