Van Gaal: Leicester bisa juara Liga Primer

Sumber gambar, AFP
Manajer Manchester United, Louis Van Gaal, memperhitungkan Leicester City -yang akan berhadapan dengan timnya akhir pekan ini- sebagai penantang serius untuk gelar juara Liga Primer Inggris.
Leicester yang saat ini berada di tempat teratas klasemen sementara, dengan nilai satu poin di atas United, musim lalu mereka finis di posisi 14.
Kedua tim akan bertemu Sabtu 28 November, dan ketika ditanya kemungkinan Leicester menjadi juara, Van Gaal mengatakan, "Saya pikir mungkin."
Belakangan Louis van Gaal <link type="page"><caption> banyak dikritik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/11/151110_olahraga_van_gaal.shtml" platform="highweb"/></link> karena dianggap membuat permainan United jadi tak bisa dinikmati.
Sesudah legenda Paul Scholes mengkritik gaya permainan United, yang dikatakan "cari aman", kini bekas asisten Alex Ferguson, Renee Maulensteen, menyebut permainan United sangat kaku.
Mengomentari penyerang Leicester Jamie Vardy yang menjadi pencetak gol terbanyak, 13 gol, di Liga Primer Van Gaal menyebutnya sebagai pemain yang "sulit" untuk dihadapi.
"Sejak musim lalu ia sudah menjadi pemain yang menyulitkan kami," kata Van Gaal tentang Vardy.
Pecahkan rekor

Sumber gambar, AP
"Dia mencetak gol, dia memprovokasi bek lawan hingga terkena hukuman penalti, dan sekarang mencetak 10 gol berturut-turut. Saya hanya tahu itu bisa dilakukan oleh Dennis Bergkamp ketika bermain dengan Ajax," kata Van Gaal memuji Vardy.
Musim lalu, Vardy memulai debut di Liga Primer dengan mencetak empat gol ketika Leicester mengalahkan United 5-3 bulan September 2014.
Penyerang timnas Inggris berumur 28 tahun ini berhasil menyamai rekor penyerang United Ruud van Nilsterooy mencetak 10 gol dalam 10 pertandingan berturut-turut.
Vardy berpeluang memecahkan rekor ini jika ia mencetak gol ke gawang United akhir pekan ini.
Prestasi Vardy ini menuai segudang pujian mengingat di musim 2011-12 ia masih bermain di Fleetwood Town, klub kasta keempat liga Inggris.
'Pelawak'
Manajer Leicester, Claudio Ranieri, menertawakan prediksi bahwa timnya berpeluang juara.
Ketika manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan Leicester punya kemungkinan juara musim ini, Ranieri menyebut Wenger "pelawak".

Sumber gambar, Getty
"Terimakasih untuk Arsene, tapi ia itu pelawak. Ia sangat paham apa yang sebenarnya terjadi," ujar Ranieri mengenai Wenger.
Ranieri sendiri mengatakan perjuangan Leicester untuk posisi puncak baru akan dimulai musim depan.
"Saya sudah bicara dengan pemilik klub, dan Leicester akan bertempur untuk posisi puncak," ujarnya.










