Federasi bola voli minta Iran bebaskan wanita Inggris

Sumber gambar, AP
Federasi bola voli internasional, FIVB, mendesak Iran membebaskan wanita Inggris yang ditahan di Teheran, setelah berunjuk rasa mendesak kaum perempuan diizinkan menonton kegiatan olahraga atlet-atlet putra.
Media di Iran memberitakan bahwa Ghoncheh Ghavami, perempuan Inggris berdarah Iran, <link type="page"><caption> dijatuhi hukuman satu tahun penjara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141103_dunia_wanita_iran.shtml" platform="highweb"/></link> pada 2 November dengan dakwaan sengaja menyebarkan propaganda antipemerintah.
"FIVB meminta agar Ghoncheh Ghavami dibebaskan dan kami sudah mengirim surat kepada Presiden Hassan Rouhani terkait permintaan tersebut," demikian pernyataan FIVB yang diterima kantor berita Reuters.
Ditambahkan bahwa FIVB tidak biasanya mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.
"Tapi kasus ini menuntut perhatian khusus," kata FIVB.
Ghavami -yang berusia 25 tahun- ditahan setelah bersama sejumlah orang menggelar demonstrasi di sela-sela pertandingan bola voli antara tim nasional Iran melawan Italia pada Juni.
Dalam unjuk rasa ini ia meminta pemerintah Iran mengizinkan kaum hawa dibolehkan menonton pertandingan bola voli dan kegiatan olahraga lain yang diikuti oleh atlet-atlet putra.





