Heat mempertahankan gelar juara NBA

Miami Heat mempertahankan gelar juara Liga Basket NBA setelah mengalahkan San Antonio Spurs, 95-88 dalam pertandingan ketujuh yang berlangsung hari Jumat (21/06).
San Antonio Spurs pada pertandingan hari Selasa (18/06) lalu sebenarnya berpeluang untuk memenangkan titel kejuaraan musim ini.
Spurs sempat unggul dalam pertandingan tersebut namun perolehan angkanya berhasil disamakan oleh Heat yang berhasil memaksakan terjadinya perpanjangan waktu untuk kemudian memenangkan game keenam itu.
Pemain Miami Heat, LeBron James dalam pertandingan hari ini berhasil mengoleksi 37 poin untuk mempersembahkan gelar ketiga NBA dalam sejarah mereka.
Pemain berusia 28 tahun itu juga dalam pertandingan hari ini mendapatkan gelar the most valuable player, MVP untuk kedua kalinya.
"Bisa menang di lapangan kami sendiri, adalah akhir yang luar biasa," kata James saat menjawab tentang penampilannya di pertandingan kunci hari ini.
"Saya tidak mengkhawatirkan apa yang dibicarakan orang tentang saya. Saya adalah LeBron James dari Akron, Ohio, dari pusat kota. Saya bahkan seharusnya tidak berada di sini. Saya merasa sangat diberkati."
Perhatian besar
Pertandingan ini mendapat perhatian luar biasa dan harga tiket yang ditawarkan untuk pertandingan ini juga tinggi.
Tiket di pinggir lapangan yang berlangsung di Miami mencapai harga hingga lebih dari US$30.000 atau Rp298 juta lebih, dan penonton mendapat tontonan seru seperti yang diharapkan.
Spurs dalam pertandingan terakhir hari ini awalnya mampu tampil menyakinkan dengan memimpin tujuh poin di 15 menit pertama.
Namun perolehan angkanya bisa dikejar oleh Miami Heat, mereka juga tertinggal hingga tiga poin di 15 menit ketiga dan tidak bisa lagi mengejar Heat.
Pelatih Spurs, Gregg Popovich mengatakan Heat memang pantas meraih kemenangan hari ini.
"Kalah memang tidak menyenangkan, tapi kami kalah dari tim yang lebih baik," katanya.
"Anda bisa menerimanya, selama anda sudah memberikan yang terbaik. Dan saya kira kami sudah melakukannya."
Komisioner NBA, David Stern menggambarkan rangkaian pertandingan yang dilalui sebagai "Kejuaraan terbaik abad ini," dan berhasil "memikat pemirsa dari seluruh dunia."









