Kasus transfer Neymar, Barcelona dikenai denda Rp75 miliar

Sumber gambar, AFP
FC Barcelona sepakat untuk membayar denda sebesar 4,3 juta pound atau sekitar Rp75 miliar atas kasus transfer pemain internasional asal Brasil, Neymar, pada 2013.
Presiden klub Josep Maria Bartomeu mengatakan kepada para wartawan telah terjadi "kesalahan dalam perencanaan pajak" sehubungan dengan transfer tersebut.
Barcelona dituduh telah melakukan penipuan pajak atas penandatanganan kontrak, namun klub tersebut menyanggahnya.
Neymar dan ayahnya juga tengah diselidiki atas dugaan penggelapan pajak, yang juga mereka sangkal.
- <link type="page"><caption> Neymar menghadapi tuduhan penipuan di Spanyol</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/06/160607_olahraga_neymar" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Neymar diselidiki atas tuduhan penggelapan pajak di Brasil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160203_sport_neymar_pajak" platform="highweb"/></link>
"Kami harus menerima untuk membayar denda senilai 5,5 juta euro atau sekitar Rp 75 miliar karena kesalahan dalam perencanaan pajak tahun 2011 dan 2013 dalam menandatangani kontrak Neymar," kata Bartomeu.
"Menerima perjanjian ini lebih baik daripada harus berlanjut dengan ketidakpastian atas kasus Neymar yang sudah berlangsung sejak lama."
Masih ada kasus lain
Barcelona membayar pajak secara sukarela senilai 13,5 juta Euro (Rp195 miliar) pada 2014 setelah dituduh melakukan penipuan pajak atas penandatanganan kontrak Neymar, namun mereka membantah telah melakukan kesalahan.
Neymar, yang bernama lengkap Neymar da Silva Santos Junior, bergabung dengan Barcelona pada Juni 2013 setelah kariernya melambung di klub Brasil, Santos.
Barcelona mengatakan pihaknya telah membayar uang muka kepada sang pemain sebesar 43 juta pound (Rp 810 miliar), untuk dibagikan kepada orang tua pemain sebesar 40 juta euro (Rp600 miliar) dan klub Santos senilai 17 juta Euro (Rp255 miliar).
Namun para penyidik mengatakan biaya itu mendekati harga 83 juta euro (sekitar Rp1 triliun) dan Barcelona telah menyembunyikan bagian dari kesepakatan. Tetapi, klub membantah klaim tersebut.
Awal bulan ini, para jaksa Spanyol akhirnya menyerukan Neymar untuk diadili atas kasus penipuan.
Mereka menyatakan bahwa pemain tersebut beserta ayahnya menyembunyikan nilai transfer sebenarnya dari Santos ke Barcelona.
Dana investasi Brasil, yang memegang 40% hak olahraga Neymar saat dia bermain di bawah bendera Santos, berpendapat bahwa bagiannya dirampas dari kesepakatan transfer.
Namun belakangan, Neymar juga tengah diselidiki atas kasus penggelapan pajak di Brasil.









