Wenger sempat mengira protes atasnya meluas

Sumber gambar, All Sport
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku dia sempat memperkirakan protes yang meluas atasnya dalam kemenangan Arsenal atas Norwich 1-0 di Liga Primer, Sabtu (30/04).
Pria asal Prancis itu akan mencatat 20 tahun mengasuh Arsenal pada Oktober 2016 namun terakhir kali membawa Arsenal merebut Piala Liga Primer pada tahun 2004.
Sejumlah pendukung Arsenal memajang spanduk antara lain bertuliskan 'Saatnya untuk Perubahan' maupun yang memintanya ke luar dalam pertandingan melawan Norwich.
"Saya kira seluruh stadion akan menjadi putih (dengan spanduk)," katanya.
- <link type="page"><caption> Pendukung Arsenal minta Arsene Wenger mundur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/05/160501_sport_arsenal_kecaman_wenger" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Wenger 'bosan' hadapi pertanyaan kapan Arsenal juara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160308_olahraga_hull_arsenal" platform="highweb"/></link>
"Salah satu tujuan adalah membuat orang 100% gembira. Sayangnya saya tidak bisa melakukannya pada musim ini."

Sumber gambar, b
Kemenangan atas Norwich membuat Arsenal berada di peringkat tiga dengan menggeser Manchester City, yang menderita kekalahan 2-4 dari tuan rumah Southampton.
Hari Minggu 8 Mei, Arsenal akan bertandang ke Manchester City sebelum menjamu Aston Villa -yang sudah terlempar dari Liga Primer- dalam pertandingan terakhir musim ini sepekan kemudian.
Klub London utara ini memerlukan dua angka lagi untuk memastikan masuk empat besar Liga Primer dan lolos kembali ke Liga Champions musim mendatang untuk ke-18 kalinya.
Sebelum pertandingan melawan Norwich berlangsung, sekelompok pendukung Arsenal membawa spanduk dan poster bertuliskan 'Saatnya untuk Perubahan', yang juga dibentangkan kembali pada menit ke-12 untuk masa melambangkan masa 12 tahun tanpa gelar juara Liga Primer.









