Pemerintah akan cabut sanksi PSSI pada Mei 2016

Sumber gambar, AFP
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengindikasikan akan mencabut sanksi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Mei 2016. Langkah itu dilakukan setelah satu tahun organisasi induk sepak bola tanah air tersebut dibekukan oleh pemerintah.
“Karena bapak presiden pada saat itu menyampaikan secara terbuka bahwa masalah PSSI diharapkan bisa tuntas sebelum kongres FIFA di Meksiko (12 Mei 2016),” ungkap Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, kepada wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat, Kamis (28/04).
Ketika ditegaskan lagi apakah pembekuan bisa dicabut pada April 2016, Gatot mengungkapkan “April hanya tinggal beberapa hari lagi. (Jadi) awal Mei, pertengahan Mei mungkin. Kita tunggu arahan dari menteri”.
- <link type="page"><caption> Delapan hal yang perlu Anda ketahui tentang Indonesia Soccer Championship</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160428_olahraga_explainer_isc_tsc" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jokowi tawarkan pencabutan sanksi, PSSI tetap tolak KLB</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160229_indonesia_pssi_fifa" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dewan Kehormatan PSSI akan temui Presiden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150526_indonesia_kisruh_pssi" platform="highweb"/></link>
Kemenpora pada 17 April 2015, menjatuhkan sanksi kepada PSSI karena memanasnya masalah persyaratan legalitas terkait dualisme kepengurusan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus, serta semrawutnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara organisasi.
Sanksi dari pemerintah terhadap PSSI, diikuti penjatuhan sanksi tidak dapat berlaga di luar negeri oleh FIFA, karena organisasi sepak bola dunia tersebut mengklaim telah terjadi pelanggaran statuta FIFA – pemerintah ikut campur tangan dalam urusan PSSI.
‘Belum membaik’
Meskipun akan mencabut sanksi pembekuan terhadap PSSI, Gatot menilai organisasi tersebut “masih belum” membaik secara maksimal.
“Karena saat kami bekukan waktu itu, harapannya, PSSI bisa men-challenge pemerintah untuk menunjukkan, ini loh karena kami dibekukan, kami ingin berubah”.
Namun, perubahan tersebut dinilai Gatot “tidak muncul”.

Sumber gambar, AFP
Perubahan, dianggap Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora ini, baru tampak ketika ada turnamen. Seperti saat persiapan Kompetisi Indonesia Soccer Championsip (ISC) yang akan dibuka pada Jumat, (29/04).
“Dan kami melihat saat mereka paparan (tentang ISC) kepada kami, (terlihat) ada inisiatif, goodwill, dan langkah konkret perbaikan tata kelola, seperti yang diharapkan oleh pak Presiden. okelah mencari yang ideal, perfect masih jauh. Tapi yang jelas ada reformasi sepak bola yang total dengan akselerasi tinggi.”
ISC adalah wadah kompetisi sepak bola di Indonesia yang mencakup kompetisi profesional berjenjang hingga kompetisi amatir. ISC untuk sementara menggantikan Indonesia Super League atau Liga Super Indonesia (LSI), bentukan PSSI.
Fifa cabut sanksi?
Ketika ditanya apakah pencabutan sanksi menjamim ‘bersihnya’ PSSI dari kesemrawutan, Gatot tidak dapat memastikannya.
“Itu dalam konteks kami harus memonitor. Kalau mereka masih melanggar beberapa hal yang sangat prinsip (menjelang pencabutan sanksi), tentu saja kami pertimbangkan untuk tidak mengeluarkan rekomendasi”, tegasnya.

Sumber gambar, AFP
Terkait sanksi FIFA, pemerintah Indonesia yang diwakili Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir dan PSSI yang diwakili Ketua Ad Hoc Agum Gumelar, telah melaksanakan pertemuan dengan FIFA di Zurich, Selasa (26/04).
Dari laman resmi PSSI, Agum menyebut “FIFA mengingatkan pemerintah melalui surat yang dikirimkan kepada Mensesneg pada hari yang sama. Suspension FIFA akan dicabut hanya apabila pemerintah mencabut pembekuan terhadap PSSI”.









