Manny Pacquiao tegaskan belum ingin pensiun dari tinju

Petinju kenamaan Filipina, Manny Pacquiao, mengatakan dirinya berharap bisa mengalahkan Brandon Rios di Macau bulan ini.
Kalau pun kalah Pacquiao menegaskan tidak akan gantung sarung tinju dalam waktu dekat.
"Ini salah satu pertandingan paling penting dalam karier saya karena saya ingin memberi jaminan kepada para penggemar bahwa saya masih bisa bersaing di kalangan petinju elit dunia," kata Pacquiao kepada kantor berita AFP.
Pacquiao pernah dianggap sebagai salah satu petinju terbaik di dunia dan menyandang gelar juara di delapan kelas yang berbeda.
Desember nanti ia berusia 35 tahun dan dua kekalahan beruntun membuat sebagian pihak mempertanyakan apakah ia masih layak berada di daftar petinju papan atas dunia.
Kalah hal biasa
Pacquiao mencatat <link type="page"><caption> kekalahan pertama pada Juni 2012</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/06/120610_mannylost.shtml" platform="highweb"/></link> dari Timothy Bradley yang mengakhiri rekor tak terkalahkan yang ia pegang selama tujuh tahun.
Enam bulan kemudian ia <link type="page"><caption> dijatuhkan musuh bebuyutannya dari Meksiko</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/12/121209_pacquiao_marquez_las_vegas_boxing.shtml" platform="highweb"/></link>, Juan Manuel Marquez.
Faktor usia dan dua kekalahan ini membuat sebagian penggemarnya meminta Pacquiao mengundurkan diri.
"Itu semua tak mempengaruhi saya. Di dunia tinju, kadang Anda menang, kadang Anda kalah," kata Pacquiao.
Prestasi fenomenal Pacquiao membuatnya menjadi salah satu atlet dengan bayaran paling mahal di dunia dan menjadikan dirinya sebagai pahlawan nasional di Filipina.
Ia menjadi selebriti dan terjun di dunia politik dengan menjadi anggota parlemen.









