Alonso khawatir dominasi Red Bull berlanjut

vettel, alonso
Keterangan gambar, Alonso (kanan) dan Vetell meraih juara dunia empat kali berturut-turut.

Pembalap Ferrari Fernando Alonso mengaku ia khawatir dominasi Red Bull akan berlanjut pada musim balap tahun depan.

Alonso, 32, mengatakan Ferrari yakin bahwa tim Formula 1 itu dapat bersaing namun mengatakan pernyataannya itu "hanya harapan."

Pembalap Red Bull Sebastian Vettel memenangkan <link type="page"><caption> gelar </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/10/131027_vetteljuara.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> juara dunia untuk keempat kalinya secara berturut-turut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/10/131027_vetteljuara.shtml" platform="highweb"/></link>.

Sementara Alonso memastikan tempat kedua di bawah Vettel setelah menempati posisi kelima dalam Grand Prix Amerika hari Minggu lalu.

"Red Bull memiliki keuntungan satu detik, jadi mereka dapat meletakkan sistem buangan atau mesin apapun di mobil mereka dan mereka masih berada di posisi terdepan," kata Alonso.

Ferrari akan kembali 'normal'

Pernyataan itu merupakan acuan pada teknologi yang menggunakan gas pembuangan untuk pengaruh aerodinamika.

Red Bull menggunakan sistem ini secara lebih baik dibandingkan tim lainnya.

Namun teknologi ini tidak dapat digunakan lagi tahun depan.

Alonso duduk di posisi kedua setelah Vettel tiga kali dalam empat musim balap terakhir.

Alonso mengatakan direktur teknis Ferrari James Allison, yang bergabung dari tim Lotus September lalu, menyatakan tim balap Italia itu "akan kembali normal tahun depan."

Ferrari sempat menjadi penantang kuat bagi Vettel sampai pertengahan musim balap.

Tetapi sejak itu, Vettel dengan Red Bull memastikan dominasi dan menang delapan balap secara berturut-turut.