Pengaturan hasil tenis "libatkan pemain top"

Seorang petenis Amerika Selatan mengatakan kepada BBC bahwa pengaturan hasil pertandingan merupakan hal biasa di dunia tenis, dan bahkan sejumlah petenis elit, "cukup kotor juga."
Ia mengatakan, pengaturan itu tak terbatas pada profesional peringkat bawah semata, dan merupakan "suatu rahasia yang diketahui semua orang."
Pemain yang tak mau disebutkan namanya itu mengatakan bahwa pihak berwenang di dunia tenis "tahu siapa yang melakukannya,"namun tak berniat menghentikannya.
Unit Integritas Tenis, (Tennis Integrity Unit, TIU) mengatakan bahwa mereka menyangkal "tudingan bahwa ada upaya untuk menutup-nutupi bukti pengaturan pertandingan."
"Kami mengundang pemain yang menyampaikan tudingan itu, dan berbagi informasi yang dikatakan dimilikinya," papar TIU dalam sebuah pernyataan.
Masalah ini muncul sesudah investigasi <link type="page"><caption> BBC dan BuzzFeed News mengungkap judi ilegal di dunia tenis selama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/01/160117_sport_tenis_dokumen_skor" platform="highweb"/></link> dasawarsa terakhir.

Dalam wawancara eksklusif dengan tim Have Your Say di BBC, pemain itu memapar bagaimana pertandingan diduga diatur hasilnya, dan bagaimana peristiwa itu tak terdeteksi.
"Ini ibarat suatu rahasia yang diketahui semua orang, namun kami tidak membicarakannya,"katanya.
Bagaimana hasil pertandingan diatur?
Pemain itu mengatakan, ada 'tiga kelompok besar"yang mengendalikan perjudian di tenis. Ia mengatakan, pembayaran terhadap pemain menggunakan uang tunai, transfer antar bank tak diizinkan.
"Dalam setiap kelompok itu terdapat orang-orang yang berhubungan dengan pemain," katanya.
BBC berulangkali menghubungi lagi pemain Amerika Selatan ini untuk meminta kejelasan lebih jauh berapa yang bisa didapat seorang pemain setiap tahunnya dari pengaturan hasil pertandingan, namun dia tak bisa dikontak.
Bagaimana mengetahui siapa terlibat?
"Kita tahu siapa yang melakukannya dan siapa yang tidak," kata tokoh kita ini. "Sebagai seorang pemain saya tahu siapa yang sengaja mengembalikan bola secara keliru, siapa yang bermain sungguh-sungguh dan siapa yang tidak."

Ia juga menyebut, para pemain saling melemparkan senyum tertentu, atau mengucapkan kata-kata tertentu yang mengisyaratakan bahwa pertandingan itu diatur hasilnya.
"Saya mulai percaya (keterlibatan pemain top) beberapa tahun lalu, tatkala ada yang mengatakan kepada saya tentang hasil dari dua turnamen yang akan berlangsung -ia mengatakan siapa yang akan menang dan bagaimana itu akan terjadi."
"Awalnya saya pikir dia cuma mau membuat saya terkesan. tetapi kemudian saya terbahak bahwa setiap pertandingan berlangsung persis seperti yang dia katakan -dan ini tentang seri Masters, yang hanya diikuti para pemain top."
Jadi Anda diberi tahu siapa yang akan menang?
"Bukan cuma itu," katanya. Tapi juga bagaimana "persisnya" mereka akan menang.
"Saya menyaksikannya sendiri...," katanya. "Susah dipercaya. Merupakan hal yang sama sekali tidak mudah ketika mengetahui bahwa kita mesti kalah...'

Sumber gambar, Getty Images
"Jadi ketika seorang pemain menang begitu mudah, namun kemudian dia tak bisa menjangkau bola setiap waktu -secara sengaja. dan pemain lain yang justru menang. Sungguh sukar dipercaya."
Mengapa tak lapor kepada yang berwenang?
"Kami bisa saja bekerja sama dengan badan integritas tenis kalau mau, tapi mereka tak ingin praktik ini berhenti."
Disebutkannya, akan makin sedikit pemain yang tergoda untuk terlibat jika mereka mendapat uang makin banyak dalam pengaturan hasil ini, karena katanya pemain dengan peringkat di bawah 400 susah menghidupi diri mereka dari tenis.
"(Yang berwenang) tahu persis siapa yang melakukannya. dan jika mereka ingin menghentikannya, mereka bisa melakukannya sekarang juga. Tapi mereka tidak mau saja."
Menanggapi hal itu, TIU mengatakan badan itu memberlakukan "pendekatan toleransi nol yang diterapkan sepenuhnya bersama Program Anti korupsi Tenis, yang mengancam pemain yang terlibat, dengan hukuman denda serta larangan bertanding yang bisa jangka panjang".
Apa yang dikatakan pemain elit?
Pemain nomor satu dunia, Novak Djokovic mengungkapkan di masa awal karirnya ia pernah menolak tawaran untuk mengalah dalam suatu pertandingan dengan imbalan £110,000, namun menurutnya 'tak ada bukti nyata' bahwa terjadi pengaturan ahsil pertandingan di kalangan petenis elit dunia.

Sumber gambar, Reuters
"Dari pengaturan dan informasi saya tentang pengaturan pertandingan, tak ada yang terjadi di level top, sejauh yang saya tahu," katanya.
Petenis perempuan nomor satu dunia Serena Williams mengatakan, jika ada pengaturan hasil pertandingan, ia "tak mengetahuinya," karena "tatkala saya bermain saya hanya fokus pada diri sendiri. Saya bermain dengan perjuangan keras di lapangan, dan setiap pemain yang saya hadapi tampaknya juga berjuang keras."









