Pengembangan kasus Blatter, kantor sepak bola Prancis digeledah

Organisasi sepak bola Prancis

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kantor sepak bola Prancis di Paris digeledah terkait penyelidikan pidana oleh aparat Swiss terjadap eks presiden FIFA, Sepp Blatter.

Kejaksaan Agung Swiss membenarkan pada hari Rabu (09/03) bahwa aparat penegak hukum di Prancis melakukan penggeledahan terhadap kantor asosiasi sepak bola Prancis, FFF, di Paris.

Penggerebekan yang dilakukan Selasa (08/03) tersebut terkait dengan penyelidikan pidana terhadap mantan presiden organisasi sepak bola dunia FIFA, Sepp Blatter, yang tengah ditangani di Swiss.

Para petugas penegak hukum menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan pembayaran oleh Blatter kepada presiden organisasi sepak bola Eropa UEFA, Michel Platini, senilai US$2 juta atau sekitar Rp26 miliar pada 2011 lalu.

  • <link type="page"><caption> Blatter sebut dirinya sengaja dipakai sebagai 'sasaran tembak'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/12/151221_olahraga_blatter_etik.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Jaksa terima bukti kasus Sepp Blatter</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/01/160129_olahraga_seppblatter.shtml" platform="highweb"/></link>

Kasus pembayaran ini membuat Platini mengundurkan diri dari bursa pencalonan presiden FIFA.

Platini lebih banyak berkantor di Paris, bukan di kantor pusat FIFA di Zurich, saat menjadi penasehat Blatter pada 1999-2002.

Mantan pemain Timnas Prancis ini sedang menjalani skors dan Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber, mengatakan bahwa Platini 'dalam posisi antara saksi dan tersangka'.

Sejauh ini dia secara resmi belum menjalani penyelidikan pidana.

Kantor berita Associated Press memberitakan bahwa untuk pertama kalinya dilakukan penyelidikan terhadap Blatter dengan lokasi di luar wilayah hukum Swiss.

Blatter mengatakan dirinya 'sangat terkejut' dengan tindakan aparat di Prancis.