'Pendukung Chelsea' kembali berlaku rasis

Pendukung Chelsea diadukan penumpang kereta karena perilaku rasis.

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Pendukung Chelsea diadukan penumpang kereta karena perilaku rasis.

Polisi Transportasi Inggris mengatakan mereka naik ke dalam kereta yang sedang berada di Stoke-on-Trent pada hari Minggu lalu, dan meminta empat orang untuk meninggalkan kereta.

Berdasar pengakuan para penumpang lainnya, keempat orang itu pendukung klub Chelsea.

Polisi menambahkan, keempatnya meninggalkan stasiun tanpa mendapat penjagaan polisi.

Juru bicara polisi transportasi menyatakan, "Sesaat sesudah pukul 10.30 malam, petugas dipanggil agar naik ke kereta jurusan London-Manchester yang sedang berada di Stoke."

"Penumpang melaporkan perilaku rasis dan tak menyenangkan mereka, yang diduga merupakan pendukung sebuah klub sepak bola."

"Kami telah bicara dengan dua orang saksi, dan penyelidikan terus berlanjut."

Saat ini klub itu baru saja merayakan <link type="page"><caption> kemenangan atas Tottenham Hotspur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/03/150301_pialaliga_chelsea_tottenham" platform="highweb"/></link> dalam final Piala Capital One hari minggu lalu.

Belum lama ini, klub London Barat tersebut <link type="page"><caption> melarang lima orang pendukung memasuki stadion mereka seumur hidup</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150219_chelsea_larangan_rasis" platform="highweb"/></link> menyusul tindakan rasisme yang mereka lakukan di Paris.

Mereka menghalangi seorang penglaju Prancis keturunan Mauritius bernama Souleymane S untuk memasuki kereta metro Paris.