Hadapi MU, Ranieri ingin ‘akhir ala film Amerika’

Leicester tinggal meraih tiga poin untuk memastikan gelar juara Liga Primer.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Leicester tinggal meraih tiga poin untuk memastikan gelar juara Liga Primer.

Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, menginginkan kisah klubnya pada musim ini berakhir bahagia seperti layaknya film-film Hollywood. The Foxes—julukan Leicester—dipastikan menjadi juara Liga Primer apabila mampu menumbangkan Manchester United di Stadion Old Trafford, Minggu (01/05).

Leicester City saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan mengantongi 76 poin, unggul tujuh poin dari rival terdekatnya, Tottenham Hotspur.

Dengan menyisakan tiga pertandingan, Leicester hanya memerlukan tiga poin untuk merebut mahkota juara Liga Primer untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Tiga poin tersebut dapat diraih apabila anak-anak asuhan Ranieri sanggup menumbangkan Manchester United di Old Trafford.

Kalaupun gagal, <link type="page"><caption> Riyad Mahrez</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160425_olahraga_mahrez-leicester_pfa" platform="highweb"/></link> dan kawan-kawan dapat mendulangnya saat menghadapi Everton dan Chelsea.

  • <link type="page"><caption> Klub di ambang juara, kota Leicester 'membiru'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160430_olahraga_leicester_membiru" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Satu kemenangan di Manchester United, Leicester akan juara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160426_olahraga_leicester" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ranieri: "Leicester juara sekarang atau tidak sama sekali"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160423_olahraga_ranieri_juara_leicester" platform="highweb"/></link>
Setelah nyaris terdegradasi pada akhir musim lalu, Leicester kini di ambang kesuksesan yang hampir mustahil dalam sejarah olahraga dunia.
Keterangan gambar, Setelah nyaris terdegradasi pada akhir musim lalu, Leicester kini di ambang kesuksesan yang hampir mustahil dalam sejarah olahraga dunia.

“Sukar dipercaya, ini sejarah dan kami tahu itu. Penting bagi kami untuk menuntaskan kisah ini seperti film Amerika. Selalu pada penghujung, OK, akhir yang bahagia,” kata Ranieri.

Setelah nyaris terdegradasi pada akhir musim lalu, Leicester kini di ambang kesuksesan yang hampir mustahil dalam sejarah olahraga dunia. Sebuah tim yang memiliki komposisi pemain dengan nilai transfer kurang dari £30 juta kini tinggal memerlukan tiga poin untuk menjadi juara.

”Ini adalah peluang bagus, namun untuk alasan ini kami harus fokus. Biarkan saya tenang, menunggu, kami masih punya waktu,” ujar Ranieri.

Leonardo Ulloa akan tampil menggantikan Jamie Vardy.

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Leonardo Ulloa akan tampil menggantikan Jamie Vardy.

Menantang MU, Ranieri tidak bisa menurunkan Jamie Vardy karena penyerang tersebut masih menjalani hukuman skorsing satu pertandingan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akibat tindakannya saat melawan West Ham United. Sebagai penggantinya, Ranieri diperkirakan akan memainkan Leonardo Ulloa.

Di kubu MU, manajer Louis van Gaal tak menurunkan Luke Shaw, Bastian Schweinsteiger, dan Will Keane akibat cedera.

Van Gaal mengatakan tim asuhannya berencana menunda gelar juara Leicester City.

“Saya pikir kami harus mengalahkan mereka karena kami bersaing untuk posisi keempat. Kami tidak bisa membiarkan mereka jadi juara pada akhir pekan ini di Old Trafford. Saya pikir mereka akan menjadi juara sepekan kemudian. Kami tidak merusak pesta mereka, hanya menundanya sebentar,” ujar Van Gaal.