Polisi selidiki insiden rasial fans Chelsea di London

Sumber gambar, PA
Polisi menyelidiki kasus teriakan rasial di stasiun St Pancras oleh pria yang diduga merupakan pendukung klub Chelsea yang kembali dari menonton pertandingan Liga Champions di Paris.
Peristiwa itu terjadi setelah insiden dugaan rasisme oleh pendukung Chelsea di Paris Metro ketika sebuah rekaman video menunjukkan seorang pria kulit hitam didorong keluar dari kereta.
Teriakan di London terjadi pada Rabu malam, sehari setelah Chelsea bermain imbang 1-1 dengan Paris St-Germain.
Polisi Transportasi Inggris mengatakan siapa saja yang memiliki informasi mengenai peristiwa itu diminta untuk melapor.
klub sepakbola Chelsea telah melarang lima penggemar mereka untuk menonton pertandingan di stadion Stamford Bridge menyusul insiden rasial.

Sumber gambar, BBC World Service
Peristiwa itu terjadi si stasiun Richelieu-Drouot di pusat ibu kota Prancis, pada Selasa sebelum pertandingan melawan Paris St-Germain.
Korban yang diketahui bernama Souleymane S (33 tahun) kemudian <link type="page"><caption> melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150219_chelsea_psg_rasis.shtml" platform="highweb"/></link>
Manajer <link type="page"><caption> Jose Mourinho mengatakan dia merasa "malu" </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150221_sepakbola_mourinho_malu_rasis" platform="highweb"/></link>dengan peristiwa yang diduga kuat berlatar belakang rasisme itu.

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, AFP
Pelatih asal Portugal ini kemudian mengundang korban yang bernama untuk bersedia menonton laga Chelsea di stadion Stamford Bridge.
Dalam pertandingan pertama setelah insiden di Paris , para pendukung Chelsea membawa spanduk dan poster anti-rasisme. Pertandingan melawan Burnley di Stamford Bridge itu berakhir dengan hasil imbang 1-1.










