Webber mengaku kehilangan motivasi di F1

webber
Keterangan gambar, Webber (kiri) pernah hampir menjadi juara dunia di tahun 2010.

Mark Webber mengakui telah kehilangan motivasi sebagai alasan <link type="page"><caption> mundur dari ajang Formula 1</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/06/130627_webber_f1.shtml" platform="highweb"/></link>.

Pembalap asal Australia berusia 37 tahun ini mengaku motivasinya untuk membalap terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sudah bosan dengan F1 dari sisi motivasi, selama beberapa tahun terakhir," katanya kepada majalah otomotif F1.

"Anda harus terdorong. Anda berpikir ulang setiap musim dingin dan api di dalam diri saya sudah tidak sama seperti saat berusia 24."

Webber, yang berhasil memenangkan sembilan gelar grand prix dan nyaris menjadi juara dunia tahun 2010, merasa meninggalkan F1 "paling cepat dalam setahun adalah telat"

"Saya masih menikmati duduk terikat di dalam mobil dan mengendarainya di jalur pit, yang sedikit mengecewakan, tetapi saya sudah berbicara dengan sejumlah atlet yang pernah berada di simpang jalan dimana membuat keputusan tidak mudah dan mereka mengacau dengan hal itu," katanya.

"Saya mungkin meninggalkan F1 paling cepat setahun tetapi dengan perubahan peraturan musim depan (penggunaan mesin turbo dengan batasan bahan bakar) dan kesempatan bergabung dengan tim Porsche, adalah kebijakan yang bagus untuk saya."

Porsche

Webber mengatakan telah mencapai posisi dimana dia mempertanyakan apakah masih ingin balapan di F1 lagi atau dia yakin telah membuat keputusan yang tepat untuk masa depannya.

"Saya ingat sesuatu tentang olahragawan beberapa tahun lalu, mereka mengatakan selama bisa menjaga motivasi, mereka akan tetap maju."

"Saya tidak pernah bisa mengerti apa artinya itu. Bagaimana bisa anda kehilangan motivasi? tetapi pertanyaan itu tetap datang ke saya dan lebih sering dibandingkan masa lalu."

"Ini bukan tentang mengemudi atau balapan, ini tentang membuat program F1 saya sendiri berjalan selama 11 bulan. Dan sampai pada titik dimana, baiklah, saya telah mencapai banyak hal."

Webber mengakui aspek kepastian menjadi pengemudi F1 mulai memudar.

"Bepergian dan hotel," katanya. "Dan mungkin pengulangan pekerjaan. Sedikit tentang media. Banyak hal kecil yang Anda senang melakukannya saat Anda masih kuat dan cemerlang."

"Tapi pada akhirnya, ada kekuatan yang membuat Anda bertanya sendiri: 'Apakah saya harus berada disini, melakukan hal ini ? Dan saat Porsche datang, saya bisa melihat diri saya sendiri dan mengatakan: "Baiklah, saya mungkin tidak harus melakukan hal itu lagi."

Webber kini bergabung dengan Porsche di ajang klasik balapan 24 jam Le Mans untuk pabrikan asal Jerman.

Red Bull sendiri telah menunjuk pebalap Australia lainnya, Daniel Ricciardo,24, sebagai pengganti Webber di musim mendatang.