Mantan manajer 'marah besar' Arsenal kalah dari MU

Sumber gambar, Getty
Mantan manajer Graeme Souness tak bisa menyembunyikan kemarahan dan kekesalannya setelah melihat Arsenal menelan kekalahan 3-2 dari Manchester United.
Souness yang malang melintang di liga Inggris dan di beberapa negara di Eropa ini menyebut penampilan Arsenal tak ubahnya 'lelucon'.
"United memang layak menang, mereka unggul di sektor-sektor penting, seperti depan dan belakang. Di sisi lain, Arsenal yang sebenarnya lebih banyak menguasai bola, tak ke mana-mana. Penampilan Arsenal adalah lelucon," kata Souness dalam wawancara dengan Sky Sports, yang banyak menarik perhatian media dan penggemar bola di Inggris dalam beberapa hari ini.
Baca juga:
- <link type="page"><caption> Arsenal takluk di kandang Manchester United</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160228_olahraga_manchester_united_arsenal" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bagaimana Leicester bisa sehebat ini?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160207_olahraga_leicester" platform="highweb"/></link>
Padahal, kata Souness, tim United sedang tidak di posisi puncak.
"United dilanda cedera dan krisis kepercayaan diri ... mestinya tim-tim besar besar menang saat melawan United dalam kondisi seperti sekarang," katanya.
"Tim Arsenal ini tak punya keunggulan untuk menang," kata Souness seraya menambahkan, kalau tidak ada perubahan penting Arsenal akan tersingkir di Liga Champions dan akan sangat sulit menjuarai Liga Primer.
Mantan manajer Liverpool dan Newcastle United ini mengatakan Arsenal butuh pemain-pemain matang yang bisa mendongkrak kinerja tim.
"Siapa pemain seperti itu saat ini? Di mana Tony Adams? Di mana Thierry Henry?" kata Souness dengan ekspresi kesal.
<link type="page"><caption> Kekalahan Arsenal di Old Trafford</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160228_olahraga_manchester_united_arsenal" platform="highweb"/></link> ini mengurangi kans Arsenal untuk juara di Liga Primer, setelah Leicester City dan Tottenham sama-sama memetik kemenangan.









