Vincent Kompany geram penggemar dilarang menonton

Sumber gambar, EpsilonGetty
Kapten Manchester City Vincent Kompany mengritik larangan kehadiran para penggemar timnya setelah kesebelasannya mencatat seri 2-2 di pertandingan Liga Champions melawan CSKA Moscow.
Kompany mengatakan City dihukum secara tidak adil setelah pertandingan bergulir di stadion yang hampir kosong karena adanya larangan menonton untuk para pendukung menyusul kekacauan yang terjadi di CSKA sebelumnya.
"Mengapa tidak ada penggemar kami di sana? Kesalahan apa yang dilakukan penggemar kami? Ini tidak adil," kata Kompany.
Meskipun adanya larangan ini, sekelompok pendukung CSKA yang sangat vokal menonton dari tribune utama.
City ditahan maju pada hari Selasa (21/10) meskipun tadinya sudah memimpin 2-0 di paruh pertama, dan belum mendapatkan kemenangan dalam tiga pertandingan pembukaan di Grup E.
Hukuman atas rasisme
Uefa memerintahkan klub Rusia itu untuk melaksanakan tiga pertandingan kandang Liga Champions <link type="page"><caption> tanpa kehadiran pendukung</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/10/141021_cska_mancity" platform="highweb"/></link> sebagai hukuman atas serangkaian pelanggaran termasuk teriakan-teriakan rasis.
Namun, kelihatannya ada sekitar 650 orang diizinkan menonton pertandingan, mungkin dari alokasi sekitar 300 tiket yang memang disediakan untuk sponsor, yang semuanya merupakan pendukung CSKA.
"Katanya tidak boleh ada penggemar, dan tiba-tiba saat muncul di pertandingan, tim yang penggemarnya tidak hadir adalah Man City. Jadi, siapa yang dihukum? Siapa yang dikenai hukuman karena rasisme, Man City atau Moskow?" kata pemain asal Belgia berusia 28 tahun itu.
"Ini harus diperiksa, ini harus diubah. Pendukung kami tidak boleh dihukum."
Pendukung yang berada di dalam stadion dengan jelas menunjukkan keberadaan mereka dengan meneriakkan yel-yel sepanjang pertandingan.
Manajer City Manuel Pellegrini tidak menyangkal pendapat bahwa hal ini telah memengaruhi keputusan penalti di menit-menit akhir untuk kesebelasan tuan rumah.
"Saya tidak tahu siapa yang memberi izin masuk kepada orang-orang ini, tapi ini bukan tugas saya. Saya tidak ingin membicarakan soal wasit atau hal lainnya. Saya tidak mau dihukum lagi," katanya.
Bukan fans CSKA

City dikabarkan sudah melaporkan masalah ini ke Uefa.
Sementara itu direktur media CSKA Sergey Aksenov mengatakan: "Orang-orang yang disebutkan itu merupakan 360 orang dari Klub Uefa Champions - para mitra dan sponsor.
"Jika mereka juga pendukung CSKA, itu bagus untuk kami. Semua orang diundang oleh Uefa, bukan CSKA."









