Dominasi Vettel turunkan penonton F1

Sebastian Vettel

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebastian Vettel bersama Red Bull sudah meraih empat juara FA berturut-turut.

Keberhasilan pembalap Formula Satu, Sebastian Vettel, meraih empat kali berturut-turut juara dunia dituding sebagai penyebab turunnya penonton TV global.

Global Media Report memperlihatkan penonton siaran langsung F1 di TV sepanjang 2013 turun drastis menjadi 450 juta dari 500 juta pemirsa setahun sebelumnya.

Dalam musim 2013, Vettel meraih 13 kemenangan dari total 19 Grand Prix, yang membuat dia dengan mudah merebut juara Formula Satu musim 2013.

Namun para penonton <link type="page"><caption> Formula Satu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/formula_1/" platform="highweb"/></link> tampaknya tidak menyukainya kemenangan yang sudah dipastikan sebelum musim balap berakhir karena jumlah penonton TV global yang menurun.

Bos F1, Bernie Ecclestone <link type="page"><caption> -yang sudah mundur </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140116_ecclestone_f1.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dari perusahaan penyelenggara F1-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140116_ecclestone_f1.shtml" platform="highweb"/></link> berpendapat bahwa menurunnya jumlah penonton itu antara lain karena berkurangnya satu GP dibanding tahun sebelumnya dan juga dominasi Vettel yang bergabung dengan tim Red-Bull.

"Kurangnya persaingan dalam beberapa balapan terakhir dengan puncaknya juara sudah dipastikan sebelum balapan di AS dan Brasil, yang biasanya memiliki penonton banyak, diperkirakan berdampak dalam capaian penonton," tulis Ecclestone, seperti dikutip kantor berita AFP.

Jumlah penurunan terbesar terjadi di Cina dengan kehilangan 30 juta pemirsa dibanding 2012, namun penonton di Amerika Serikat, Inggris dan Italia mengalami peningkatan.

Salah satu upaya F1 untuk meningkatkan persaingan adalah menyarankan <link type="page"><caption> pemberian poin ganda di lomba terakhir musim balap 2014</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/12/131210_formula1_poin.shtml" platform="highweb"/></link> walau masih belum diputuskan.