Manchester United 'tak lagi tim yang ditakuti' lawan

Sumber gambar, Reuters
Kekalahan Manchester United dari 'tim-tim lemah atau tim dari divisi bawah' membuat mereka tak lagi ditakuti, seperti ketika masih di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Analis di Inggris mengemukakan penilaian ini menjelang laga United melawan tim di divisi tiga, Shrewsbury, di putaran kelima Piala FA, yang digelar Senin (22/02) malam, atau Selasa dini hari WIB.
Laga ini digelar setelah United menelan kekalahan beruntun, masing-masing dari Sunderland <link type="page"><caption> dan tim Denmark, Midtjylland,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160218_olahraga_mu.shtml" platform="highweb"/></link> di Liga Primer dan di babak 32 besar Liga Europa.
Sebelumnya, Cambridge United memaksa pertandingan ulang di Piala FA musim lalu, catatan 'yang dianggap memalukan' karena Cambridge United adalah klub divisi empat di Liga Inggris.
Di Liga Primer, dalam kurun 18 bulan terakhir, Bournemouth, Norwich, Stoke, Southampton, Swansea, Leicester, dan West Brom semuanya mencatat kemenangan ketika melawan United. Bahkan Swansea menang tiga kali.
Manajer United, Louis van Gaal, mengakui timnya memang sepertinya sudah kehilangan predikat 'tim yang menakutkan'.
"Apakah lawan tak tagi takut dengan United? Kalau melihat dua pertandingan terakhir, sepertinya memang seperti itu keadaannya," kata Van Gaal.
"Yang harus kami lakukan adalah, membuat United kembali menjadi tim yang ditakuti. Bagaimana caranya? Tim harus mencatat kemenangan beruntun," kata Van Gaal.









