Cedera kepala, Eugenie Bouchard mundur dari AS Terbuka

Sumber gambar, Getty
Karena terjatuh di ruang ganti, petenis puteri Kanada Eugenie Bouchard mengalami cedera kepala dan mengundurkan diri dari turnamen Amerika Serikat Terbuka.
Bouchard sudah terlebih dahulu menarik diri dari partai ganda bersama petenis Rusia Elena Vesnina, dengan harapan bisa pulih untuk tampil di nomor tunggal.
Petenis berusia 21 tahun itu dijadwalkan tampil di babak keempat melawan Roberta Vinci dari Italia.
Namun ia tak berhasil pulih pada waktunya, kendati tak diketahui sebeapa serius cederanya.
Disebutkan, kepala Bouchard membentur tembok setelah terpeleset dan jatuh di ruang ganti, Jumat (4/9) sesudah tampil dua kali di nomor tunggal dan ganda. Tak ada keterangan terlalu rinci dari kubu Eugenie Bouchard terkait hal itu. Ia hanya memasang sebuah tanda emoji di akun twitternya, mengungkapkan kesedihan.

Sumber gambar, twitter
Serba-serbi
Lepas dari sisi teknis jalannya pertandingan, turnamen Grand Slam AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, memunculkan sejumlah hal menarik yang bisa dilihat dari beberapa kutipan ini.
"Maafkan saya. Saya kira kamu tak akan bisa menggunakannya lagi untuk bermain (tenis), Tapi kalau kamu kembali (menonton lagi) akan saya kasih baju yang bisa kamu pakai. Datanglah lagi, nanti saya kasih kamu sesuatu."
Stan Wawrinka, juara Australia Terbuka 2014 dan Prancis Terbuka 2015, setelah memberikan raketnya yang hancur kepada seorang anak.

Sumber gambar, Getty
"Saya akan mencari sesuatu yang lebih cocok. Saya mesti terus mengenakaan barang-barang sitaan."
Victoria Azarenka memikirkan keputusan apa yang akan diambilnya terkait busananya nanti di lapangan.
"Kaki saya kuat. Jadi, tak apa-apa."
Simona Halep meyakinkan mereka yang mencemaskannya karena ia tak sengaja memukul kakinya sendiri dengan raketnya saat bertanding.
"Sebenarnya saya mulai menyukainya. Bagus sekali. Tidak seperti Wimbledon, tentunya."
Juara Wimbledon dua kali, Petra Kvitova, belajar menyukai New York.
"Senjata yang saya suka gunakan, boleh dikata ampuh untuk setiap pemain, tapi tampaknya tak merepotkannya."
Sam Stosur mengakui, ia perlu merumuskan ulang taktiknya, menyusul kekalahan ke-tujuh dari tujuh pertandingan melawan Flavia Pennetta.










