Mourinho merasa kerjanya dikhianati pemain Chelsea

Sumber gambar, Reuters
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengaku merasa ‘kerjanya dikhianati’ para pemain Chelsea setelah klub asal London itu ditekuk 1-2 oleh Leicester City dalam pertandingan Liga Primer, Senin (14/12) malam waktu setempat.
“Salah satu kualitas terbaik saya ialah membaca permainan untuk para pemain dan kini saya merasa kerja saya tersebut dikhianati,” kata Mourinho.
<link type="page"><caption> Akibat kekalahan kesembilan itu, Chelsea berada pada posisi ke-16</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/12/151214_olahraga_leicester_chelsea" platform="highweb"/></link> atau satu tingkat di atas zona degradasi.
“Saya menerima bahwa kami ada di zona degradasi, tapi saya tidak terima kami berjuang menghindari degradasi,” ujar Mourinho.
Mantan pelatih FC Porto dan Inter Milan itu mengaku frustrasi dengan para pemain asuhannya.

Sumber gambar, Reuters
“Hari lepas hari dalam latihan saya tidak mengeluh (mengenai para pemain). Namun, saya frustrasi melihat apa yang mereka lakukan saat latihan dan yang mereka lakukan pada pertandingan.”
Ketika ditanya apakah Chelsea masih bisa meraih tiket Liga Champions musim depan, Mourinho menjawab, “Kami tidak bisa menempati posisi empat teratas, tapi kami masih bisa berada di peringkat enam teratas karena begitu banyak tim yang kehilangan angka. Saat ini kami berada di zona yang membuat saya malu.”
Meski demikian, <link type="page"><caption> Mourinho yakin dia tetap menjabat manajer tim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/11/151109_olahraga_chelsea_mourinho" platform="highweb"/></link>.
“Satu-satunya yang bisa saya katakana adalah saya ingin menjadi manajer. Saya tidak punya keraguan dan saya pikir Anda kenal diri saya cukup baik untuk tahu bahwa saya tidak takut tantangan besar. Momen inilah tantangan yang sangat besar. Saya ingin bertahan dan saya harap Roman Abramovich dan dewan direksi ingin mempertahankan saya,” kata Mourinho.









