Serena Williams sempat dilanda "48 jam mimpi buruk"

Sumber gambar, AFP
Serena Williams sempat cemas semalam sebelum pertandingan final, bahwa ia terlalu sakit untuk tampil di partai puncak Prancis Terbuka menghadapi Lucie Safarova.
Sakit yang dideritanya sepanjang turnamen hampir saja menggagalkan ambisinya untuk merebut gelar ketiganya di Prancis Terbuka dan gelar Grand Slamnya yang ke 20.
Namun akhirnya perempuan Amerika berusia 33 tahun itu memenangkan pertandingan 6-3 6-7 (2-7) 6-2.
"Sungguh (sakit itu) merupakan mimpi buruk saya selama 48 jam," kata petenis perempuan nomor satu dunia itu. "Sesudah pertandingan semifinal, saya cuma berbaring di ruang ganti."
"Baru kemudian saya pulang. Mandi. Tidur, dan tidak meninggalkan tempat tidur hingga pukul 16 atau 17 (Jumat 04/06 itu).
"Saya cuma berpikir, saya harus jalan-jalan sedikit. Harus berjalan kaki. Rumah ini membuat saya sakit. Saya harus keluar, saya harus mengambil udara segar. Lalu saya pergi jalan-jalan, dan kembali. justru keadaannya memburuk."
"Saya lalu bilang ke fisioterapis saya, bahwa saya tidak yakin akan bisa tampil bertanding, karena keadaannya tampak tak begitu baik. Sebetulnya keadaan saya cukup buruk waktu itu."
"Dan kemudian mereka (tim kesehatan) membantu saya."
Sesudah ia masuk lapangan, Sabtu (6/6) Williams mengawali permainan dengan cemerlang, namun kemudian memberikan kesempatan pada lawannya untuk bangkit kembali.
Sesudah memenangkan set pertama 6-3, Williams unggul di set kedua 4-1 dan 40-15, namun kemudian kehilangan fokus yang membuat Safarova bangkit dan balik mengambil alih kendali, untuk memenangkan set kedua 7-6 (7-2).
Ia mengaku sangat frustrasi. Apalagidi awal set ketiga sempat ketinggalan 0-2.
NAmun ia kemudian menemukan kembali konsentrasinya, dan mencetak enam angka berturut-turut untuk menyelesaikans et ketiga dengan 6-2, dan memastikan gelar Grand Slam yang ke 20.
Kini Williams hanya terpaut dua gelar dari Steffi Graf yang memenangkan 22 Grand Slam, rekor tertinggi sejak era terbuka.
Williams pun berkesempatan untuk melengkapi gelar Grand Slam berturut-turut yang kedua kalinya jika bisa memenangkan Wimbledon nanti.
Adapun petenis nomor satu pria, Novak Djokovic, berkesempatan pula untuk menjadi petenis putera ke8 yang bisa memenangkan Grand Slam, jika bisa mengalahkan petenis Swiss Stanislaw Wawrinka dalam final Minggu (7/6) ini.













