Walau tersingkir, timnas Islandia disambut seperti pahlawan

Pendukung timnas Islandia terus bertahan di stadion usai tim kesayangnnya menyerah 2-5 dari tuan rumah.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pendukung timnas Islandia terus bertahan di stadion usai tim kesayangnnya menyerah 2-5 dari tuan rumah.

Walaupun kalah telak 2-5 dari tuan rumah Prancis di perempat final Piala Eropa 2016, timnas Islandia tetap dielu-elukan dan di sambut bak pahlawan di negerinya.

Presiden Islandia, Olafur Ragnar Grimsson, mengatakan prestasi mereka yang menembus perempat final pesta sepak bola antar negara Eropa itu telah mengharumkan nama bangsa.

"Seluruh bangsa sangat bangga dan Anda bisa melihatnya tadi malam ketika suporter Islandia tetap tinggal di dalam stadion dan terus bersorak, walau ditaklukkan tim Prancis," kata Grimsson.

  • <link type="page"><caption> Prancis cukur Islandia 5-2 di perempat final Piala Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160703_olahraga_islandia_prancis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inggris tersingkir, dipermalukan 'tim kecil' Islandia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/06/160627_olahraga_piala_eropa_inggris_islandia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Warga Islandia rayakan kemenangan atas Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/06/160628_olahraga_islandia" platform="highweb"/></link>
Timnas Islandia saat bertemu timnas Prancis di perempat final.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Timnas Islandia saat bertemu timnas Prancis di perempat final.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan ribuan pendukung timnas Islandia merupakan gambaran bahwa rakyat Islandia bangga terhadap semangat kolektivitas yang ditunjukkan para pemain.

"Perjalanan Anda memang luar biasa," tandasnya.

Tidak diunggulkan

Sejak awal tidak diunggulkan, tetapi timnas Islandia justru membalikkan semua anggapan itu dengan menahan seri Portugal 1-1, mengimbangi Hungaria 1-1, serta menundukkan Austria 2-1 di penyisihan grup.

Pendukung timnas Islandia dengan kostum ala bangsa Viking.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pendukung timnas Islandia dengan kostum ala bangsa Viking.
Pendukung setia timnas Islandia.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pendukung setia timnas Islandia.

Mereka kemudian melaju ke babak 16 besar, dan di luar dugaan menjungkalkan timnas Inggris 2-1.

Dengan setengah berkelakar, seorang warga Islandia menggambarkan kemenangan itu dengan kalimat "Dokter gigi Islandia membunuh tiga singa (lambang timnas Inggris)."

Kalimat itu merujuk pada salah seorang manajer Islandia, Heimir Hallgrimsson, yang berprofesi sebagai dokter gigi.

Program sistematis 20 tahun

Warga negara berpenduduk sekitar 300 ribu orang itu kemudian merayakan kemenangan sensasional tersebut.

Sepanjang laga, suporter fanatik timnas Islandia terus-menerus memberi semangat.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sepanjang laga, suporter fanatik timnas Islandia terus-menerus memberi semangat.

"Seperti hari libur nasional," kata salah seorang warga Inggris di Reykjavik.

Namun demikian, menurut Olafur Ragnar Grímsson, penampilan timnas Islandia yang disebutnya 'luar biasa' di Piala Eropa 2016, tidaklah datang dengan tiba-tiba.

"Mereka adalah generasi pertama hasil program pelatihan sistematis untuk anak-anak yang dimulai 20 tahun lalu," ungkapnya.

Saat melawan Prancis, timnas Islandia mencetak dua gol, walaupun akhirnya kalah 2-5 dari tuan rumah.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Saat melawan Prancis, timnas Islandia mencetak dua gol, walaupun akhirnya kalah 2-5 dari tuan rumah.

Dia kemudian menandaskan penampilan timnas negaranya di ajang Piala Eropa tidak semata soal sepak bola.

"Ini adalah perjalanan sebuah bangsa dengan cara yang luar biasa," tandas Grímsson.