Peringatan Wenger dan kinerja Arsenal

Arsene Wenger mengeluarkan peringatan setelah klub-klub Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya sejak 1995-1996 absen di babak perempat final Liga Champions.
Menurut Wenger <link type="page"> <caption> mutu klub-klub di Eropa makin tinggi</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/03/130314_arsenal_wenger_liga_primer.shtml" platform="highweb"/> </link> dan karena itu klub-klub Liga Primer harus berbenah untuk mengimbangi klub di Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman.
Inggris meloloskan empat klub -Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Chelsea- ke Liga Champions musim ini namun tak satu pun yang yang <link type="page"> <caption> maju ke babak delapan besar</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/03/130315_undian_ligachampions.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Para pengamat sepak bola di Inggris mencermati pernyataan Wenger dari dua sisi.
Yang pertama, kegagalan Chelsea -yang nota bene adalah juara bertahan- dan Manchester City bisa dipahami.
Chelsea tengah dalam proses transformasi dan tidak memiliki figur manajer yang andal dan hebat ketika tersingkir dari liga paling elit di Eropa ini.
Manchester City memiliki sebab yang berbeda dan sedikit membingungkan, kata para pengamat.
Tutupi kelamahan Arsenal?

Di atas kertas, mestinya City ini klub yang layak diperhitungkan karena dukungan dana yang besar dari investor Timur Tengah.
Sayangnya <link type="page"> <caption> kekuatan City tidak dianggap</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/10/121024_mancity_ligachampions.shtml" platform="highweb"/> </link> merata di semua lini.
Baik City maupun Chelsea sama-sama gagal di babak penyisihan grup.
Di babak 16 besar, Manchester United diperkirakan bisa melewati Real Madrid. Tapi kemudian <link type="page"> <caption> wasit mengeluarkan kartu merah untuk Nani</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/03/130306_review_mu_realmadrid.shtml" platform="highweb"/> </link> dan keadaan kemudian berbalik.
Para pendukung United mengatakan timnya disingkirkan wasit, bukan oleh tim asuhan Jose Mourinho.
Bagaimana dengan Arsenal? Inilah yang menjadi kupasan kedua oleh para pengamat di Inggris.
Jangan-jangan Wenger mengeluarkan pernyataan di atas untuk menutupi kelemahan Arsenal, setelah disingkirkan Bayern Munchen, kata kolumnis bola untuk harian Metro, Gavin Brown.
Arsenal tidak bisa meraih piala dalam enam musim terakhir dan penampilan di liga domestik tidak terlalu mengesankan.
Brown mengatakan daripada sibuk mengomentari tim lain, sebaiknya Wenger berkonsentrasi mendongkrak performa para pemain Arsenal sendiri.









