Juri putuskan apakah 96 penonton itu 'terbunuh secara ilegal?'

Sumber gambar, PA
Para juri telah mencapai keputusan mayoritas terkait apakah 96 orang korban bencana di Stadion Hillsborough terbunuh secara ilegal.
Juri yang terdiri dari enam wanita dan tiga pria bersidang sejak tanggal 6 April setelah mendengarkan bukti-bukti selama dua tahun.
Pimpinan juri mengatakan paling sedikitnya tujuh dari sembilan juri mencapai kesepakatan terkait pertanyaan pembunuhan melanggar hukum lewat daftar pertanyaan dalam 14 bagian.
Kesimpulan akan secara resmi dikembalikan pada hari Selasa 26 April pukul 11:00 waktu Inggris.
- <link type="page"><caption> Peringatan 25 tahun Hillsborough</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2014/04/140415_sepakbolaliverpool" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ancaman polisi atas para korban Hillsborough</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2014/02/140204_hillsborough_korban" platform="highweb"/></link>
Para juri telah mencapai kesepakatan pada 13 pertanyaan. Yang masih tersisa -dan mereka akan diberi arahan mayoritas- mempertanyakan apakah 96 orang tersebut tewas dalam suatu tindakan pelanggaran hukum.
Untuk menjawab 'ya', maka para juri harus 'yakin' bahwa Kepala Superintenden Polisi, Supt David Duckenfield, yang memimpin keseluruhan operasi polisi, 'bertanggung jawab atas pembunuhan karena kelalaian besar-besaran' terkait seluruh orang yang tewas.
Sembilan puluh enam penggemar sepakbola tewas karena terhimpit saat sedang menonton semi final Piala FA antara Liverpool melawan Nottingham Forest, pada tanggal 15 April 1989.
Insiden ini mendorong peraturan tidak boleh ada lagi tribun untuk penonton berdiri di stadion-stadion liga Inggris, walau belakangan muncul kembali seruan agar tribun berdiri diizinkan kembali di tengah-tengah harga tiket yang meningkat.









