Qatar akan terbitkan standar kesejahteraan pekerja

Pekerja pendatang
Keterangan gambar, Amnesty menyebutkan beberapa pelanggaran bisa tergolong 'kerja paksa'

Otoritas penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar mengatakan sudah melakukan diskusi yang produktif dengan organisasi hak asasi manusia, Amnesty International.

Negara Teluk tersebut, menurut Amnesty International, memperlakukan secara buruk para pekerja pendatang di sektor konstruksi.

Namun Komite Agung Qatar 2022 mengatakan akan mengumumkan standar kesejahteraan pada akhir tahun ini dan perusahaan-perusahaan konstruksi harus mematuhi standar tersebut.

Mereka juga mengatakan menghargai saran-saran dari Amnesty Internasional.

<link type="page"><caption> Berdasarkan laporan yang berjudul The Dark Side</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131118_qatar_pekerja_worldcup.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> of Migration</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131118_qatar_pekerja_worldcup.shtml" platform="highweb"/></link> atau Sisi Gelap Migrasi, Amnesty mengatakan pekerja pendatang tidak mendapat upah, bekerja dalam konidisi yang buruk dan tinggal di pemukiman yang jorok.

Mereka juga menyebutkan bahwa beberapa pelanggaran hak asasi pekerja yang terjadi bisa tergolong 'kerja paksa'.

"FIFA memiliki kewajiban untuk menyampaikan pesan terbuka yang keras bahwa mereka tidak mentolerir pelanggaran hak asasi dalam proyek pembangunan yang terkait dengan Piala Dunia."

Laporan yang mereka terbitkan itu menindaklanjuti berita di koran Inggris, The Guardian, pada bulan September yang menyamakan kondisi pekerja di sana sebagai 'perbudakan modern'.