Atlet pengungsi bisa turun di Olimpiade

Thomas Bach

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan pihaknya menyiapkan dana US$2 juta untuk pengungsi.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan bahwa atlet-atlet kenamaan yang berstatus pengungsi untuk pertama kalinya dibolehkan turun di Olimpiade tahun depan di Rio de Janeiro, Brasil.

Para atlet pengungsi ini akan bertanding dan berlomba dengan membawa bendera Olimpiade.

Sebelumnya para atlet yang menyandang status pengungsi tak dimungkingkan berlaga di pesta olahraga dunia ini karena mereka tak mewakili negara.

Saat berpidato di Majelis Umum PBB, Presiden IOC Thomas Bach meminta negara-negara anggota mencatat atlet-atlet yang kini menjadi pengungsi sehingga mereka bisa turun di Olimpiade 2016.

"Ini akan menjadi simbol harapan bagi semua pengungsi di seluruh dunia ... juga untuk membuat dunia sadar akan besarnya krisis pengungsi ini," kata Bach.

"Para atlet ini, yang tak punya tim nasional, tak punya bendera, tak punya lagu kebangsaan, akan disambut hangat di arena Olimpiade," imbuh Bach.

Jumlah pengungsi global saat ini diperkirakan mencapai tak kurang dari 20 juta orang.

Kepala badan pengungsi PBB, Antonio Guterres, sebelumnya mengatakan pada tahun ini saja lebih dari 500.000 pengungsi dan imigran ekonomi memasuki Eropa dan angkanya terus bertambah.

Bach mengatakan pihaknya menyiapkan dana US$2 juta untuk membantu para pengungsi melalui jalur olahraga.