Dipaksa copot kaus, pelatih Levski Sofia mundur

Ivaylo Petev
Keterangan gambar, Ivaylo Petev merasa diperlalukan seperti penjahat oleh pendukung Levski Sofia.

Pelatih baru klub Bulgaria Levski Sofia, Ivaylo Petev, langsung mundur setelah para pendukung klub mencopot kausnya saat menggelar jumpa pers pertama.

Orang-orang mencopot kaus Petev menuduhnya sebagai pendukung CSKA Sofia, musuh bebuyutan Levski Sofia.

"Apa yang terjadi di acara keterangan pers itu sangat buruk dan saya tidak ingin bekerja dalam lingkungan seperti ini," kata Petev.

Petev yang berusia 38 tahun dianggap sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Bulgaria, setelah mengantarkan klub Ludogorets menjuarai liga dalam dua musim berturut-turut.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ia ingin bekerja di Levski tapi insiden pencopotan kaus tersebut dianggapnya sudah keterlaluan.

"Itu tak semestinya terjadi di abad ke-21. Saya bukan penjahat. Saya bukan pencuri, tapi saya diperlakukan seperti itu," kata Petev.

Bukan pendukung CSKA

Para pendukung Levski tak hanya mencopot kaus tim yang dipakai Petev. Mereka juga memaksanya keluar dari ruangan keterangan pers.

Ulah para pendukung tersebut dikecam keras di media setempat yang menyebut mereka "menulis halaman paling buruk di sejarah klub" tapi di sisi lain media juga tak setuju dengan penunjukan Petev sebagai pelatih Levski.

Beberapa bulan lalu Petev dikutip media mengaku sebagai adalah pendukung CSKA walau Petev membantah bahwa ia bukan pendukung CSKA.

"Saya tidak pernah mengatakan pernyataan itu. Saya tak mendukung klub di Sofia," jelasnya.

Setelah Petev mundur, Levski mengangkat Antoni Zdravkov -mantan pemain belakang klub- sebagai pelatih baru.

Zdravkov adalah pelatih kelima yang diangkat Levski tahun ini.